Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Mencatat Rekor Tertinggi
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat puncak arus balik Lebaran 2026 sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah, dengan jumlah kendaraan mencapai 256.388 unit dalam sehari. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 223.163 kendaraan.
Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa angka tersebut meningkat sebesar 14,8 persen dibandingkan tahun lalu. Ia mengatakan bahwa puncak arus balik ini menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah. Meskipun volume kendaraan tinggi, kepadatan di beberapa ruas Tol Trans Jawa tetap dapat dikendalikan melalui berbagai skenario rekayasa lalu lintas.
Beberapa strategi yang diterapkan antara lain penerapan one way nasional dari arah Semarang dan one way lokal di wilayah Jawa Tengah, yaitu dari KM 560 hingga KM 414. Menurut Agus, meski kondisi lalu lintas cukup padat pada malam hari, situasi tetap terkendali. Hal ini juga terlihat di kawasan Cikampek, yang terkelola dengan baik.
Korlantas Polri juga mengoptimalkan penggunaan jalur tol fungsional, termasuk Japek II, untuk mengurai pertemuan arus kendaraan dari Jawa Barat di kawasan Cikampek. Agus menambahkan bahwa saat ini kondisi lalu lintas mulai menunjukkan tren landai setelah melewati puncak arus balik. Hal ini terlihat dari berkurangnya volume kendaraan dari arah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta menuju Jakarta.
Seiring dengan itu, Korlantas mulai melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas, termasuk mencabut sebagian skema one way nasional. Dari kilometer 414 sampai 263, sistem satu arah telah dicabut. Namun, dari kilometer 263 sampai 70 masih diberlakukan one way lokal tahap kedua.
Sampai saat ini, sekitar 58 persen kendaraan telah kembali ke Jakarta, atau sekitar 1,9 juta kendaraan. Sisa kendaraan diperkirakan akan terus berdatangan hingga 29 Maret 2026.
Penurunan Volume Kendaraan di Wilayah Ungaran
Sementara itu, arus balik Lebaran di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang, mulai menunjukkan tren penurunan. Meski masih terpantau ramai, kondisi lalu lintas terbilang lancar tanpa adanya penumpukan kendaraan, termasuk di kawasan rest area.
Pantauan di lapangan, Rabu kemarin, arus kendaraan melintas di Tol Ungaran dari arah Solo menuju Semarang masih ramai. Sementara, arah sebaliknya cenderung relatif landai. Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, mengatakan bahwa puncak arus balik telah terjadi dalam dua hari sebelumnya, yakni Senin (23/3/2026) dan Selasa (24/3/2026).
Hari ini, meski masih ramai, lalu lintas tetap lancar tanpa ada penumpukan di rest area. Seiring dengan menurunnya volume kendaraan, rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) juga telah dihentikan. Pencabutan dilakukan sejak Rabu pagi, setelah kondisi dinilai kembali normal.
“Untuk one way sudah dicabut. Tadi pagi dari Salatiga sampai Kalikangkung sudah saya hentikan, dan untuk saat ini lalu lintas di tol sudah kembali normal,” jelasnya.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap menyiapkan langkah antisipatif apabila terjadi lonjakan kendaraan secara tiba-tiba. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan kembali secara situasional jika dibutuhkan.
“Kalau ada lonjakan, tentu akan kami lakukan rekayasa seperti sebelumnya. Tapi untuk saat ini belum diperlukan,” ucapnya.
Data Arus Balik di Jalur Tol dan Arteri
Di jalur arteri, rekayasa lalu lintas masih diterapkan berupa penutupan penggal-penggal jalan di sejumlah titik sepanjang Ungaran hingga Bergas. Dari sisi data, jumlah kendaraan yang melintas dari Semarang ke Solo sejak 13-24 Maret tercatat mencapai 514.496 kendaraan. Angka tersebut mengalami kenaikan 54 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.
Data tersebut merupakan gabungan arus mudik dan arus lokal, termasuk masyarakat yang melakukan perjalanan wisata maupun silaturahmi. Sementara, kendaraan dari arah Solo menuju Semarang tercatat 269.124 kendaraan melalui jalur tol atau mengalami penurunan 45 persen.
“Penurunan 45 persen ini bukan berarti orang yang balik belum sepenuhnya melintas. Ada yang lewat arteri karena imbas one way,” jelasnya.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











