"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Harga RAM PC Dunia Melonjak 500 Persen

Kenaikan Harga Memori dan SSD di Pasar Global

Harga memori komputer (RAM) dan penyimpanan SSD (solid state drive) di pasar global mulai mengalami kenaikan signifikan sejak pertengahan 2025. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan permintaan dari industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang menyerap kapasitas produksi memori jenis Dynamic Random-Access Memory (DRAM) dan NAND dalam jumlah besar.

Dalam laporan PCGamer, sejumlah produsen memori besar seperti Samsung dan SK Hynix disebut akan menaikkan harga DRAM dan NAND hingga 30 persen untuk kuartal keempat tahun ini (Oktober – Desember). Sebagai dampaknya, beberapa peritel terpaksa menaikkan harga RAM dan SSD yang mereka jual. Salah satunya adalah CyberPowerPC, sebuah peritel asal AS yang biasa merakit PC.

Lewat unggahan X (dahulu Twitter), CyberPowerPC memutuskan menaikkan harga semua sistem dan komponen yang mereka jual mulai 7 Desember 2025 mendatang. Menurut CyberPowerPC, hal ini dipicu oleh kenaikan harga RAM yang mencapai 500 persen, serta SSD yang meningkat sekitar 100 persen sejak awal Oktober 2025 lalu. Beberapa toko di AS juga dilaporkan melepas label harga untuk beragam komponen RAM yang dijual.

Berdasarkan laporan PCWorld, hal ini ditemukan di dua toko besar di AS yang menjual komponen komputer, yaitu Central Computers dan Micro Center. Kedua toko ini kompak tidak mengumbar harga RAM yang dijual karena alasan “harga pasar yang tidak menentu”. Adapun harga asli dari RAM yang dijual di toko-toko ini kabarnya bisa diketahui jika pembeli menemui staf toko secara langsung dan menanyakan informasi terkait harga.

Kenaikan Harga Mulai Pertengahan Tahun

Sejak pertengahan 2025, berdasarkan data pemantau harga komponen komputer, termasuk RAM, yaitu PCPartPiker, harga RAM terpantau sudah naik sejak pertengahan tahun ini, sekitar Juni dan berlanjut hingga Oktober 2025. Kenaikan harga ini terjadi untuk semua tipe RAM.

Untuk RAM DDR5-6000 32 GB, misalnya, kini dijual di atas harga 200 dollar AS (sekitar Rp 3,3 juta). Padahal sebelumnya, harga tipe RAM ini berkisar di bawah 100 dollar AS (sekitar Rp 1,6 juta). Lalu untuk RAM tipe DDR4-3600 32 GB, harganya kini berkisar di angka 150 dollar AS (sekitar Rp 2,4 juta), naik sekitar dua kali lipat dari harga ritel sebelumnya di kisaran 80 dollar AS (sekitar Rp 1,3 juta).

Dampak di Indonesia

Di Indonesia, kenaikan harga RAM juga tampaknya sudah terjadi, seperti tampak pada gambar di bawah ini. Pantauan KompasTekno di beberapa marketplace yang ada di Tanah Air pada Kamis (27/11/2025), harga RAM DDR5 32 GB terpantau berada di kisaran Rp 3 juta – Rp 5 juta, tergantung tipe, merek, dan spesifikasinya. Lalu untuk varian 64 GB, harganya bisa menyentuh angka Rp 10 juta ke atas, tergantung juga merek dan kecepatan RAM tersebut.

Harga memori DDR4 juga terdampak. Untuk varian 64 GB, misalnya, beberapa peritel menjualnya di kisaran angka Rp 5 juta – Rp 7 juta, harga bervariasi sesuai merek dan spesifikasi RAM.

Mengutip WPG Indonesia, salah satu distributor komponen PC di Indonesia, harga beberapa kit RAM DDR5 global saat ini melonjak lebih dari 170 persen dibanding akhir 2024. Sebagai gambaran, kit DDR5 32 GB yang tadinya sekitar 80 dollar AS (sekitar Rp 1,2 juta) kini menembus 160–170 dollar AS (sekitar Rp 2,4–2,5 juta). “Lonjakan di tingkat global ini ikut mendorong kenaikan harga RAM di pasar ritel Indonesia,” tulis WPG di blog resminya.

Penyebab Kenaikan Harga RAM

Sejumlah analis memprediksi kenaikan harga RAM ini mungkin akan terus berlangsung selama beberapa tahun ke depan dan belum akan membaik dalam waktu dekat. Kenapa? Karena banyak perusahaan AI belakangan berbondong-bondong meningkatkan kemampuan sistem dan server mereka untuk menopang beban kerja AI.

Selain pengolah grafis (GPU), mesin AI memang membutuhkan RAM yang besar dan banyak agar bisa berjalan dengan lancar. Kabarnya, produsen memori kini memprioritaskan pembuatan DRAM dan NAND untuk server AI yang cenderung membutuhkan kapasitas jauh lebih besar dibanding pasar PC konsumen.

Selain itu, komponen High Bandwidth Memory (HBM) yang digunakan server AI juga “menyedot” jalur produksi DRAM, dan ini membuat pasokan untuk RAM PC juga ikut berkurang. Ini juga berbarengan dengan lonjakan pesanan RAM dengan jumlah besar dari perusahaan AI raksasa seperti OpenAI, Nvidia, dan penyedia cloud.

Dua produsen memori global, yaitu Adata dan Team Group, membenarkan bahwa industri memori kini menghadapi “kekurangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya”, mencakup DRAM, NAND, hingga komponen Hard Disk Drive (HDD). Menurut sejumlah analis, kondisi ini akan terus berlangsung karena ekspansi AI terus meningkat, dan penambahan kapasitas pabrikan, yang secara logika bisa menjadi solusi kelangkaan memori dan bisa menekan harga, tak mungkin bisa dilakukan begitu saja.

Sebab, pembangunan fasilitas semikonduktor biasanya memang tidak instan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TomsHardware.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *