"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Bisnis  

Arah Wall Street Pekan Ini: Investor Tunggu Laporan NVidia



JAKARTA — Gejolak di pasar saham teknologi diperkirakan akan kembali meningkat pada pekan ini. Hal ini terjadi karena para investor sedang menantikan laporan kinerja kuartalan dari perusahaan Nvidia Corp., yang menjadi pusat perdagangan saham berbasis kecerdasan buatan (AI) di bursa Wall Street.

Menurut laporan Reuters, pada perdagangan Jumat (14/11/2025), indeks S&P 500 ditutup dengan pergerakan mendatar setelah mengalami volatilitas tinggi selama beberapa hari terakhir. Penguatan pada tiga sesi awal sempat tertekan oleh aksi jual pada Kamis akibat ketidakpastian prospek ekonomi dan arah suku bunga acuan Amerika Serikat (AS). Ketidakpastian ini juga meredam optimisme atas berakhirnya penutupan pemerintahan (government shutdown) terpanjang dalam sejarah AS.

Indeks volatilitas saham Cboe VIX, yang sering disebut sebagai pengukur rasa takut pasar, sempat menyentuh level tertinggi dalam sebulan pada Jumat pagi. Hal ini disebabkan oleh melemahnya kontrak berjangka indeks. Investor tetap waspada terhadap kerentanan saham teknologi yang telah mengalami penurunan sepanjang bulan ini. Kekhawatiran bahwa euforia AI telah mendorong valuasi saham ke level yang terlalu mahal menjadi faktor utama.

Nvidia, sebagai produsen chip AI, menjadi barometer utama reli sektor tersebut. Kinerja Nvidia telah mengangkat kinerja berbagai saham teknologi dan perusahaan lain yang terlibat dalam ekspansi infrastruktur besar-besaran untuk mendukung penggunaan AI. Perusahaan ini disebut sebagai “episentrum” pembangunan ekosistem AI, sehingga laporan kinerja yang akan dirilis pada Rabu (19/11/2025) malam waktu setempat dinilai krusial, tidak hanya bagi sektor teknologi, tetapi juga industri lain seperti manufaktur dan utilitas.

“Jika pertumbuhan yang diharapkan pasar dari Nvidia tidak tercapai atau komentar manajemennya tidak sepositif yang diperkirakan, maka tekanan terhadap saham-saham bertema AI kemungkinan akan meningkat,” ujar Matt Orton, Chief Market Strategist Raymond James Investment Management.

Saham Nvidia telah melesat sekitar 1.000% sejak peluncuran ChatGPT pada November 2022. Selain itu, kenaikan lebih dari 40% sejak awal tahun menjadikan Nvidia sebagai perusahaan pertama yang menembus valuasi US$5 triliun bulan lalu. Bobot besar Nvidia juga membuat pergerakan saham ini sangat memengaruhi indeks. Nvidia memiliki porsi sekitar 8% di S&P 500 dan sekitar 10% pada indeks Nasdaq 100.

Ramalan Laba Nvidia

Konsensus analis memperkirakan Nvidia membukukan pertumbuhan laba per saham sebesar 53,8% secara tahunan pada kuartal fiskal III, dengan pendapatan mencapai US$54,8 miliar. Ekspektasi jangka panjang pun meningkat. Proyeksi pendapatan fiskal 2027 perusahaan ini telah naik 15% sejak akhir Mei menjadi sekitar US$285 miliar, berdasarkan data LSEG.

“Pasar sudah memasukkan banyak asumsi positif ke dalam harga saham. Karena itu, arahan manajemen ke depan akan sangat penting,” kata Melissa Otto, Head of Research S&P Global Visible Alpha.

Investor juga menanti komentar Nvidia terkait permintaan dan tren belanja modal (capex). Laporan keuangan sebelumnya dari raksasa teknologi seperti Microsoft dan Amazon menunjukkan belanja pembangunan pusat data dan infrastruktur AI masih tetap kuat.

“Dengan komitmen capex yang besar dari banyak perusahaan, seharusnya tidak ada sinyal pelemahan permintaan,” ujar Jimmy Chang, Chief Investment Officer Rockefeller Global Family Office.

Laporan Nvidia menjadi salah satu katalis pasar terbesar yang tersisa pada 2025. Meski S&P 500 telah membukukan kenaikan sekitar 14% sejak awal tahun, pelaku pasar tetap waspada terhadap kekhawatiran potensi “gelembung AI”.

“Kita memasuki fase di mana investor mulai menuntut bukti lebih kuat mengenai imbal hasil dan arus kas dari investasi AI,” kata James Ragan, Co-CIO dan Direktur Riset Manajemen Investasi D.A. Davidson.

Selain Nvidia, investor juga menanti laporan kinerja kuartalan dari sejumlah peritel besar seperti Walmart dan Home Depot pada pekan depan. Sejumlah data ekonomi yang tertunda akibat shutdown juga berpotensi dirilis.

Di tengah pelemahan sektor teknologi sepanjang bulan ini, sektor lain justru mencatatkan kinerja solid, termasuk kesehatan, material, dan keuangan. “Ada kesadaran baru di kalangan investor bahwa AI bukan satu-satunya tema investasi yang menarik,” ujar Ragan.

Fitri Rafifah

Seorang Jurnalis yang rutin meliput dunia kecantikan, lifestyle, dan keseharian. Ia suka mencoba skincare, menonton ulasan produk, dan memotret detail kecil. Hobinya membantu meningkatkan sensitivitasnya pada tren. Motto: “Kecantikan adalah cerita yang terus berubah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *