"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Sampah di Rel Tanjung Priok: Ancaman Serius bagi Keselamatan Penumpang KRL



JAKARTA,

Masalah sampah yang menumpuk di sepanjang jalur rel kereta api Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah menjadi isu serius yang mengancam keselamatan perjalanan kereta dan kehidupan warga sekitar. Tumpukan sampah ini tidak hanya mengganggu operasional kereta, tetapi juga berpotensi menyebabkan anjlok atau kecelakaan yang bisa mengancam nyawa penumpang.

Tumpukan sampah terlihat hampir di setiap titik rel kereta api di kawasan Tanjung Priok. Titik paling parah berada di tengah Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari, di mana sampah menumpuk hingga sekitar satu meter. Sampah tersebut berasal dari buangan warga sekitar yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Warga Kampung Bahari, Kasan (55), mengatakan bahwa area ini sudah menjadi tempat pembuangan sampah sejak tahun 1980-an. Ia menjelaskan bahwa rel kereta menjadi lokasi pembuangan sampah bagi warga dari empat RW, yaitu RW 06, RW 15, RW 13, dan RW 14.

Ketiadaan fasilitas pembuangan sampah yang memadai menjadi alasan utama warga membuang sampah ke rel. Supriyatin (52), warga lainnya, menyebutkan bahwa di lingkungannya tidak tersedia Tempat Pembuangan Sampah (TPS) maupun bak sampah. Karena itu, warga memilih membuang sampah ke pinggir rel karena lebih dekat. Selain itu, tidak ada petugas pengangkut sampah dari rumah ke rumah, sehingga semakin memperparah masalah.

Akibatnya, tumpukan sampah terus bertambah setiap hari. Untuk mengurangi volume, sebagian warga membakar sampah tersebut. Namun, tindakan ini justru memperbesar risiko bahaya, baik bagi keselamatan perjalanan kereta maupun kesehatan masyarakat.

Peringatan KAI Soal Keselamatan Perjalanan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menegaskan bahwa pembuangan dan pembakaran sampah di jalur rel berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta. Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, menjelaskan bahwa kegiatan membuang sampah, terlebih lagi membakarnya, dapat mengganggu sistem persinyalan dan telekomunikasi yang saling terhubung antarstasiun maupun antar Jalur Perlintasan Langsung (JPL).

Untuk mencegah hal ini, KAI melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. Petugas Polsuska Daop 1 Jakarta terus melakukan sosialisasi dan memasang banner yang melarang warga agar tidak lagi membuang dan membakar sampah. Franoto juga menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum. Membuang sampah di sepanjang jalur kereta api merupakan tindakan yang melanggar Undang-undang nomor 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian, khususnya Pasal 181. Selain itu, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah juga melarang pembuangan sampah tidak pada tempatnya dan pembakaran sampah yang tidak sesuai ketentuan teknis. Sanksi untuk pelanggar mencakup denda hingga Rp 50 juta atau hukuman penjara maksimal 6 bulan.

Risiko Kebakaran dan Gangguan Operasional

Pakar Lingkungan Universitas Indonesia, Mahawan Karuniasa, menilai pembakaran sampah di sekitar rel meningkatkan risiko kebakaran, terutama saat kereta melintas. Ketika sampah dibakar, lalu ada kereta lewat, risiko kebakaran bisa terjadi baik di kereta itu sendiri. Kertas atau material ringan yang terbakar dapat terbawa angin dan mengenai rangkaian kereta, sementara percikan bara berpotensi memicu kebakaran di rumah warga sekitar.

Selain itu, tumpukan sampah dan aktivitas warga di sekitar rel juga berdampak pada operasional kereta. Mahawan menjelaskan bahwa asap yang banyak, tumpukan sampah, serta orang yang berlalu lalang membuang sampah dapat memperlambat jalannya kereta. Hal ini juga memengaruhi keselamatan para pihak yang berlalu lalang di situ.

Dampak Kesehatan dan Lingkungan

Aktivitas pembakaran sampah turut berdampak pada kesehatan masyarakat. Mahawan menjelaskan bahwa pembakaran plastik menghasilkan polutan berbahaya seperti PO25, yang bisa masuk ke dalam sel darah dan mengganggu kesehatan. Selain partikel halus, pembakaran plastik juga menghasilkan klorin yang dapat merusak daya tahan tubuh, mengganggu hormon dan sistem reproduksi, serta menghambat perkembangan anak.

Emisi karbon dan gas rumah kaca dari pembakaran sampah juga berkontribusi terhadap perubahan iklim. Dengan demikian, masalah sampah di jalur rel Tanjung Priok tidak hanya berdampak pada keselamatan kereta, tetapi juga pada kesehatan dan lingkungan sekitar.

Perbaikan dari Hulu Hingga Hilir

Untuk mengatasi persoalan sampah di jalur rel Tanjung Priok, Mahawan menilai perlu perbaikan sistem pengelolaan dari hulu hingga hilir. Ia menyinggung kapasitas Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang telah membeludak. Mahawan menyarankan masyarakat untuk memilah sampah dari rumah. Bagi masyarakat miskin, mereka juga bisa menambah pendapatan dengan mengumpulkan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

Mahawan menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menyediakan fasilitas pembuangan sampah agar warga tidak lagi membuang sampah ke rel. Dinas Lingkungan Hidup, kelurahan, kecamatan, sampai tingkat RT-RW harus ada layanan tempat pembuangan sampah. Selain penyediaan TPS, pembangunan sistem TPS Komunal atau TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) dinilai penting untuk mengurangi beban TPST Bantargebang.

Mahawan juga menyarankan penerapan sistem iuran untuk mendukung pengangkutan sampah rutin, dengan mekanisme subsidi silang bagi masyarakat berpendapatan rendah. Penegakan aturan terhadap pelaku pembuangan dan pembakaran sampah juga dinilai krusial. Mahawan menegaskan bahwa membakar sampah harus diperhatikan, larangan harus diterapkan dengan tegas. Bahwa dilarang bakar sampah karena tidak ada manfaatnya sama sekali, justru sebaliknya banyak bahaya lingkungan yang diakibatkan.

Ia juga meminta PT KAI sebagai pemilik lahan turut menyediakan layanan pengelolaan sampah yang memadai. Dengan sistem pengelolaan yang berjalan baik dan kolaborasi antara pemerintah, warga, serta PT KAI, risiko keselamatan perjalanan kereta di Tanjung Priok diharapkan dapat diminimalkan.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *