"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Penanganan bencana Aceh Utara terlambat

Penanganan Bencana di Aceh Utara Dinilai Lambat

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa, menyampaikan bahwa penanganan bencana banjir yang melanda daerahnya hingga kini masih berjalan lamban. Ia menilai, meskipun beberapa pejabat negara telah melakukan kunjungan ke lokasi bencana, namun upaya penanggulangan dan distribusi bantuan belum memadai.

Menurut Ayahwa, hingga hari ke-27 pascabanjir, masih ada korban yang mengungsi tetapi belum mendapatkan tenda pengungsian yang layak. Selain itu, terdapat kawasan yang masih terisolir akibat rusaknya jalan-jalan utama. Hal ini menjadi tantangan besar dalam proses pemulihan dan distribusi bantuan.

Fokus Pemerintah Saat Ini

Fokus utama pemerintah saat ini adalah penanganan pengungsi, distribusi logistik ke seluruh titik pengungsian, pencarian korban meninggal dan hilang, serta pemulihan layanan kesehatan dan jalur transportasi darat agar distribusi bantuan dapat berjalan lancar.

Selain itu, pemerintah juga sedang berupaya memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir, termasuk jalan raya dan sistem listrik. Namun, kondisi ini membutuhkan dukungan yang lebih besar dari pihak pusat agar proses pemulihan bisa segera dilakukan.

Kondisi Wilayah Terdampak

Pemkab Aceh Utara mencatat bahwa akibat dari banjir bandang dan tanah longsor, puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal. Data yang dikumpulkan oleh pemerintah setempat menunjukkan:

  • 72.331 rumah terendam
  • 3.474 rumah warga hilang tak berbekas
  • 6.234 rumah rusak berat
  • 7.972 rumah rusak sedang
  • 20.886 rumah rusak ringan

Selain kerugian harta benda, korban jiwa pun tidak terbilang. Hingga kini, tercatat 190 warga meninggal dunia, enam hilang, dan ribuan lainnya luka-luka.

Kunjungan Pejabat Negara

Beberapa pejabat negara telah turun langsung ke lokasi bencana untuk meninjau kondisi wilayah terdampak. Di antaranya:

  • Ketua MPR RI, Ahmad Muzani yang mengunjungi Kecamatan Langkahan pada Sabtu (13/12/2025). Ia menyebut banjir Aceh Utara tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga memutus sumber penghidupan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.
  • Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan yang meninjau korban banjir di Kecamatan Lapang pada Sabtu (13/12/2025). Ia menyatakan dampak banjir sangat parah dan belum pernah ia lihat sebelumnya.
  • Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammad Jusuf Kalla (JK) yang menilai banjir Aceh kali ini lebih parah dibandingkan tsunami Aceh 2004 dari sisi luas wilayah terdampak.
  • Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn), Djamari Chaniago yang melakukan kunjungan ke Gampong Bungkah, Kecamatan Muara Batu, didampingi langsung oleh Bupati Aceh Utara Ayahwa.
  • Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto yang melakukan peninjauan korban banjir di Kecamatan Langkahan, Selasa (16/12/2025).

Kritik atas Penanganan Bencana

Ayahwa menegaskan bahwa semua pejabat yang berkunjung ke Aceh Utara menyatakan banjir kali ini lebih parah. Namun, sampai sekarang penanganan masih sangat lamban karena bantuan belum memadai.

Ia mengungkapkan, tanpa dukungan dan intervensi kuat dari Pemerintah Pusat, penanganan dan pemulihan Aceh Utara akan membutuhkan waktu sangat lama.

Kondisi Wilayah yang Terkena Banjir

Banjir dan longsor merendam sekitar 90 persen wilayah Aceh Utara yang mencakup 27 kecamatan dan 852 gampong. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas pemerintahan lumpuh total, sementara akses transportasi darat terputus akibat genangan banjir dan lumpur tebal.

Dengan kondisi seperti ini, diperlukan upaya yang lebih cepat dan efisien untuk membantu para korban dan memulihkan kondisi daerah yang terdampak.






Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *