"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Amerika Khawatir DeepSeek Mengirim dan juga Menyalahgunakan Angka User ke China

Amerika Khawatir DeepSeek Mengirim dan juga juga Menyalahgunakan Angka User ke China

Pojokmedan.com – JAKARTA – Disela-sela ramainya isu TikTok di tempat Amerika, sekarang ini wadah Kecerdasan Buatan generatif China, DeepSeek, juga mencuri perhatian. Amerika menuduh sejumlah data pengguna dikirim dengan segera ke China. Hal ini berpotensi membuka jalan bagi pengawasan yang digunakan lebih lanjut ketat.

Tindakan peraturan yang diambil oleh Amerika Serikat baru-baru ini terhadap sistem video sosial milik Tiongkok, TikTok, memicu migrasi massal ke perangkat lunak Tiongkok lainnya, media sosial “Rednote.”

Sekarang, sistem kecerdasan buatan generatif dari pengembang China DeepSeek sedang meledak popularitasnya, mengakibatkan ancaman potensial terhadap dominasi Teknologi AI Negeri Paman Sam juga menawarkan bukti terbaru bahwa moratorium seperti larangan TikTok tak akan menghentikan orang Amerika untuk menggunakan layanan digital milik China.

DeepSeek, laboratorium penelitian Teknologi AI yang dimaksud dibuat oleh dana lindung nilai China, baru-baru ini mendapatkan popularitas pasca merilis model Artificial Intelligence generatif open source terbarunya yang dimaksud dengan mudah bersaing dengan wadah Amerika Serikat teratas seperti yang tersebut dikembangkan oleh OpenAI.

Namun, untuk membantu menghindari sanksi Negeri Paman Sam pada perangkat keras dan juga perangkat lunak, DeepSeek menciptakan beberapa solusi cerdas pada waktu merancang modelnya. Pada hari Senin, pencipta DeepSeek membatasi pendaftaran baru setelahnya mengklaim program yang dimaksud telah lama dibanjiri dengan “serangan jahat skala besar.”

Meskipun DeepSeek mempunyai beberapa model AI, beberapa di tempat antaranya dapat didownload lalu dijalankan secara lokal dalam laptop Anda, mayoritas orang kemungkinan akan mengakses layanan melalui aplikasi mobile iOS atau Android atau antarmuka obrolan webnya.

Seperti model Teknologi AI generatif lainnya, Anda dapat mengajukan pertanyaan dan juga mendapatkan jawaban; dengan mencari pada web; atau dapat menggunakan model penalaran untuk menjelaskan jawaban.

DeepSeek, yang dimaksud tampaknya belum membentuk departemen komunikasi atau kontak pers, tiada menanggapi permintaan komentar dari WIRED tentang proteksi data pengguna lalu sejauh mana ia memprioritaskan inisiatif privasi data.

Namun, ketika orang-orang berebut untuk menguji sistem AI, permintaan yang disebutkan mengakibatkan isu pada bagaimana startup China menghimpun data pengguna juga mengirimkannya ke Tiongkok.

Pengguna telah terjadi melaporkan beberapa contoh DeepSeek menyensor konten yang mencela China atau kebijakannya.

Pengaturan Teknologi AI tampaknya mengoleksi sejumlah informasi—termasuk semua instruksi obrolan Anda—dan mengirimkannya kembali ke China.

“Seharusnya tidak ada perlu panik berhadapan dengan Teknologi AI China. Sebagian besar perusahaan pada industri menetapkan ketentuan tentang bagaimana merek menggunakan data pribadi Anda,” kata John Scott-Railton, peneliti senior dalam Citizen Lab Universitas Toronto. “Dan bahwa ketika Anda menggunakan layanan mereka, Anda melakukan pekerjaan untuk mereka, bukansebaliknya.”

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *