"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Letusan Gunung Semeru, KSAD Perintahkan Pasukan Jadi yang Terdepan Bantu Warga

Gunung Semeru Kembali Meletus, Ratusan Warga Mengungsi

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Rabu (19/11/2025) WIB. Erupsi ini memicu peningkatan status ke Level IV (Awas), yang menyebabkan ratusan warga di sekitar gunung mengungsi. Selain itu, akses vital seperti jalur Lumajang–Malang juga terganggu akibat material vulkanik yang menutupi jembatan dan jalan.

Material panas dari erupsi mencapai kawasan vital seperti Jembatan Gladak Perak, yang menjadi jalur utama penghubung antara dua kabupaten tersebut. Abun vulkanik juga menyelimuti permukiman, lahan pertanian, serta menyebabkan hujan abu di beberapa kecamatan. Wilayah-wilayah yang terdampak antara lain Desa Supiturang dan Desa Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

TNI AD Berperan Penting dalam Bantuan Darurat

Dalam situasi darurat ini, TNI Angkatan Darat (AD) turun langsung ke lapangan untuk membantu evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan pasca-bencana. Jajaran TNI AD melalui Korem 083/Baladhika Jaya Kodam V/Brawijaya telah bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono menyampaikan bahwa Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta prajurit TNI AD selalu menjadi yang terdepan dalam mengatasi kesulitan rakyat. TNI memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana, mulai dari evakuasi korban hingga pemulihan pasca-bencana.

Selama masa darurat, prajurit TNI AD bersama instansi lainnya terus mengecek kondisi pengungsi di sembilan titik pengungsian. Salah satu lokasi utama adalah SDN 04 Supiturang, tempat para pengungsi mendapatkan layanan kesehatan, logistik harian, perlindungan kelompok rentan, serta fasilitas pengungsian yang memadai.

Di samping itu, prajurit TNI AD juga membantu pengamanan wilayah sekitar, mobilitas warga, dan penataan jalur evakuasi. Mereka menyalurkan 19 item bantuan, termasuk selimut, kebutuhan balita, pakaian anak, perlengkapan mandi, serta sembako dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan awal para pengungsi selama proses darurat berlangsung.

Sembilan Lokasi Pengungsian

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya sembilan lokasi pengungsian dengan total pengungsi mencapai 1.116 jiwa hingga Kamis (20/11/2025) pukul 19.30 WIB. Lokasi pengungsian tersebar di berbagai tempat, seperti Rumah Kepala Desa Sumbermujur, Kantor Kecamatan Candipuro, Pom Mini Desa Supiturang Kecamatan Pronojoyo, SDN Supit Urang 04, SDN Sumber Urip 02, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Nurul Jadid Desa Supit Urang, Bumdes Desa Sumber Urip, dan Masjid Oro-oro Ombo.

Sebagian besar pengungsi sudah mulai kembali ke rumah mereka, namun pemerintah daerah melalui BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Lumajang beserta unsur terkait masih berupaya memenuhi kebutuhan dasar pengungsi yang tetap bertahan di pos pengungsian. Upaya tersebut meliputi pendirian dapur umum, pendistribusian bantuan logistik, serta penyediaan peralatan seperti terpal, selimut, dan alat pelindung diri (APD).

TNI AD Bekerja Bersama Instansi Lain

TNI AD tidak bekerja sendirian dalam penanganan bencana ini. Mereka bekerja berdampingan dengan BPBD, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan berbagai elemen masyarakat untuk mempercepat pemulihan dan memastikan setiap langkah penanganan bencana dijalankan secara aman dan manusiawi.


Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *