"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Bupati Jayapura Bersihkan Sungai Jaifuri untuk Cegah Banjir Danau Sentani

Peran Sungai Jaifuri dalam Menjaga Keseimbangan Danau Sentani

Dari 14 sungai yang mengalir ke Danau Sentani, hanya Sungai Jaifuri yang menjadi satu-satunya jalur pembuangan air menuju laut. Sungai ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem danau tersebut. Dalam bahasa lokal, Sungai Jaifuri dikenal sebagai “Kali Itauwfily” dan dianggap sebagai “nafas” bagi Danau Sentani.

Arnold Awoitauw, Ondoafi Kampung Yokiwa, menjelaskan bahwa sebelumnya, pasang-surut air danau adalah hal wajar yang dipengaruhi oleh musim angin. Namun, kini perubahan pola kenaikan air terjadi akibat perilaku manusia yang semakin memperburuk kondisi lingkungan. Faktor utama penyebabnya antara lain penumpukan sampah, penimbunan area resapan air, pendangkalan sungai, serta alih fungsi lahan.

Sampah dan sisa-sisa penebangan kayu sering kali menyumbat aliran air di muara sungai, sehingga menghambat kelancaran pengaliran air dari danau ke laut. Hal ini berdampak pada meningkatnya debit air danau yang mulai mengancam permukiman di sekitar danau. Untuk mengatasi masalah ini, Bupati Jayapura, Yunus Wonda, memimpin langsung aksi bakti sosial pembersihan Sungai Jaifuri di Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, pada Jumat (10/4/2026).

Aksi bakti ini melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur Forkopimda, komunitas lingkungan, masyarakat kampung, serta pemuda GKI Klasis Sentani. Selama pembersihan, tim menemukan banyak material kayu yang menghambat laju air. Bupati menjelaskan bahwa setelah dilakukan pembersihan, aliran air kembali lancar. Bahkan, saat kembali ke jembatan utama, arus air terasa cukup kencang.

Pemerintah Kabupaten Jayapura berencana mengambil langkah lebih jauh dengan melakukan pengerukan untuk membuka jalur air lebih luas. Salah satunya dengan mengeruk sedimen yang membentuk pulau-pulau kecil di sekitar Kampung Yahim. Bupati menegaskan bahwa Danau Sentani harus kembali ke posisi semula, dan pemerintah akan fokus pada pengerukan tersebut.

Tantangan dan Solusi dalam Pembersihan Sungai

Jimmy Carter Awoitauw, Ketua Tim Pembersih Sungai Jaifuri, mengusulkan agar pembersihan dilakukan secara terjadwal setiap empat bulan sekali, bukan hanya saat terjadi masalah. Ia menjelaskan bahwa selama kurun waktu 20 tahun terakhir, tim memiliki tanggung jawab membersihkan danau. Pembersihan dilakukan dalam musim-musim tertentu.

Untuk memastikan keberlanjutan, Jimmy mengusulkan agar pembersihan sungai dilakukan empat bulan sekali. Petugas juga perlu dilengkapi dengan armada perahu, senso, dan disiapkan relawan kampung untuk peremajaan dan pengawasan kali.

Menurut pengalamannya, membersihkan danau dikerjakan dengan mendirikan camp selama 14 hari kerja baru bisa merasakan dampaknya. Ia menyebutkan bahwa diperlukan 15-20 orang pekerja untuk proses pembersihan. “Jangan tiba masalah tiba akal,” ujarnya.

Tantangan lain dalam pembersihan kali adalah kondisi arus yang terkadang memaksa petugas menyelam untuk memotong barang pohon yang tenggelam. Jimmy mengungkapkan bahwa mereka membutuhkan fasilitas tambahan seperti speed boat, BBM, sensor, gergaji, bama, kelambu, dan genset.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *