"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Bisnis  

Agen BRILink Jadi Penjaga Keamanan Keuangan Masyarakat

Pengalaman Petugas BRILink Menyelamatkan Warga dari Penipuan

Di tengah teriknya matahari di kawasan Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (8/11/2025), sebuah kios kecil bernama “Toko Tanjung” yang menjadi Agen BRILink berada dalam keadaan biasa. Di dalam kios tersebut, Afni Afriani (24), petugas teller, sedang menyiapkan diri untuk berganti shift dengan rekan kerjanya ketika seorang ibu berusia sekitar 60-an tahun masuk dengan wajah cemas dan agak tergesa-gesa.

Ibu tersebut membawa selembar kertas kusut yang berisi nomor rekening dan handphone serta pesan singkat: transfer uang Rp 500 ribu untuk biaya pencairan hadiah. Ia mengaku bahwa ia telah menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai panitia undian di Facebook, yang menyatakan bahwa ia menang undian dan harus mentransfer uang dalam waktu 30 menit.

Afni, yang sudah terbiasa dengan berbagai jenis transaksi, langsung merasa curiga. Ia memahami bahwa ini adalah modus penipuan keuangan. Ia memberikan penjelasan kepada si ibu bahwa tidak ada lembaga resmi yang meminta transfer uang untuk pencairan hadiah. Ia juga mencoba menghubungi nomor telepon yang tertera di kertas, namun ternyata tidak aktif.

Si ibu akhirnya menyadari bahwa dirinya hampir tertipu. Ia menghela napas panjang dan merasa lega karena dapat bertanya kepada petugas BRILink sebelum melakukan transaksi. Afni menjelaskan bahwa kehadiran petugas BRILink sangat penting dalam melindungi masyarakat dari ancaman penipuan keuangan.

Modus Penipuan yang Sering Terjadi

Setahun bekerja sebagai petugas teller di Agen BRILink “Toko Tanjung”, Afni mengaku pernah menemukan belasan kasus serupa. Ada masyarakat yang berhasil mencegah transfer uang karena bertanya kepada petugas, tetapi ada juga yang akhirnya tertipu dan mentransfer biaya administrasi tanpa memperoleh hadiah sama sekali.

Pemilik Agen BRILink “Toko Tanjung”, Imran Tanjung (49), mengatakan bahwa selain penipuan undian, ada beberapa modus lain seperti permintaan transfer uang sebagai syarat pencairan pinjaman online atau pembelian mobil. Nomor rekening yang digunakan sering kali sama, sehingga membuat Imran yakin bahwa masyarakat sedang dalam ancaman penipuan.

Peran Agen BRILink dalam Literasi Keuangan

Imran dan Dimas Andri Darmawan, pemilik Agen BRILink “Darmawan” di Desa Tuntungan 2, mengatakan bahwa keberadaan Agen BRILink tidak hanya memudahkan akses layanan perbankan, tetapi juga menjadi penjaga pertama literasi keuangan. Petugas BRILink dapat memberi penjelasan tentang cara melakukan transaksi yang aman dan mengenali tanda-tanda penipuan.

Ketika masyarakat ragu atas telepon atau pesan yang meminta transfer sejumlah uang untuk pencairan hadiah, petugas BRILink akan memeriksa tujuan transaksi, memberikan penjelasan, dan menolak untuk memproses transaksi yang mencurigakan.

Data Kerugian Akibat Penipuan Digital

Menurut data IASC (Inisiatif Anti-Scam Centre) yang dikelola Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kerugian masyarakat karena penipuan online mencapai Rp 4,8 triliun hingga Agustus 2025. Dari jumlah kerugian tersebut, Rp 350,3 miliar di antaranya telah diblokir.

Selain itu, data Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti), sejak November 2024 hingga Agustus 2025, Satgas PASTI telah menemukan 22.993 nomor telepon dilaporkan terkait dengan penipuan.

Kontribusi Agen BRILink dalam Ekonomi Daerah

Imran mengatakan bahwa menjadi Agen BRILink sejak 2015, kini ia telah mengelola tujuh gerai. Setiap hari, setiap gerai membukukan transaksi antara 100 hingga 300 transaksi per hari. Jika dihitung dari tujuh gerai, jumlahnya mencapai 20 ribu hingga 25 ribu transaksi per bulan dengan pendapatan Rp 80 juta hingga Rp 100 juta per bulan.

Sedangkan Dimas, telah menjadi Agen BRILink sejak 2018. Melalui satu gerai yang ia kelola dan buka setiap hari mulai pukul 08.00-21.00 WIB, Agen BRILink “Darmawan” mampu membukukan sekitar 150-an transaksi setiap hari. Jika diakumulasikan, dalam sebulan, mencatat pendapatan bersih sekitar Rp 20 juta.

Pendampingan Berkelanjutan untuk Masyarakat

Pengamat Ekonomi sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Methodist Indonesia (UMI) Medan, Rintan Saragih, mengatakan bahwa meskipun bukan merupakan tugas utama agen, kenyataan di lapangan membuat petugas Agen BRILink kerap menjalankan fungsi sebagai “penjaga pertama literasi keuangan”. Ketika agen menolak transaksi keuangan yang mencurigakan, memberi penjelasan tentang modus penipuan, dan meminta warga untuk mengecek transaksi digital di handphonenya, Agen BRILink sedang menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.

Rintan menilai, di tengah berkembangnya banyak modus penipuan, kolaborasi antara Agen BRILink, masyarakat, dan Bank BRI menjadi kunci menciptakan transaksi digital yang aman. “Jika masing-masing pihak berperan dengan baik, Agen BRILink tak hanya tempat bertransaksi, tapi membentengi, menjaga dan memastikan masyarakat dapat melakukan transaksi tanpa perlu khawatir,” katanya.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *