"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Antrean panjang mengular hingga hutan cekik, ratusan orang dan ribuan kendaraan tinggalkan Bali

Kenaikan Arus Mudik di Pelabuhan Gilimanuk

Arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana sudah mulai meningkat, Jumat (13/3). Puluhan ribu orang dan ribuan kendaraan meninggalkan Bali via Pelabuhan Gilimanuk dalam sehari menjelang puncak arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriyah. Bahkan, ekor antrean kendaraan terutama roda empat juga dilaporkan mencapai Hutan Cekik, Gilimanuk atau sekitar 5 kilometer (km) dari Pelabuhan Gilimanuk, Jumat (13/3) dini hari.

Hal ini menandakan, periode musim arus mudik sudah mulai mengalami peningkatan. Kondisi ini disebutkan lebih awal dari prediksi sebelumnya mengingat pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 dan Idulfitri 1447 H berdekatan. Menurut informasi yang dihimpun Tribun Bali, peningkatan aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk sudah mulai terjadi sejak Selasa (10/3) kemarin. Sesuai data yang diterima, sebanyak 27.890 orang dengan 8.934 unit kendaraan campuran meninggalkan Bali via Pelabuhan Gilimanuk.

Sementara pada Rabu (11/3), tercatat ada 27.178 orang dengan 8.873 unit kendaraan campuran meninggalkan Bali dalam waktu sehari. Tercatat ada 10 ribu unit kendaraan roda dua dan roda empat (kendaraan kecil) yang menggunakan jasa pelabuhan pada dua hari tersebut.

“Aktivitas sudah mulai meningkat, terutama di malam hari,” kata Manager Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah saat dikonfirmasi, Jumat (13/3). Dia menyebutkan, untuk situasi Pelabuhan Gilimanuk saat ini sudah mulai ramai namun tetap bergerak dan sementara lancar. Kemungkinan puncak arus mudik bisa jadi lebih awal karena dua hari raya yang berdekatan.

“Saat ini sudah mulai ramai namun masih lancar. Kami harap cuaca mendukung sehingga aktivitas pelayaran tetap berjalan lancer,” harapnya. Terpisah, Komandan Pos TNI AL Gilimanuk, Lettu Laut (P) Juli Prasetyo mengungkapkan, situasi Pelabuhan Gilimanuk mulai mengalami peningkatan sejak dua hari belakangan ini. Terutama pada Jumat 13 Maret dinihari tadi sekitar pukul 01.30 WITA, ekor antrian kendaraan sudah mencapai kawasan Cekik Gilimanuk.

“Sudah mulai ramai tapi masih masih bergerak. Semoga cuaca mendukung aktivitas pelayaran,” jelasnya. Lettu Juli mengakui, selain sudah mulai ramai, salah satu penyebab ekor antrian semakin panjang diduga karena penyesuaian penerapan e-Money pada Tollgate menuju Terminal Manuver Gilimanuk. Diharapkan ada kebijakan tertentu agar ketika situasi sangat padat, sistem e-money ini tidak menjadi pemicunya.

“Kendaraan sudah mulai ramai mengalir sehingga mulai terjadi penumpukan. Kemudian ditambah dengan penerapan e-Money di Tollgate kemarin. Semoga nanti ada kebijakan agar tidak memperparah antrean,” kata dia.

Rekayasa Lalu Lintas dan Operasional Kapal

Sementara itu, pihak kepolisian mulai menerapkan rekayasa lalu lintas skema sangat padat. Kendaraan sudah mulai dialihkan menuju Terminal Kargo Gilimanuk atau area Buffer Zone dan menuju jalan gang yang ada. Menurut informasi yang dihimpun Tribun Bali, kepadatan kendaraan sudah terjadi sejak pukul 09.00 WITA. Kendaraan yang didominasi truk logistik atau truk barang itu sudah mengantre di jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Dengan kondisi tersebut, pihak ASDP juga telah memberlakukan operasional kapal pola padat yakni mengoperasikan 30-32 unit kapal di Selat Bali. “Kondisinya sudah mulai padat siang hari ini (kemarin), terutama untuk kendaraan truk logistik. ASDP juga sudah mengoperasikan kapal hingga 32 unit untuk kelancaran pelayaran,” jelas Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati saat dikonfirmasi, Jumat (13/3).

