"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Akses Faskes Terputus, Warga Honuk Bantu Ibu Hamil ke Puskesmas Soliu Kupang

Perjuangan Warga Desa Honuk dalam Menggotong Ibu Hamil ke Puskesmas

Di tengah keterbatasan infrastruktur dan kondisi alam yang tidak bersahabat, warga Desa Honuk, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terlihat melakukan perjuangan luar biasa untuk menyelamatkan nyawa seorang ibu hamil. Dalam video yang beredar di grup WhatsApp dan Facebook, tampak sejumlah warga bergantian menggotong Salomi Nomoetus-Bako, seorang ibu hamil dari Dusun III Desa Honuk, menyeberangi arus sungai dengan ketinggian air hampir mencapai pinggang orang dewasa.

Perjalanan tersebut dilakukan karena tidak adanya akses kendaraan yang bisa digunakan untuk menuju fasilitas kesehatan. Salomi harus dibawa ke Puskesmas Soliu untuk menjalani proses persalinan. Perjalanan sejauh enam kilometer dilakukan dengan berjalan kaki, sementara rombongan juga harus menerobos aliran kali sejauh dua kilometer akibat akses jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan.

Kondisi Geografis yang Menjadi Tantangan

Kondisi geografis yang didominasi oleh aliran sungai serta minimnya infrastruktur menjadi tantangan utama bagi masyarakat setempat, terutama saat musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang masih tinggi. Banyak wilayah di Kabupaten Kupang, khususnya di Amfoang, sering terisolasi akibat debit air yang meningkat.

Bidan Puskesmas Soliu, Serwin Foeh, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, Salomi tiba di puskesmas sekitar pukul 10.00 WITA dan langsung mendapatkan penanganan medis. “Pasien tiba sekitar jam 10 pagi, langsung ditangani dan sudah melahirkan. Saat ini masih dirawat intensif di Puskesmas Soliu,” ujarnya.

Upaya Evakuasi yang Dilakukan Warga

Proses evakuasi dilakukan oleh bidan desa bersama warga karena keterbatasan sarana transportasi. Upaya tersebut menjadi satu-satunya pilihan agar pasien segera mendapatkan pertolongan. Kejadian ini mendapat perhatian dari Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kupang, Elfrid Saneh.

Menurut Elfrid, kejadian tersebut mencerminkan masih rentannya akses layanan dasar di wilayah Amfoang, terutama pada penghujung musim hujan. “Bulan ini kita masih berada di penghujung musim hujan. Intensitas curah hujan masih tinggi dan berdampak besar pada daerah aliran sungai di seluruh wilayah Kabupaten Kupang, khususnya di Amfoang,” jelasnya.

Kerusakan Infrastruktur yang Membahayakan

Elfrid menjelaskan bahwa beberapa fasilitas seperti jembatan mengalami kerusakan sejak dua sampai lima tahun terakhir. Ini menjadi persoalan serius karena berdampak langsung pada pelayanan kesehatan dan aktivitas masyarakat. “Beberapa fasilitas seperti jembatan mengalami kerusakan sejak dua sampai lima tahun terakhir. Ini menjadi persoalan serius karena berdampak langsung pada pelayanan kesehatan dan aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Kondisi ini diperparah dengan kerusakan infrastruktur, terutama jembatan, yang belum tertangani dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuat banyak wilayah terisolasi saat curah hujan tinggi. “Ketika hujan dan debit air meningkat, akses benar-benar terputus. Kondisi ini membuat beberapa desa menjadi sangat terisolir,” katanya.

Solusi yang Disarankan untuk Mengatasi Masalah

Untuk mengatasi masalah ini, Elfrid mendorong adanya langkah strategis dari pemerintah daerah guna mengatasi persoalan tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. “Saya pikir perlu ada pengadaan alat bantu seperti kendaraan khusus atau perahu yang bisa standby untuk kondisi darurat, sehingga masyarakat tetap bisa dijangkau saat akses darat terputus,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi serupa, terutama untuk situasi darurat kesehatan. “Masyarakat juga perlu melakukan perencanaan. Untuk kondisi seperti persalinan, sebaiknya jauh-jauh hari sudah ada kesiapan lebih awal, misalnya dengan standby di puskesmas sebelum waktu persalinan tiba,” tambahnya.

Kesimpulan

Peristiwa yang dialami Salomi Nomoetus-Bako menjadi gambaran nyata tantangan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil Kabupaten Kupang. Di tengah keterbatasan infrastruktur dan kondisi alam yang tidak bersahabat, masyarakat masih harus mengandalkan gotong royong untuk menjangkau layanan dasar. Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah-wilayah yang rentan terisolasi saat musim penghujan.

Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *