"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

IKADI Aceh Kirim 230 Dai ke Masjid dan Pengungsian di 11 Wilayah Banjir

Program Tebar Dai IKADI Aceh: Membangun Kembali Ketahanan Mental dan Spiritual Masyarakat

Pada tahun 2026, Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Aceh menginisiasi program Tebar Dai sebagai bentuk ikhtiar dakwah kemanusiaan. Program ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat mental dan spiritual masyarakat yang terdampak bencana banjir. Bencana tersebut tidak hanya merusak rumah, sarana ibadah, dan fasilitas pendidikan, tetapi juga berdampak pada ketahanan mental, spiritual, dan sosial masyarakat.

Program Tebar Dai IKADI Aceh dijalankan oleh Pengurus Wilayah (PW) IKADI Aceh bersama Dai Korps dan mubaligh Ikadi Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan di 11 kabupaten/kota se-Aceh yang terdampak banjir serta 12 kabupaten/kota lainnya, mulai tanggal 23 Januari hingga 10 Maret 2026. Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan spiritual dan mental kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Ketua Umum PW IKADI Aceh, Prof Safrilsyah Syarief, M.Si menjelaskan bahwa program ini melibatkan dai yang turun langsung ke lokasi terdampak. Mereka bertugas menyalurkan bantuan, membina keagamaan masyarakat, mendampingi anak-anak, serta menjadi penopang spiritual di tengah masa sulit, khususnya dalam menghadapi bulan Suci Ramadhan nanti.

Wakil Ketua Umum PW Ikadi Aceh, Dr. Nur Prama Yudi, menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur yang telah menitipkan bantuan mereka. Selain itu, program Tebar Dai di Kabupaten Aceh Tamiang telah berkoordinasi dengan Kemenag dan Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tamiang.

Kasi Bimas Kemenag Aceh Tamiang, H. Husni Mubarak, MAP menyampaikan apresiasinya terhadap program Tebar Dai yang dilakukan oleh PW IKADI Aceh dan Ikadi Aceh Tamiang. Ia berharap masyarakat yang terdampak akan kembali bersemangat dalam beribadah dan semakin kuat menghadapi musibah.

Kegiatan Tebar Dai di Aceh Tamiang

Koordinator Tebar Dai Ikadi Aceh, Ustaz Roly T, menjelaskan bahwa program ini dimulai pada 23-25 Januari 2026 di beberapa titik masjid dan tenda pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatannya berupa ceramah agama Islam setelah shalat zuhur, asar, dan magrib. Ceramah disampaikan oleh beberapa dai kondang seperti Ust Faizal Adriansyah, Ust Husni Suardi, Ust Mukhlis Rais, Ust Akhyar Sirajuddin, dan dai lainnya.

Selain ceramah agama, juga diadakan pengajian untuk ibu-ibu dan kegiatan gembira bersama anak-anak di tenda pengungsian, yaitu di Desa Sukajadi dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sementoh.

Ustaz Roly menambahkan bahwa selain ceramah agama, bantuan juga disalurkan kepada beberapa masjid dan masyarakat yang tinggal di tenda pengungsian. Bantuan tersebut berupa ambal shalat, mukena, kain sarung, baju koko, Al Quran, selimut, kelambu, paket makanan anak-anak, dan lainnya. Bantuan langsung diserahkan kepada BKM atau Imam masjid serta masyarakat di tenda pengungsian.

Setelah Aceh Tamiang, insya Allah program serupa akan dilanjutkan di kabupaten/kota lainnya.

Pesan dari Para Dai

Salah satu dai yang juga Pembina PW IKADI Aceh, Ustaz Faizal Adriansyah, dalam ceramahnya menekankan pentingnya ridha kepada Allah atas segala yang menimpa. Ia juga menekankan perlunya semakin menguatkan diri untuk menjalankan ibadah khususnya shalat guna mendekatkan diri kepada-Nya.

“Mari kita semakin mendekatkan diri kepada Allah dalam kondisi apapun, baik suka maupun duka, agar Allah menolong kita dimanapun dan kapanpun,” katanya.

Dai lainnya, Ustaz Husni Suardi dalam pengajian bersama ibu-ibu menyampaikan bahwa sumber kekuatan dan benteng kebaikan anak dalam keluarga terletak pada orang tua, khususnya ibu. Ia menekankan bahwa ibu merupakan madrasatul ula bagi anak-anak. Selain itu, ibu juga sosok penting dalam mewujudkan ketahanan keluarga saat menghadapi tantangan kehidupan modern hari ini.


Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *