Pemanggilan Kapal Perusak Tipe 45 ke Mediterania Timur
Pemerintah Inggris telah mengirimkan kapal perusak Tipe 45 HMS Dragon milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris ke kawasan Mediterania Timur. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat perlindungan di sekitar pangkalan RAF Akrotiri, Siprus. Keputusan ini diumumkan oleh Perdana Menteri (PM) Inggris Sir Keir Starmer setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Siprus Nikos Christodoulides. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memastikan pengiriman dua helikopter Wildcat yang ditenagai rudal Martlet untuk menghadapi ancaman drone.
Langkah ini diambil setelah serangan drone pada Senin (2/3/2026) yang sempat menghantam landasan pacu RAF Akrotiri dan menyebabkan kerusakan ringan. Meskipun sistem anti-drone sudah ditempatkan di lokasi tersebut, perangkat itu tetap berhasil ditembus. Melalui akun X, Starmer menegaskan komitmen Inggris terhadap keamanan Siprus dan personel militer Inggris yang berbasis di sana.
Deskripsi HMS Dragon
HMS Dragon merupakan salah satu dari tiga kapal perusak Tipe 45 yang masih berstatus operasional. Tiga lainnya sedang menjalani pemeliharaan. Kapal tersebut dijadwalkan bertolak dari Portsmouth pada Selasa (3/3/2026) pukul 22:15 waktu setempat. Pelayaran menuju Siprus diperkirakan berlangsung selama 5-7 hari dengan kecepatan rata-rata sekitar 30 knot atau 34,5 mil per jam.
Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) menyebut kapal tersebut sebagai salah satu platform pertahanan udara paling mumpuni karena mampu menembakkan delapan rudal dalam kurun kurang dari sepuluh detik. Menteri Pertahanan John Healey menjelaskan bahwa penguatan ini dilakukan untuk meningkatkan kehadiran defensif Inggris di kawasan tersebut.
“Kami bergerak cepat untuk lebih memperkuat kehadiran defensif kami di Mediterania Timur. HMS Dragon membawa kemampuan pertahanan udara kelas dunia, dan helikopter Wildcat kami dipersenjatai rudal Martlet untuk melawan ancaman drone yang semakin meningkat,” katanya.
Saat ini, tidak ada kapal perang utama Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang ditempatkan di Mediterania maupun Timur Tengah. Satu-satunya unsur yang berada di kawasan itu adalah kapal pemburu ranjau HMS Middleton yang bermarkas di Bahrain.
Serangan Drone Mengakibatkan Kerusakan Ringan di RAF Akrotiri

Serangan drone yang menghantam RAF Akrotiri meninggalkan dampak kerusakan ringan pada landasan pacu. Dua drone lain yang datang setelahnya berhasil dicegat sistem pertahanan setempat. Sejumlah sumber di Siprus menduga perangkat itu diluncurkan dari wilayah Lebanon yang dikuasai Hizbullah, meski MoD belum mengonfirmasi asal-usulnya. Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan antena buatan Rusia terpasang pada drone tersebut, namun belum ada verifikasi resmi.
Dalam sejumlah operasi defensif, pasukan Inggris beberapa kali menjatuhkan drone Shahed. Seorang pilot jet tempur F-35 RAF menembakkan rudal ASRAAM untuk merontokkan drone di atas Yordania, sementara pilot Typhoon lain menembak jatuh drone yang bergerak menuju Qatar. Unit anti-drone Inggris juga menetralkan drone di wilayah udara Irak. Warga di sekitar RAF Akrotiri diminta berlindung, sedangkan keluarga personel militer Inggris dipindahkan dari pangkalan demi alasan keamanan.
Tanggapan Inggris terhadap Kritik terkait Konflik dengan Iran

Prancis menyatakan kesiapan mengirim fregat beserta sistem anti-drone ke Siprus. Juru bicara Angkatan Darat Prancis kepada BBC mengatakan pasukan mereka terus menyesuaikan sikap dan penempatan sebagai respons atas ancaman yang berkembang serta mengerahkan aset udara dan maritim bersama mitra regional untuk menjaga stabilitas berdasarkan perjanjian pertahanan yang berlaku. Pemerintah Siprus juga telah meminta dukungan kepada Jerman dan permintaan tersebut masih dipertimbangkan.
Juru bicara PM Inggris menyebut RAF Akrotiri telah dilengkapi kemampuan defensif signifikan, termasuk radar, sistem pertahanan udara, dan jet tempur F-35. Dalam sidang Parlemen, Starmer menyatakan serangan drone itu bukan respons atas keputusan Inggris mana pun dan terjadi sebelum Inggris mengizinkan penggunaan terbatas pangkalannya oleh Amerika Serikat (AS). Ia juga menyampaikan bahwa pangkalan di Siprus tidak digunakan dan tak akan digunakan oleh AS karena dinilai tak sesuai untuk tujuan tersebut.
Starmer mempertahankan sikap Inggris yang tak terlibat dalam serangan awal gabungan AS-Israel terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior lain di Teheran. Kepada anggota parlemen, ia menyebut Presiden AS, Donald Trump menyatakan ketidaksetujuan atas keputusan tersebut, namun ia tetap menilai kepentingan nasional Inggris sebagai pertimbangan utama dan bertanggung jawab penuh atas sikap itu. Ia juga menyampaikan bahwa respons Iran yang dianggap berlebihan telah menjadi ancaman nyata bagi rakyat Inggris, kepentingan nasional, dan sekutu-sekutunya.
Trump kemudian melontarkan kritik dalam konferensi pers, termasuk menyinggung penolakan Inggris mengizinkan penggunaan pangkalan di Diego Garcia untuk melancarkan serangan awal terhadap Iran. Ia menyatakan sedang berhadapan bukan dengan sosok seperti Winston Churchill dan mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap Inggris. Konflik dengan Iran telah memasuki hari keempat, dan Trump memperkirakan perang dapat berlangsung 4-5 minggu meski kemampuan Iran beserta kelompok proksinya untuk bertahan dinilai tak akan lama.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











