Mohamed Salah Mengungkap Rasa Marah dan Kehancuran Hubungan dengan Arne Slot
Mohamed Salah, salah satu pemain terpenting sepanjang sejarah Liverpool, menunjukkan rasa marah yang luar biasa setelah tiga pertandingan beruntun hanya menjadi cadangan. Ia mengungkapkan bahwa hubungan dengan pelatih Arne Slot sudah tidak ada lagi dan menyiratkan bahwa pertandingan minggu depan bisa menjadi penampilan terakhirnya di Anfield.
Dalam tiga pertandingan terakhir, Salah hanya duduk di bangku cadangan. Pada pertandingan melawan Sunderland, ia masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, tetapi hasilnya hanya imbang 1-1. Di laga melawan Leeds United, ia kembali tidak diturunkan dan harus menyaksikan rekan-rekannya bermain imbang 3-3 di Elland Road.
Setelah laga tersebut, Salah memberikan pernyataan panjang kepada media. Dalam wawancara selama tujuh setengah menit, ia menyebut dirinya “dikorbankan” oleh klub yang selama ini ia bela. Ia merasa tidak percaya harus duduk di bangku cadangan selama 90 menit, sesuatu yang belum pernah terjadi dalam karier profesionalnya.
“Saya tidak percaya saya duduk di bangku cadangan selama 90 menit. Ini sudah ketiga kalinya. Rasanya ini pertama kalinya dalam karier saya,” ujarnya.
Salah juga menyampaikan kekecewaannya terhadap performa tim. Ia mengeluh bahwa tim kebobolan gol-gol yang tidak perlu dan tidak bisa membantu rekan-rekannya karena duduk di bangku cadangan.
Ketidakpuasan Salah bukanlah sekadar soal rotasi pemain. Ia merasa dikhianati oleh klub. Ia menyebut bahwa klub telah melemparkannya ke bawah bus dan seseorang ingin ia disalahkan. Meski klub berjanji banyak pada Salah musim panas kemarin, kini ia justru duduk di bangku cadangan.
Ia juga mengungkapkan bahwa hubungan dengan Arne Slot sudah hancur. Ia mengaku bahwa dulu mereka memiliki hubungan baik, tetapi sekarang tidak ada lagi. Ia bahkan menyiratkan bahwa seseorang tidak menginginkannya tetap di klub.
Salah juga memberi sinyal bahwa pertandingan melawan Brighton bisa menjadi penampilan terakhirnya di Anfield. Ia mengatakan kepada orang tua untuk datang ke pertandingan tersebut, baik ia bermain atau tidak, ia akan menikmati momen itu. Ia ingin berada di Anfield dan mengucapkan selamat tinggal kepada fans sebelum Piala Afrika.
“Jika saya tidak bermain, saya akan tetap menikmati momen itu. Saya hanya ingin berada di Anfield dan mengucapkan selamat tinggal kepada fans sebelum Piala Afrika,” katanya.
Salah sangat tidak menerima situasi yang terjadi saat ini. Ia merasa telah memberikan segalanya untuk klub. Rekor gol terbanyak ketiga di sejarah klub menjadi bukti loyalitasnya. Bahkan, ia membandingkan dirinya dengan Harry Kane dan Erling Haaland dalam kemarahannya.
“Harry Kane tidak mencetak gol selama 10 pertandingan [di Tottenham], mungkin hanya mencetak satu atau dua. Semua orang di media berkata: ‘Harry pasti akan mencetak gol.’ Sekarang: ‘Mo harus dicadangkan.’ Maaf, saya suka Erling Haaland, saya suka dia, tapi saya pencetak gol terbanyak Liga Primer saat ini (pemenang Sepatu Emas terbaru). Saya memenangkan liga dengan gaya.”
Ia juga menegaskan bahwa masalah ini bukan soal rekan setim. Para pemain mendukungnya dan tahu betapa ia mencintai mereka. Ini bukan tentang mereka, hanya hubungan dengan pelatih yang sudah tidak ada lagi.
Situasi ini menempatkan Liverpool dalam dilema besar. Salah adalah ikon global dan pemain yang memegang banyak rekor Premier League. Namun, pernyataan terbuka seperti ini menunjukkan bahwa hubungan antara Salah dan klub bisa retak permanen.
Kini, semua sorotan tertuju pada laga melawan Brighton — sebuah pertandingan yang mungkin menjadi bab terakhir antara Mo Salah dan Anfield.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











