"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Bisnis  

Tolak Gaji Rendah, Karyawan Buktikan Harga Diri di Tempat Kerja

Pekerja yang Menolak Gaji Setara dengan Pegawai Baru

Di setiap lingkungan kerja, ada orang-orang yang bekerja tanpa pamrih dan menjaga agar segala sesuatu berjalan lancar, sementara orang lain menikmati hasilnya. Salah satu cerita dari pembaca kami menggambarkan bagaimana loyalitas bisa menjadi kekuatan sekaligus jebakan.

Cerita ini memperlihatkan bahwa bersuara, bahkan sekali saja, dapat mengubah segalanya. Berikut adalah surat dari pembaca kami:

Hai Bright Side!

Saya sudah bekerja di perusahaan ini lebih lama daripada siapa pun di tim saya. Saya juga mendapat gaji paling rendah. Saat itu, saya belum menyadarinya. Saya mengetahuinya saat mengobrol ringan.

Saya dan karyawan baru itu sedang minum kopi ketika dia dengan santai menyebutkan gajinya, lalu terdiam. Jelas dia tidak bermaksud mengatakannya dengan lantang. Saya menertawakannya dan mengganti topik pembicaraan.

Kemudian hari itu, saya menghitungnya. Dia menghasilkan $1.200 lebih banyak per bulan daripada saya. Dia juga bertanya kepada saya bagaimana cara mengerjakan setengah dari tugas-tugasnya.

Saya menyampaikan hal itu kepada manajer saya. Saya diberitahu bahwa loyalitas saya dihargai dan gaji bergantung pada “kondisi pasar.” Rupanya, pasar hanya berlaku untuk orang-orang yang belum loyal.

Beberapa minggu kemudian, saya diminta untuk melatih karyawan baru lainnya. Saat itulah saya berhenti mengajukan pertanyaan.

Saya memperbarui resume saya secara diam-diam dan menerima tawaran yang lebih baik di tempat lain. Ketika saya menyerahkan surat pengunduran diri, manajer saya tampak benar-benar terkejut dan bertanya apa yang telah berubah.

Saya mengatakan kepadanya bahwa tidak ada apa pun yang terjadi. Setelah saya keluar, perusahaan tersebut memposting lowongan pekerjaan saya secara online dengan kisaran gaji yang lebih tinggi daripada yang pernah saya peroleh.

Saat itulah saya memahami pelajaran terakhir: mereka tidak membayar saya lebih sedikit karena mereka tidak mampu. Mereka membayar saya lebih sedikit karena saya tetap bertahan.

Mengapa Bertahan Terlalu Lama Bisa Merugikan?

Banyak karyawan tidak menyadari bahwa bertahan di perusahaan yang sama selama bertahun-tahun sebenarnya dapat menghambat kemajuan finansial mereka. Studi dan pakar perekrutan mengatakan bahwa karyawan yang bertahan lebih dari dua tahun sering kali akhirnya mendapatkan penghasilan hingga 50 persen lebih rendah sepanjang karier mereka dibandingkan dengan mereka yang lebih sering berpindah perusahaan.

Berikut alasan mengapa ini terjadi dan apa yang dapat Anda lakukan untuk melindungi penghasilan Anda:

  • Kenaikan gaji di perusahaan yang sama biasanya kecil

    Bahkan karyawan dengan kinerja bagus pun seringkali hanya mendapatkan kenaikan gaji 3–4% per tahun. Namun setelah memperhitungkan inflasi, itu seringkali berarti pertumbuhan riil kurang dari 1%. Angka tersebut jelas tidak cukup untuk mengimbangi kenaikan biaya hidup.

  • Berpindah Perusahaan Membawa Lompatan yang Lebih Besar

    Karyawan yang menerima pekerjaan baru biasanya mendapatkan kenaikan gaji 10–20%, dan dalam beberapa kasus bahkan lebih. Perusahaan baru bersedia membayar gaji awal yang lebih tinggi untuk menarik talenta terampil.

  • Pembekuan Gaji “Sementara” Menjadi Norma Baru

    Selama resesi, banyak perusahaan membekukan kenaikan gaji dan menurunkan ekspektasi gaji. Perubahan ini seharusnya bersifat jangka pendek tetapi dampaknya bertahan lama. Sekarang, kenaikan gaji kecil dianggap “standar,” meskipun permintaan akan pekerja terampil lebih tinggi dari sebelumnya.

  • Perekrut Memastikan Pola Tersebut

    Manajer perekrutan sering melihat kandidat dengan riwayat pekerjaan singkat namun produktif mendapatkan gaji lebih tinggi daripada karyawan yang telah lama bekerja. Ketika Anda pindah perusahaan, Anda bernegosiasi dari awal dan itu biasanya berarti gaji pokok yang lebih tinggi.

Kapan Bertahan Mungkin Masuk Akal

Beberapa perusahaan benar-benar berinvestasi dalam pengembangan karyawan dan mempromosikan dari dalam. Jika Anda cukup beruntung bekerja di tempat seperti itu, bertahan di sana benar-benar dapat memberikan hasil yang menguntungkan. Namun, lingkungan seperti ini kurang umum dibandingkan yang kita inginkan.

Kesimpulan: Anda adalah CEO dari Karier Anda Sendiri

Anda mungkin tidak dapat mengendalikan perekonomian atau keputusan perusahaan tempat Anda bekerja, tetapi Anda dapat mengendalikan bagaimana Anda menjalani karier Anda. Bernegosiasi, mengeksplorasi peluang baru, dan bersedia untuk berpindah pekerjaan dapat meningkatkan pendapatan seumur hidup Anda secara signifikan.

Kesetiaan memang patut dipuji, tetapi itu seharusnya tidak menghalangi Anda untuk mendapatkan gaji yang benar-benar layak Anda terima. Pada akhirnya, Anda adalah CEO dari hidup Anda sendiri dan tugas Anda adalah memastikan kerja keras Anda membuahkan hasil.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *