Gempa di Purwakarta dan Pangandaran Mengguncang Jawa Barat
Gempa bumi kembali terjadi di wilayah Jawa Barat, dengan dua peristiwa yang tercatat pada hari Selasa (2/12/2025). Pertama, gempa yang terjadi di sekitar Purwakarta, kemudian diikuti oleh gempa di Pangandaran. Kedua kejadian ini memiliki karakteristik berbeda, baik dari segi lokasi maupun kedalaman.
Pada sore hari, gempa bumi mengguncang Purwakarta dengan kekuatan Magnitudo 2,3. Berdasarkan laporan BMKG Wilayah II, gempa terjadi pukul 16.33 WIB. Titik pusat gempa berada di darat, tepatnya 14 km Barat Laut Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kedalaman gempa mencapai 9 km, sehingga guncangan terasa lebih kuat dibandingkan gempa yang terjadi di laut. Skala intensitas gempa di Purwakarta berada pada tingkat II-III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah.
BMKG juga merilis informasi melalui akun X @bmkgwilayah2, menjelaskan detail gempa tersebut. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa gempa terjadi di koordinat 6,49 LS – 107,34 BT, dengan kedalaman 9 km. Meskipun gempa tidak terlalu besar, masyarakat di sekitar area tetap diminta untuk waspada dan memperhatikan perkembangan informasi selanjutnya.
Sebelumnya, pada pagi hari, gempa bumi lainnya juga terjadi di Pangandaran. Gempa ini memiliki kekuatan Magnitudo 3,0 dan terjadi pukul 07.07 WIB. Titik pusat gempa berada di laut, 196 km Selatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kedalaman gempa mencapai 55 km, sehingga dampaknya lebih ringan dibandingkan gempa di Purwakarta. Meskipun begitu, masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari instansi terkait.
Skala Gempa MMI: Apa yang Perlu Diketahui?
Berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang digunakan oleh BMKG, berikut penjelasan mengenai tingkat intensitas gempa:
- I MMI: Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.
- II MMI: Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan seperti lampu gantung bergoyang.
- III MMI: Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Terasa seperti ada truk yang melewati rumah.
- IV MMI: Dirasakan oleh banyak orang di dalam dan luar rumah, gerabah pecah, jendela dan pintu bergoyang.
- V MMI: Dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, barang terpelanting, dan bandul lonceng bisa berhenti.
- VI MMI: Dirasakan oleh semua orang, kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh.
- VII MMI: Semua orang di rumah keluar, bangunan dengan konstruksi baik mengalami kerusakan ringan.
- VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan kuat, keretakan pada bangunan kurang baik, cerobong asap roboh.
- IX MMI: Bangunan kuat rusak, rangka rumah tidak lurus, pipa dalam rumah putus.
- X MMI: Bangunan kayu kuat rusak, tanah terbelah, rel melengkung, dan longsoran terjadi.
- XI MMI: Hanya sedikit bangunan yang masih berdiri, jembatan rusak, dan rel sangat melengkung.
- XII MMI: Hancur total, gelombang tampak di permukaan tanah, benda terlempar ke udara.
Tindakan yang Harus Dilakukan Saat Gempa Terjadi
Saat gempa terjadi, tindakan yang tepat sangat penting untuk menjaga keselamatan. Berikut langkah-langkah yang direkomendasikan:
-
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, hindari panik dan usahakan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam, lalu lihat situasi sekitar untuk menentukan tempat aman. -
Di dalam rumah
Jika sedang berada di dalam ruangan, carilah tempat aman seperti di bawah meja. Lindungi kepala dengan bantal, helm, atau tangan yang tertelungkup. -
Di luar ruangan
Jika sedang berada di luar, segera jauhi gedung dan tiang, lalu cari daerah terbuka. Jangan melakukan apa pun karena bisa saja terjadi gempa susulan. -
Di kerumunan
Jika sedang berada di tempat ramai, ikuti arahan petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat. -
Di gunung atau dataran tinggi
Bergeraklah ke daerah lapang dan hindari lereng yang rentan longsor. -
Di laut
Jika gempa terjadi di bawah laut, waspadai potensi tsunami dan segera ke dataran tinggi. -
Di dalam kendaraan
Jika sedang berkendara, pegang erat dan berhenti di tempat yang aman. Hindari jalanan sempit atau dekat bangunan.











