"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Dua Malam Di Tenda, Rasakan Medan Becek Saat Team Building Camat Takalar

Bupati Takalar Ikut Beraktivitas dalam Kegiatan Team Building

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, memilih untuk tidak hanya hadir secara simbolis dalam kegiatan Team Building Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Camat Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Ia memutuskan untuk mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh semangat, termasuk bermalam di tenda bersama para peserta di Dusun Kupanga, Desa Kale Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar.

Selama tiga hari dua malam, mulai dari tanggal 8 Januari hingga penutupan pada 10 Januari 2026, Daeng Manye terlihat konsisten berada di tengah-tengah peserta. Kehadirannya menjadi pesan kuat bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari proses pembentukan kebersamaan dan keteladanan kepemimpinan.

Di kawasan arena Team Building yang berada di Dusun Kupanga, Kecamatan Pongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, Sulsel, puluhan tenda berdiri rapi di atas lahan terbuka yang dikelilingi oleh alam perbukitan dan aliran kali yang membelah area kegiatan serta Bendungan Pammukulu. Suasana di malam hari terasa dingin, namun cahaya lampu tenda utama menerangi aktivitas diskusi ringan hingga waktu istirahat peserta setelah seharian menjalani pembinaan fisik dan mental dari instruktur Kodim 1426/Takalar.

Daeng Manye tampak menyatu dengan peserta, mengikuti ritme kegiatan sejak pagi hingga malam. Mulai dari agenda kedisiplinan, pembekalan materi, hingga pemantauan latihan lapangan. Kebersamaan tersebut meninggalkan kesan tersendiri bagi para camat yang mengikuti kegiatan. Salah satunya adalah Camat Pattallassang, Bansuhari Said Daeng Baji, yang merasa bahagia karena dapat merasakan langsung kebersamaan tanpa sekat jabatan bersama pimpinan daerah.

“Biasanya kita melihat Bupati dalam agenda resmi atau di kantor. Di sini beliau bersama kami sejak pagi sampai malam, bahkan bermalam bersama,” ujar Bansuhari. Menurutnya, suasana kebersamaan tersebut membangun kedekatan emosional yang jarang terjadi dalam rutinitas pemerintahan sehari-hari.

Namun di balik suasana kebersamaan, dinamika lapangan juga tak luput dari keluhan peserta. Kondisi medan becek akibat kelembapan tanah dan aktivitas hujan sebelumnya menjadi tantangan tersendiri. Terutama saat peserta bergerak dari satu titik ke titik lain di area kegiatan. Beberapa peserta terlihat harus membersihkan sepatu dan pakaian setelah mengikuti agenda lapangan. Namun situasi tersebut justru menambah pengalaman kolektif yang jarang dirasakan dalam rutinitas birokrasi.

Pada hari pertama kegiatan, perhatian peserta juga tertuju pada salah seorang kepala dinas yang baru menjabat. Pejabat tersebut terlihat berusaha mengikuti seluruh rangkaian kegiatan fisik, termasuk latihan baris-berbaris, meski beberapa kali tampak ngos-ngosan dan kelelahan. Meski demikian, kehadirannya tetap mencerminkan komitmen untuk mengikuti proses Team Building bersama peserta lainnya tanpa perlakuan khusus.

Kasatpol PP Kabupaten Takalar, Abdul Salam Gau, menilai kegiatan ini memberikan ruang refleksi penting bagi pejabat daerah. Menurutnya, kondisi lapangan sederhana justru menjadi sarana pembelajaran kepemimpinan yang nyata.

“Di sini kita diuji bukan hanya fisik, tapi juga mental dan kebersamaan. Semua berada pada posisi yang sama, itu yang membuat kegiatan ini bermakna,” ujar Abdul Salam Gau. Ia menambahkan, kebersamaan selama tiga hari dua malam membangun rasa saling memahami antarpejabat.

“Ketika kita sama-sama merasakan capek, becek, dan tidur di tenda, di situlah tumbuh rasa solidaritas yang sebenarnya,” katanya.

Bagi Bupati Takalar, Muhammad Firdaus Daeng Manye, kondisi lapangan yang sederhana dan penuh tantangan justru menjadi bagian penting dari pembelajaran kepemimpinan. Ia menilai bahwa pejabat daerah perlu merasakan langsung situasi di luar ruang kerja yang nyaman agar terbentuk empati dan daya tahan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Kita ingin pejabat Takalar terbiasa bekerja dalam kondisi apa pun, tidak hanya di ruangan ber-AC,” ujar Daeng Manye di sela kegiatan. Menurutnya, kebersamaan selama tiga hari dua malam ini menjadi ruang refleksi untuk membangun kerja tim yang solid dan menghilangkan ego sektoral.

Ia berharap pengalaman bermalam bersama, menghadapi kondisi alam, serta menjalani agenda kedisiplinan dapat memperkuat ikatan emosional antarpejabat. Suasana pagi hari di arena Team Building juga mencerminkan kebersamaan tersebut, dengan peserta memulai aktivitas sejak dini hari hingga kembali menjalani agenda penuh sampai sore.

Team Building ini diharapkan menjadi fondasi awal pembentukan budaya kerja birokrasi Takalar yang disiplin, tangguh, dan saling mendukung. Dengan memilih untuk tinggal dan membersamai peserta hingga akhir kegiatan, Daeng Manye ingin memastikan pesan kebersamaan tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.


Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *