"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Bisnis  

Pertamina SMEXPO Dorong Inovasi Kopi Tanpa Ampas Masuk Pasar Global

Koffiku: Kopi Tanpa Ampas yang Ramah Lambung dan Menembus Pasar Global

Kopi menjadi salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia, tetapi tidak jarang para pecinta kopi mengalami kendala pada lambung. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, brand kopi asal Surabaya, Koffiku, hadir dengan produk kopi tanpa ampas yang aman bagi pencinta kopi. Produk ini dirancang agar lebih halus di lambung tanpa mengorbankan rasa.

Koffiku tidak hanya sukses di dalam negeri, tetapi juga berhasil menembus pasar internasional. Berkat partisipasi dalam berbagai ajang pameran bersama Pertamina, Koffiku berhasil mendapatkan pembeli dari berbagai negara. Brand ini merupakan UMKM mitra binaan Pertamina yang terus berkembang pesat.

Ira Susanti, Export Marketing Koffiku, menceritakan bahwa brand ini lahir dari kebutuhan sang pemilik, Lidia Silvi Listio, yang menyukai kopi tetapi memiliki masalah asam lambung. “Beliau suka kopi, tetapi banyak produk kopi instan tanpa ampas yang rasanya terlalu keras untuk lambung. Akhirnya beliau membuat formulanya sendiri,” jelas Ira saat ditemui di sela Pertamina SMEXPO yang berlangsung di Bintaro Xchange sejak 25 hingga 30 November 2025.

Silvi kemudian meracik kopi hitam yang lebih ramah bagi lambung. Formulanya berkembang menjadi dua varian utama, yaitu kopi hitam tanpa ampas yang menggunakan arabika Mandailing dan robusta Temanggung. Selain itu, ada Coffee Mix tanpa gula yang diracik dengan campuran robusta dan creamer bersumber nabati. Keduanya dirancang no ground, benar-benar tanpa ampas, sehingga lebih halus di lambung.

“Selama ini, coffee mix pasti identik dengan rasa manis gula. Kami buat versi yang lebih ringan dan nyaman di lambung,” jelas Ira. Dengan inovasi ini, Koffiku memberikan alternatif yang cocok bagi konsumen yang sensitif terhadap rasa atau kondisi kesehatan tertentu.

Sebagai UMKM, Koffiku sadar bahwa mereka bersaing di pasar yang dikuasai oleh perusahaan besar. Namun strategi mereka jelas, yaitu dengan memaksimalkan media sosial, memperluas jaringan melalui berbagai pameran internasional seperti Trade Expo Indonesia (TEI), serta aktif mengikuti program binaan dari Pertamina termasuk Pertamina SMEXPO.

“Lewat dukungan Pertamina, kami berhasil mendapatkan potensi kerja sama dengan buyer dari Pakistan,” tutur Ira. Dalam pengembangan produknya, Koffiku juga menargetkan pasar internasional dengan mengikuti pameran kopi di Zurich, Swiss. Produk mereka juga sudah dipromosikan melalui jejaring reseller, termasuk titip jual ke rekan bisnis di luar negeri.

Ira yang berpengalaman dalam urusan ekspor dan pernah memasukkan produk ke Dubai dan jaringan ritel Lulu Group, menyebut bahwa saat ini Koffiku tengah membidik pasar Amerika, Saudi Arabia, India, Pakistan, hingga Eropa. Sejumlah calon buyer sudah ditemui melalui berbagai event dan program UMKM.

Di Indonesia, produk Koffiku sudah tersedia di Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan sejumlah marketplace lain. Perusahaan juga sedang dalam proses masuk ke minimarket lokal di Surabaya, Jogja, dan Malang.

Meskipun masih UMKM, kapasitas produksi Koffiku sudah cukup signifikan. Rata-rata produksi mencapai sekitar 10 ton per bulan yang dibagi ke enam varian kopi yang semuanya memiliki permintaan cukup seimbang.

Bergabung sebagai mitra binaan Pertamina memberikan dorongan nyata, khususnya dari sisi promosi dan akses pasar. “Keuntungannya jelas. Untuk UMKM, ikut pameran itu modalnya besar. Melalui Pertamina, promosi offline jadi jauh lebih terjangkau dan efektif,” kata Ira.

Selain itu, Pertamina juga membantu mempertemukan Koffiku dengan calon buyer internasional, meski proses ekspor membutuhkan kemampuan teknis yang lebih matang. Salah satu tantangan yang dihadapi Koffiku saat ini adalah proses sertifikasi HACCP yang masih tertunda. Sertifikasi ini sangat penting untuk ekspor, terutama di pasar Eropa.

“Tidak tahu kenapa prosesnya lama. Padahal ini penting untuk kami,” ungkap Ira. Dengan kombinasi formulasi yang ramah lambung, strategi pengembangan yang agresif, serta dukungan dari berbagai program UMKM, Koffiku menargetkan produk mereka bisa menembus lebih banyak pasar global.

“Kami sedang menuju marketplace internasional. Permintaan ada, tinggal kami percepat kelengkapan dokumen dan ekspornya,” ujar Ira optimistis. Dari Surabaya, Koffiku ingin membuktikan bahwa inovasi rasa dan kenyamanan dapat membuat produk UMKM mampu bersaing dengan pemain besar bahkan hingga ke mancanegara.

Fitri Rafifah

Seorang Jurnalis yang rutin meliput dunia kecantikan, lifestyle, dan keseharian. Ia suka mencoba skincare, menonton ulasan produk, dan memotret detail kecil. Hobinya membantu meningkatkan sensitivitasnya pada tren. Motto: “Kecantikan adalah cerita yang terus berubah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *