Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, kembali berlaga dalam BWF World Tour Finals 2025. Ini adalah kali kedua bagi pasangan ini tampil di ajang bergengsi tersebut dalam dua musim berturut-turut.
Sabar/Reza memiliki peluang untuk menjadi kuda hitam dalam persaingan yang ketat di BWF World Tour Finals 2025. Ajang ini akan digelar di Hangzhou, Tiongkok, pada 17 hingga 21 Desember 2025.
Pasangan non-Pelatnas ini datang dengan bekal yang lebih matang. Tahun ini, mereka ditemani oleh legenda ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan, sebagai pelatih pribadi. Bersama Hendra, Sabar/Reza berhasil mencapai dua final turnamen BWF World Tour sepanjang tahun ini, yaitu Indonesia Open 2025 (Super 1000) dan Hylo Open 2025 (Super 500).
Namun, Sabar/Reza masih kesulitan memecahkan kebuntuan sejak meraih kesuksesan terakhir mereka pada Spain Masters 2024. Mereka harus puas menjadi runner-up dalam dua turnamen tersebut. Totalnya, sudah tujuh kali Sabar/Reza tampil di final tanpa bisa meraih gelar juara.
Di panggung BWF World Tour Finals, Sabar/Reza pernah mencapai semifinal pada debutnya di 2024. Mereka kalah dari pasangan Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, yang akhirnya menjadi juara.
Hendra Setiawan, yang menjadi pelatih pribadi Sabar/Reza, tidak memiliki target yang terlalu tinggi. Ia berharap pasangan ini bisa menyamai pencapaian tahun lalu.
“Ini yang kedua. Tahun lalu kalau tidak salah sampai semifinal, saya belum ikut,” ujar Hendra di Jakarta. “Mudah-mudahan mereka bisa menyamai itu.”
Sabar/Reza akan menghadapi persaingan yang sangat ketat. Favorit juara adalah pasangan nomor satu, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, yang telah memenangkan 10 gelar juara sepanjang tahun ini. Selain itu, pasangan lain yang juga diunggulkan adalah rekan senegara Sabar/Reza, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Fajar/Fikri lolos ke BWF World Tour Finals 2025 setelah hanya delapan kali bertanding. Pasangan Pelatnas Cipayung ini sedang dalam performa apik dengan lima final dan satu gelar juara.
Sabar/Reza belum pernah menang atas Fajar/Fikri dalam tiga pertemuan. Terakhir, mereka kalah dari Fajar/Fikri di semifinal Australian Open 2025 dengan skor rubber game 15-21, 21-19, 16-21.
Sebelumnya, Sabar/Reza juga kalah dari Fajar/Fikri di Japan Open dan China Open, meski di atas kertas lebih diunggulkan.
Hendra melihat peningkatan signifikan dari performa Sabar/Reza. Meskipun kalah, mereka mampu memberikan perlawanan sengit kepada Fajar/Fikri.
“Kalahnya setelah ada perlawanan dengan Fajar/Fikri ya. Dari sebelumnya dua kali kalah straight, ini bisa rubber dan juga mepet,” ujarnya.
Namun, Hendra mengakui bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Ia menilai kesulitan yang dialami Sabar/Reza karena gaya permainan yang mudah ditebak oleh Fajar/Fikri, yang merupakan pasangan satu negara.
Selain itu, mereka pernah berlatih bersama di Pelatnas hingga Sabar/Reza mundur pada akhir tahun 2021 dan memulai karier sebagai pemain independen.
Dari sisi Fajar/Fikri, mereka fokus pada diri sendiri dalam menghadapi BWF World Tour Finals 2025. Hal ini disampaikan oleh Fikri saat konferensi pers Indonesia Masters 2026.
“Persaingan di World Tour Finals, ada delapan pasangan terbaik, kan? Jadi, memang sangat tidak mudah,” ujar Fikri.
“Persiapannya kami harus lebih siap lagi baik dari segi teknik, fokus, mental, dan fisiknya juga harus ditingkatkan lagi,” tambahnya.
“Kalau persiapan khususnya, ya, tidak ada juga, ya, maksudnya, persiapannya seperti biasa.”
“Fokus saya dengan Fajar memang sedikit berbeda, karena saya lebih muda dan Fajar usianya tidak semuda saya. Jadi, persiapannya pasti berbeda. Saya fokus ke diri saya sendiri untuk meningkatkan skill, mental, dan fisik di lapangan,” tutup Fikri.











