Kontroversi Gol Haram dalam Pertandingan Liga 2
Insiden kontroversial terjadi dalam pertandingan pekan ke-15 Liga 2 antara Garudayaksa FC melawan FC Bekasi City. Gol yang dicetak oleh tim tuan rumah, Garudayaksa FC, menjadi sorotan utama karena diduga melanggar aturan FIFA. Insiden ini memicu reaksi dari pelatih FC Bekasi City dan menimbulkan pertanyaan tentang profesionalisme wasit serta penggunaan teknologi VAR.
Pertandingan berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (10/1) malam WIB. Garudayaksa FC harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-23 setelah Everton menerima kartu merah langsung dari wasit. FC Bekasi City memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan mencetak gol pembuka di menit ke-30 melalui eksekusi penalti Renan.
Namun, keunggulan FC Bekasi City hanya bertahan selama tiga menit. Garudayaksa FC berhasil menyamakan skor melalui sundulan Obet Choiri yang memanfaatkan sepak pojok. Gol tersebut menjadi kontroversi karena tendangan pojok dilakukan oleh Feby Eka Putra, yang posisinya jelas melebihi garis busur sudut lapangan. Berdasarkan aturan FIFA, bola tidak boleh keluar dari garis busur saat akan ditendang oleh eksekutor sepak pojok.
Rekaman ulang menunjukkan bahwa Feby Eka menendang bola dari posisi yang sudah jauh melebihi garis busur wilayah sepak pojok. Meskipun demikian, wasit tetap mengesahkan gol tersebut. Kontroversi semakin bertambah karena wasit tidak menggunakan bantuan Video Assistant Referee (VAR) untuk meninjau kejadian tersebut.
Siapa Feby Eka Putra?
Feby Eka Putra adalah seorang winger kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, pada 12 Februari 1999. Sebagai salah satu winger jempolan di kompetisi sepak bola Indonesia, Feby pernah memperkuat beberapa tim elite. Karier Feby dimulai dari Blitar United, kemudian bergabung ke akademi Bali United pada tahun 2016. Dua tahun kemudian, ia dipromosikan ke tim senior Laskar Serdadu Tridatu sebelum dipinjamkan ke Tira Persikabo pada tahun 2019.
Setelah masa peminjaman selesai, Bali United menjual Feby Eka ke Persija Jakarta pada Mei 2019. Di Persija, ia memainkan 10 pertandingan di Liga 1 dengan tiga assist dan tanpa gol. Karena tidak menjadi pilihan utama, Feby akhirnya dipinjamkan ke Arema FC. Di sana, ia tampil lebih eksplosif dengan 22 pertandingan yang dimainkan.
Setelah Arema FC mengalami penurunan performa, Feby ditebus oleh Dewa United pada awal tahun 2022. Saat ini, ia masih berstatus kepemilikan Dewa United namun dipinjamkan ke Garudayaksa FC di Liga 2.
Dalam sejarah karier nasional, Feby Eka Putra telah menjadi langganan Timnas Indonesia sejak usia muda, termasuk U19, U22, dan U23. Dari 16 laga yang dia mainkan bersama Timnas Indonesia kelompok umur, Feby menyumbangkan empat gol.
Respons Klub FC Bekasi City
Pelatih FC Bekasi City, Widyantoro, menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia menyatakan rasa bingung atas situasi yang terjadi.
“Jadi saya harus bilang apa? Saya juga bingung,” ujar Widyantoro. “Jelas-jelas kita lihat review-nya, bola ditaruh di luar garis busur, hampir setengah meter posisinya dari garis.”
Widyantoro menegaskan bahwa keputusan wasit sangat merugikan FC Bekasi City yang seharusnya bisa meraih kemenangan jika gol kontroversial itu dianulir. Ia menyoroti pentingnya penggunaan VAR untuk meninjau kejadian tersebut.
“Hal yang jelas seperti itu seharusnya dilihat, ditinjau, tetapi ini tidak dilakukan apa-apa,” kata pelatih berusia 55 tahun itu dengan nada frustrasi. “Tentunya, jujur ini merugikan bagi kami dan merugikan juga secara pribadi bagi saya sebagai pelatih.”
Ia menekankan bahwa kejadian ini perlu dievaluasi untuk ke depannya. “Kejadian ini perlu dievaluasi untuk ke depannya,” tegas mantan pelatih Persis Solo tersebut.











