Profil Bernadine Anindya Wardana: Talent Muda yang Menembus Dunia Bulu Tangkis
Bernadine Anindya Wardana kini menjadi sorotan publik setelah tampil gemilang di ajang SYED MODI India International 2025. Bersama pasangannya di sektor ganda campuran, Dejan Ferdiansyah, ia berhasil meraih gelar juara dan menunjukkan potensi besar sebagai salah satu talenta muda yang menjanjikan.
Prestasi ini bukan hanya membuka babak baru dalam perjalanan karier Bernadine, tetapi juga membuat banyak pencinta bulu tangkis ingin mengetahui lebih jauh mengenai latar belakang, asal-usul, hingga perkembangan karier atlet muda asal Klaten ini.
Gelar juara SYED MODI India International 2025 menjadi medali pertama mereka di ajang BWF Super 300. Sejak dipasangkan pada pertengahan tahun 2025, pasangan ini menunjukkan progres apik dan telah memenangkan juara Al Ain Masters 2025 yang berlevel Super 100. Di partai puncak, mereka menundukkan pasangan Thailand Akkapon Teeraratsakul/Sapsiree Taerattanachai dengan skor tegas 21–19, 21–16.
Gelar ini sangat istimewa karena menunjukkan bahwa Indonesia memiliki pasangan muda yang siap bersaing di level tour atas. Selain itu, pencapaian ini mengangkat nama Bernadine ke pentas dunia sebagai rising star baru sektor ganda campuran. Setelah kemenangannya ini, banyak penggemar bulu tangkis mencari informasi terkait Bernadine.
Berikut ini profil lengkap Bernadine Anindya Wardana, mulai dari perjalanan karier, tanggal lahir, umur, hingga nama orang tua.
Latar Belakang dan Perjalanan Karier
Bernadine Anindya Wardana lahir pada 30 April 2006 dan berasal dari Klaten, Jawa Tengah. Bakatnya mulai terlihat sejak kecil ketika ia mulai menggeluti bulutangkis pada usia 8 tahun. Lingkungan keluarga yang mendukung serta ketekunannya dalam berlatih membuatnya berkembang pesat dan terus naik kelas menuju level kompetitif nasional.
Ia adalah putri dari Wisnu Susilo Wardono dan Anastasia Anika Priyatni. Selain itu, ia juga disebut publik sebagai keponakan dari legenda bulutangkis Indonesia, Nova Widianto, salah satu ikon ganda campuran dunia. Meski demikian, prestasi Bernadine berdiri atas kerja kerasnya sendiri bukan semata nama besar keluarga.
Sebelum bergabung dengan pemusatan latihan nasional (Pelatnas Cipayung), Bernadine tercatat sebagai pemain dari jaringan “klub mitra/eksis” yang kemudian mengantarkannya bernaung di PB Djarum, salah satu klub bulutangkis paling prestisius di Indonesia.
Prestasi Awal dan Perkembangan
Tahun 2020, ia mencatatkan torehan luar biasa dengan menyapu lima gelar juara dalam berbagai nomor, mulai dari tunggal putri, ganda putri, hingga ganda campuran. Performa Bernadine semakin mencolok ketika memasuki usia remaja. Bersama Darren Aurelius, ia berhasil mengamankan medali perak di Kejuaraan Asia Junior 2024 sektor ganda campuran. Di tahun yang sama, ia juga menembus semifinal Kejuaraan Dunia Junior 2024.
Konsistensi tersebut berbuah hasil besar ketika memasuki awal tahun 2025. Di ajang Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2025, Bernadine tampil memukau dengan memenangi dua sektor sekaligus yaitu ganda campuran dan ganda putri. Hasil itu membawanya ke Pelatnas PBSI Cipayung pada awal 2025.
Kehadiran Pasangan Baru dan Pencapaian Terbaru
Memasuki pertengahan 2025, tim pelatih nasional yang dipimpin Rionny Mainaky akhirnya menentukan pasangan ideal bagi pemain muda Dejan Ferdinansyah. Dari berbagai evaluasi teknik dan pencarian kecocokan, nama Bernadine dipilih karena dianggap paling selaras dengan kebutuhan pola permainan Dejan.
Sebelum berduet dengan Bernadine, Dejan sempat berpasangan dengan Fadia. Kombinasi itu diputuskan berakhir setelah Indonesia Open awal Juni 2025 karena Fadia diarahkan fokus penuh ke nomor ganda putri. Keputusan itu membuka jalan baru bagi Bernadine untuk naik ke level senior lebih cepat.
Pasangan Dejan/Bernadine memulai debut internasional resmi mereka di Vietnam Open 2025. Meski terbilang baru, keduanya langsung menunjukkan performa stabil dan progresif. Prestasi pertama mereka hadir di Al Ain Masters 2025 (Super 100), di mana pasangan baru ini berhasil menjadi juara. Kemenangan itu menjadi modal kepercayaan diri besar untuk menatap turnamen-turnamen selanjutnya di level BWF World Tour.











