Tretes Kembali Menjadi Magnet Wisata Keluarga di Jawa Timur
Tretes, yang dulu pernah menjadi destinasi wisata utama di Kabupaten Pasuruan, kini sedang berupaya untuk kembali bangkit sebagai pusat pariwisata keluarga. DPRD Kabupaten Pasuruan menilai bahwa event “Jajanan Khas ala Tretes Ramadhan Festival 2026” menjadi langkah awal dalam membangkitkan kembali kawasan wisata ini. Dengan partisipasi dari pelaku UMKM dan masyarakat setempat, festival ini diharapkan bisa menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan sekaligus mengembalikan identitas Tretes sebagai tempat wisata yang ramah bagi semua kalangan.
Komitmen DPRD dalam Mengembangkan Tretes
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, M Zaini, menyampaikan bahwa pengembangan Tretes harus fokus pada konsep wisata keluarga. Ia menegaskan bahwa penataan kawasan harus dilakukan secara terintegrasi, termasuk dalam hal pengaturan parkir, penataan UMKM, serta penguatan konsep kawasan yang berbasis heritage. Menurutnya, Tretes memiliki soul dan sejarah yang patut dilestarikan.
“Tretes ini dulu dikenal sebagai wisata keluarga. Ke depan, konsep itu harus diperjelas. Fasilitasnya harus mendukung, lingkungannya tertata, dan citranya positif agar keluarga merasa nyaman berkunjung,” ujarnya.
Event ini juga melibatkan 63 pelaku UMKM yang menampilkan beragam kuliner khas, jajanan tradisional, hingga produk olahan kreatif. Hal ini tidak hanya memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam perekonomian lokal.
Potensi Besar yang Pernah Bersinar
Dulu, Tretes menjadi magnet utama pariwisata Kabupaten Pasuruan. Udara sejuk pegunungan, hotel-hotel bersejarah, kuliner legendaris, hingga pusat hiburan keluarga menjadikannya primadona wisata. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pengunjung mulai beralih ke destinasi lain seperti Trawas dan Pacet.
Meski begitu, potensi Tretes masih sangat besar. Selain panorama alam lereng Gunung Arjuno-Welirang, terdapat destinasi keluarga seperti Cimory Dairyland Prigen, jaringan hotel dan vila aktif, serta kuliner khas yang tetap bertahan. M Zaini berharap, dengan upaya bersama, Tretes dapat kembali menjadi ikon wisata pegunungan di Jawa Timur.
Inisiatif Pemuda dalam Mengembalikan Marwah Tretes
Salah satu anggota panitia event tersebut, Miko, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif Karang Taruna dan warga setempat untuk memberikan ruang bagi UMKM berkembang. Ia berharap, dengan kolaborasi antara pemuda dan masyarakat, ekonomi sekitar kembali hidup.
Sementara itu, Galih, salah satu perwakilan pemuda Tretes, berharap dukungan pemerintah terus mengalir agar stigma negatif terhadap Tretes dapat diubah menjadi citra positif. Menurutnya, Tretes memiliki sejarah panjang sebagai destinasi unggulan yang pernah berjaya hingga dikenal wisatawan mancanegara.
“Dulu Tretes itu primadona. Banyak wisatawan luar negeri datang menikmati alamnya. Kami sering melihat turis berjalan kaki menikmati udara pegunungan. Ada perpaduan heritage dan keindahan alam yang menjadi daya tarik,” katanya.
Optimisme dan Kolaborasi
M Zaini optimistis bahwa dengan kolaborasi yang konsisten, perubahan signifikan dapat dirasakan dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Ia menilai, even ini menjadi penanda bahwa kebangkitan Tretes bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah dimulai dari gerakan masyarakat.
Ia menambahkan, “Kuncinya kolaborasi dan konsistensi. Kalau semua pihak bersatu membangun Tretes, saya yakin kejayaannya bisa kembali dirasakan.”
Dengan semangat yang tinggi dari masyarakat, pemuda, dan pemerintah, Tretes memiliki peluang besar untuk kembali menjadi destinasi wisata keluarga yang ramah dan berkelas.