Dia melanjutkan, dengan kondisi tersebut pihaknya telah memberlakukan skema pengaturan arus lalulintas dengan mengoperasikan area buffer zone. Kendaraan yang ditampung di Terminal Kargo Gilimanuk selanjutnya diarahkan melalui gang wilayah pemukiman untuk mengantisipasi kemacetan lebih panjang di jalur nasional.

“Sesuai rencana kemarin, ASDP bakal menerapkan Tiba Bongkar Berangkat (TBB). Tapi saat ini di Pelabuhan Ketapang masih padat aktivitas juga,” jelasnya. Polres Jembrana juga menyiapkan rekayasa arus lalulintas untuk tiga skala situasi berbeda pada arus mudik 2026. Adalah situasi normal, padat dan sangat padat. Ketika situasi sangat padat, seluruh kendaraan roda empat dan roda dua akan diarahkan ke Terminal Kargo Gilimanuk agar tak bercampur dengan kendaraan besar seperti bus dan truk.

Hingga saat ini, situasi arus mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk masih terbilang normal. Namun, prediksinya aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk bakal mulai meningkat hari ini Jumat 13 Maret 2026 sekitar waktu malam hari. Untuk situasi normal dengan volume kendaraan yang stabil, arus lalulintas masih tetap mengalir di jalur utama Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk. Antrian hanya terjadi di kawasan dalam Pelabuhan Gilimanuk.

Ketika situasi padat atau mulai ada antrean ke luar Pelabuhan Gilimanuk, petugas akan mulai mengalihkan kendaraan kecil ke kantong parkir yang tersedia dan menuju gang-gang yang ada di Gilimanuk. Sementara ketika situasi sangat padat ditambah ekor antrian kendaraan truk mencapai Pasar Gilimanuk atau bahkan sampai wilayah Hutan Cekik, kepolisian bakal mulai mengaktifkan kantor parkir untuk kendaraan besar yang ada di sepanjang Gilimanuk-Pekutatan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya antrian sangat panjang.

Kemudian khusus untuk sepeda motor bakal diarahkan menuju jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk dan akan disiapkan sejumlah tenda agar para pemudik tidak terserang langsung cahaya matahari saat siang hari.

“Kita sudah siapkan rekayasa arus lalulintas sesuai intensitas kendaraan yang masuk ke wilayah Jembrana terutama di Pelabuhan Gilimanuk,” jelas Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan. Dia menjelaskan, pihaknya juga telah menyiapkan rekayasa arus lalulintas terhadap kemungkinan situasi terburuk yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik. Seperti misalnya terjadi cuaca buruk yang biasanya menyebabkan gangguan pelayaran dan lainnya.

“Pada saat itu (gangguan) kita akan alihkan kendaraan yang hendak ke Pelabuhan Gilimanuk di tugu Kaliakah, Kecamatan Negara. Kita alihkan sepanjang sekitar 5 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 8-15 menit. Kemudian juga mungkin dialihkan di wilayah Tugu persil dengan panjang sekitar 9,9 km dengan waktu tempuh 17-25 menit,” paparnya.

Program Mudik Gratis dari Celukan Bawang

Sebanyak 280 pemudik diberangkatkan secara gratis dari Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng menuju Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Jumat (13/3). Keberangkatan ini merupakan bagian dari program Mudik Gratis jalur laut dalam rangka Angkutan Laut Lebaran 2026 (1447 H). Para pemudik diberangkatkan menggunakan dua kapal. Kapal KN Chundamani P-116 mengangkut 100 penumpang, sementara KN Nusa Penida membawa 180 penumpang menuju Pulau Raas.

Program mudik gratis ini berlangsung melalui Dermaga 1 Pelabuhan Celukan Bawang sebagai bagian dari layanan kapal bantuan Angkutan Laut Lebaran yang dijadwalkan beroperasi pada 13 hingga 15 Maret 2026. General Manager Pelindo Cabang Pelabuhan Celukan Bawang, Mochammad Imron mengatakan pihaknya mendukung penuh kelancaran program mudik gratis melalui jalur laut dengan menyiapkan fasilitas pelabuhan serta berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Ia menyebutkan, Pelindo juga menyiapkan shelter penumpang cruise yang dapat menampung sekitar 400 pemudik setiap harinya. Shelter tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung seperti ruang tunggu, akses WiFi, toilet, serta toilet khusus disabilitas. “Pelindo siap mendukung kelancaran program mudik gratis ini agar masyarakat dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor KSOP Kelas IV Celukan Bawang, Taufikur Rahman mengatakan pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan koordinasi dan pengawasan untuk memastikan operasional pelayaran selama masa mudik berjalan aman dan tertib. Menurutnya, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan angkutan laut Lebaran.

