"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Bisnis  

Truk Sampah Tertahan di TPA Sarimukti, Layanan Pengangkutan Bandung Terganggu

Bandung Menghadapi Darurat Sampah, Pemkot Percepat Pembangunan Fasilitas Pengolahan

Kota Bandung kembali mengalami penumpukan sampah yang memicu kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Status darurat sampah yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup semakin memperparah situasi di kota ini. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah setempat tengah mempercepat pembangunan fasilitas-fasilitas pengolahan sampah, termasuk insinerator.

Pada Selasa 11 November 2025, sebanyak 43 truk pengangkut sampah tertahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Masalah serupa kembali terjadi pada Rabu 12 November 2025 pagi. UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung memberikan informasi melalui akun Instagram mereka bahwa sebanyak 38 truk pengangkut sampah masih tertahan di TPA Sarimukti sejak malam hari. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam pelayanan pengangkutan sampah di beberapa wilayah.

Penyebab utama dari kejadian ini adalah antrean armada yang sangat padat di area TPA Sarimukti. Antrean ini menghambat proses pembuangan dan pergerakan truk. Petugas DLH berusaha maksimal untuk mempercepat proses, tetapi situasi ini tetap menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa dalam dua hari terakhir ini ia mengikuti rapat dengan tim dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait skema penanganan darurat sampah. Ia menjelaskan beberapa masalah utama yang dihadapi Kota Bandung dalam mengelola sampah.

Salah satu isu utama adalah pengurangan kuota pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. Kuota ini sudah berkurang sejak bulan Oktober. Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah kota berupaya memastikan bahwa kuota yang tersedia, yaitu sekitar 900 ton per hari, tidak terhambat. Farhan menekankan bahwa kendala dalam pengangkutan sampah hanya akan memperburuk situasi.

Dalam sehari, produksi sampah di Kota Bandung mencapai sekitar 1.500 ton. Dengan pembatasan kuota pembuangan sampah ke TPA Sarimukti, ratusan ton sampah di kota ini tidak terangkut dan terus terakumulasi. Untuk mengatasi masalah ini, pihak pemerintah melakukan tata ulang tempat penyimpanan sampah sambil menunggu giliran pengangkutan ke TPA Sarimukti.

Farhan juga menjelaskan bahwa saat ini di beberapa wilayah yang belum memiliki fasilitas pengolahan sampah terjadi penumpukan sampah. Penumpukan ini masuk dalam antrean untuk diangkut secara bergilir ke TPA Sarimukti.

Percepatan Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah

Selain itu, pemerintah kota sedang mempercepat pembangunan fasilitas-fasilitas pengelolaan sampah. Fasilitas tersebut bisa berupa pengelolaan sampah organik atau pemusnahan sampah menggunakan teknologi thermal. Salah satu proyek yang sedang dikerjakan adalah pengoperasian insinerator. Insinerator ini ditargetkan dapat beroperasi di empat titik baru dalam beberapa bulan mendatang.

Mudah-mudahan, dalam 2-3 bulan ke depan, beberapa fasilitas baru, terutama insinerator, bisa segera dioperasikan. Meskipun pembangunan insinerator membutuhkan waktu dan sertifikasi dari kementerian yang sangat serius, pemerintah kota tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini.

Selain itu, Pemkot Bandung juga sedang melakukan revitalisasi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Babakan Siliwangi. Revitalisasi ini mencakup penyediaan teknologi baru untuk mengatasi bau sampah di TPST Babakan Siliwangi.

TPST Babakan Siliwangi, yang dibuka sejak 2023 karena darurat sampah pada saat itu, kini sedang direnovasi. Pihak pemerintah juga sedang mencoba sebuah teknologi baru untuk menghilangkan bau sampah yang tertumpuk lebih dari dua hari.


Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *