Perhatian Arsenal Berpindah ke Maxence Lacroix
Perhatian Arsenal kini bukan lagi tertuju pada Marc Guehi, melainkan beralih ke Maxence Lacroix, mantan rekan setim Guehi yang menjadi pasangannya selama sebagian besar waktunya di Crystal Palace. Mantan pemain seperti Indra Kurniawan memberikan tanggapan terkait rumor transfer ini.
Dalam komentar singkatnya, striker yang aktif pada tahun 1990–2002 menilai bahwa kualitas Lacroix sudah masuk kategori bek modern yang lengkap dan layak direkrut. Ia mengatakan, “Lacroix itu pemain yang punya kecepatan dan timing bagus. Kalau Arsenal mau main garis tinggi, ya ini tipe pemain yang pas. Dia bukan cuma cepat, tapi cara dia membaca bola juga rapi.”
Indra juga menyoroti bagaimana Lacroix bisa langsung klop dengan karakter bek-bek Arsenal lain. “Dia bisa bikin Saliba lebih bebas. Gabriel juga nggak perlu selalu sprint panjang. Lacroix ini pemain yang kerja senyap, tapi efektivitasnya tinggi,” lanjutnya.
Menurut Arif, perbandingan Lacroix dengan Guehi tidak bisa hanya dari nama besar. “Guehi bagus, tapi kalau soal harga dan kebutuhan skema, Lacroix lebih masuk akal. Dan Premier League itu sekarang banyak tim cepat, jadi punya bek dengan recovery itu wajib,” kata mantan pemain yang kini jadi pengusaha sukses ini.
Manchester City Mengalahkan Arsenal dan Liverpool dalam Perebutan Marc Guehi
Menurut laporan Express Sport, Manchester City berhasil mengalahkan Arsenal dan Liverpool dalam perebutan Marc Guehi dari Crystal Palace, memaksa The Gunners untuk mengevaluasi kembali rencana transfer lini pertahanan mereka.
Guehi sudah lama diperkirakan akan meninggalkan Palace pada akhir musim, dengan beberapa klub top mengincar tanda tangannya, tetapi City bergerak cepat untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut. Langkah Guehi mengubah pasar pemain bertahan.
Liverpool secara luas dianggap sebagai kandidat terdepan untuk mendapatkan Guehi dan telah lama menunjukkan minat pada bek tersebut. Mereka hampir merekrutnya selama musim panas sebelum negosiasi akhirnya gagal. Arsenal kemudian bergabung dalam persaingan dan siap bersaing dengan The Reds, dengan niat untuk merekrutnya di akhir musim sebagai pemain bebas transfer.
Namun, krisis cedera di Manchester City mendorong mereka untuk bertindak lebih cepat dari yang diharapkan, dan mereka mampu menawarkan paket gaji yang tidak dapat ditandingi Liverpool. Akibatnya, baik Arsenal maupun Liverpool kini telah mengalihkan fokus mereka ke target pertahanan alternatif.
Lacroix: Bek Modern Berbasis Kecepatan yang Siap Menggeser Hierarki Pertahanan Arsenal
Di tangan jurnalis olahraga luar negeri senior, pembacaan terhadap Maxence Lacroix tidak cukup hanya menyebut “bek cepat Bundesliga”. Kita harus membedah evolusi teknis, perkembangan statistis 2–3 musim terakhir, membandingkan dengan satu-dua pemain selevel, dan membaca dampaknya terhadap dinamika taktik serta struktur gaji Arsenal. Semua dengan narasi padat khas ruang redaksi, bukan gaya AI yang hambar.
Profil Teknis Lacroix: Defender Berbasis Akselerasi + Antisipasi Ruang
Statistik (Sumber: FBref, Opta, Transfermarkt – 2022/23 hingga 2024/25):
– Interception: 1.7–2.0 per laga
– Clearances: 4.1–4.4 per laga
– Aerial Win Rate: 63–68 persen
– Progressive Passes: 5–6 per laga
– Recovery Runs: 9+ per 90 menit (masuk 15 besar Bundesliga)
– Sprint Speed: Top 3 tercepat di Wolfsburg
Analisis Skema Permainan:
Wolfsburg menggunakan garis pertahanan medium–high, sangat mengandalkan cover shadow dan kecepatan bek tengah untuk mematikan transisi. Lacroix berperan sebagai:
– Recovery anchor — mengoreksi ruang saat full-back naik
– Ball-dominant interceptor — memotong diagonal pass sebelum masuk final third
– First-phase distributor — mengalirkan umpan vertikal dari area semi-holding
Pergerakannya agresif namun hitungannya presisi, tidak seperti bek muda yang hanya mengandalkan sprint.
Perbandingan Langsung: Lacroix vs Bek Selevel (Dayot Upamecano & Gabriel Magalhães)
A) Lacroix vs Dayot Upamecano
| Aspek | Lacroix | Upamecano |
|---|---|---|
| Kecepatan | Lebih stabil | Lebih eksplosif |
| Keputusan | Lebih aman | Lebih rawan error |
| Duel udara | 63–68 % | 65–70 % |
| Umpan progresif | 5–6 per laga | 6–7 per laga |
| Gaya main | Antisipatif | Konfrontatif |
Penilaian Jurnalis:
Upamecano adalah bek yang “berisik”—konfrontasi tinggi. Lacroix lebih sunyi, tetapi fungsinya sama penting: menghapus ancaman tanpa membuat drama.
B) Lacroix vs Gabriel Magalhães (Arsenal)
| Aspek | Lacroix | Gabriel |
|---|---|---|
| Recovery speed | Lebih cepat & penting | Cukup, tapi tidak elite |
| Aerial duel | Sedikit di bawah | Lebih dominan |
| Ketepatan tekel | 70 % | 72 % |
| Risiko | Lebih terukur | Kadang over-commit |
Kesimpulan:
Gabriel lebih kuat fisik, tetapi Lacroix memberikan dimensi yang hilang di Arsenal: kecepatan korektif super cepat untuk mengatasi counter-attack tim Inggris yang agresif.
Dampak Transfer ke Arsenal: Formasi, Fungsi, dan Struktur Gaji
A) Formasi
Dengan Lacroix, Arteta punya dua opsi:
– 3-2 build-up: Saliba – Lacroix – Gabriel
– Lacroix menjadi penutup ruang kanan ketika White invert.
– 4-3-3 high line: Saliba – Lacroix
– Arsenal bisa bermain 5–7 meter lebih tinggi tanpa dihantui counter.
B) Struktur Gaji
Gaji Lacroix di Wolfsburg ± €2–2.5 juta per tahun
Di Arsenal diperkirakan €4.5–6 juta
Lebih rendah dari Saliba (± €10 juta) dan White (± €8 juta)
Transfer ini tidak mengganggu hierarki gaji dan aman secara kultur ruang ganti.
Listicle Penting Soal Lacroix untuk Arsenal
- Top 3 bek tercepat Bundesliga, menjadi solusi transisi defensif Arsenal.
- Intersepsi tinggi menunjukkan antisipasi ruang, bukan sekadar tekel.
- Harga €25–30 juta, jauh lebih efisien dibanding merekrut Guehi (€65 juta).
- Cocok dalam struktur 3-2 build-up Arteta.
- Memberikan Arsenal opsi pressing + recovery yang belum dimiliki Kiwior/Tomiyasu.
- Stabil dalam duel udara, tidak mudah ditekan striker Premier League.
- Tidak merusak struktur gaji; aman untuk harmoni skuad.
- Potensi menjadi “pendamping ideal Saliba” untuk 5–7 musim ke depan.