“Kami menerapkan prinsip zero tolerance on safety, sehingga seluruh kapal yang beroperasi wajib memenuhi standar keselamatan pelayaran yang telah ditetapkan,” katanya. Melalui sinergi antara Pelindo, Kementerian Perhubungan, serta para pemangku kepentingan maritim lainnya, program mudik gratis jalur laut ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman sekaligus menjaga kelancaran transportasi laut selama periode Lebaran.

Polda Bali Petakan Titik Maut Black Spot Denpasar-Gilimanuk

Jalur arteri Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk menjadi perhatian khusus Polda Bali pada arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 H. Aparat kepolisian memetakan titik-titik rawan jalur tengkorak yang menyimpan risiko fatalitas tinggi bagi para pemudik. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bali, Kombes Pol Turmudi, menegaskan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan atau black spot yang tersebar di sepanjang lintasan utama tersebut guna menjamin keselamatan warga.

Berdasarkan data pemetaan terbaru, Kombes Pol Turmudi mengungkapkan bahwa konsentrasi titik rawan paling krusial berada di antara wilayah Tabanan hingga Jembrana. Tercatat, Kota Denpasar memiliki 8 titik black spot dengan angka kematian mencapai 18 jiwa, disusul Badung dengan 2 titik, dan Tabanan serta Buleleng yang masing-masing mengantongi 2 titik maut. Di Jembrana sendiri, perhatian khusus tertuju pada Jalan Raya Sudirman jurusan Denpasar-Gilimanuk KM 93-94, Desa Bata Agung, yang menjadi titik lelah bagi pengendara dari arah timur.

“Kami sudah punya data black spot-nya. Sepanjang Denpasar sampai Gilimanuk itu ada beberapa titik, dan yang terbanyak memang berada di antara Tabanan hingga Gilimanuk. Kami menduga itu adalah titik lelah bagi para pengendara,” ujar Kombes Pol Turmudi saat ditemui Tribun Bali di Denpasar, Jumat (13/3). Ia menambahkan kepolisian tidak hanya sekadar memetakan, namun juga menyiagakan unit derek dan personel Laka Lantas di titik-titik tersebut agar jika terjadi insiden, evakuasi dapat dilakukan dengan cepat tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Angka kecelakaan pada Operasi Ketupat tahun sebelumnya menjadi alarm keras bagi kepolisian, dengan catatan 229 kejadian kecelakaan dan ribuan pelanggaran lalu lintas, Polda Bali kini menerapkan strategi berlapis, termasuk sistem kanalisasi dan penyiapan kantong parkir untuk mencegah penumpukan kendaraan di bibir pelabuhan. Kombes Pol Turmudi menjelaskan bahwa arus kendaraan di Jembrana akan dibagi menjadi tiga jalur khusus, yakni jalur kendaraan kecil, sepeda motor, dan truk. Strategi benteng terakhir untuk mengurai kepadatan dilakukan melalui kanalisasi di Terminal Kargo Gilimanuk.

Lokasi ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 800 unit sepeda motor dan 900 unit kendaraan roda empat. “Sebelum kendaraan masuk ke kapal, kami sediakan lokasi parkir di kargo yang cukup luas. Strategi ini kami gunakan sebagai sistem delay agar kendaraan tidak membeludak dan mengunci jalanan utama,” jelas Kombes Pol Turmudi. Selain kargo, lima kantong parkir utama juga telah disiapkan mulai dari jarak terjauh di Pengragoan 71 km dari pelabuhan, Kaliakah, hingga yang terdekat di UPPKB Cekik guna menyaring volume kendaraan secara bertahap.

Sementara itu, 10 Polsek di wilayah Kabupaten Buleleng akan dijadikan tempat singgah bagi para pemudik pada hari Raya Idul Fitri 2026. Pemudik dapat memanfaatkan kantor polisi tersebut sebagai rest area, saat melintasi Kabupaten Buleleng. Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, menjelaskan program ini terinspirasi dari inisiatif Kantor Kementerian Agama yang merilis tempat ibadah ramah pemudik. Polres Buleleng kemudian mengadopsi konsep serupa dengan memanfaatkan kantor polisi sebagai lokasi singgah bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh.

“Di sana pemudik bisa istirahat, bisa jadi rest area, bisa melaksanakan ibadah salat jika diperlukan, mandi, dan sebagainya,” ucap AKBP Ruzi.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *