Kehilangan Mendalam bagi Pratama Arhan
Pratama Arhan, pesepakbola ternama yang saat ini bermain di Bangkok United, Thailand, kini tengah menghadapi duka mendalam atas kepergian ayahnya, Sutrisno. Ayah dari pemain sepak bola muda ini meninggal dunia pada hari Minggu, 7 Desember 2025, pukul 05.45 WIB. Kejadian ini membuat Pratama Arhan tidak bisa mengantarkan jenazah ayahnya untuk terakhir kalinya ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Sutrisno wafat setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr R Soetijono Blora. Menurut informasi yang diperoleh, ayah Pratama Arhan telah lama menderita penyakit yang disebut sebagai komplikasi. Meski demikian, detail spesifik tentang penyakit yang dialaminya belum sepenuhnya diketahui. Dikabarkan bahwa Sutrisno sempat mengalami sakit jantung dan paru-paru sebelum akhirnya meninggal.
Jenazah Sutrisno langsung dimakamkan di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, pada pukul 11.00 WIB hari itu juga. Prosesi pemakaman dilakukan dengan prosedur yang sesuai dengan norma dan agama setempat.
Kehadiran Keluarga di Rumah Duka
Meskipun Pratama Arhan masih berada di Thailand, ia baru saja tiba di kampung halamannya, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, pada malam hari. Kehadirannya di rumah duka menunjukkan dukungan yang dalam kepada keluarganya. Ekspresi kesedihan terlihat jelas di wajahnya. Dalam foto yang diunggah oleh akun Instagram resmi Bupati Blora Arief Rohman @ariefrohman838, terlihat Pratama Arhan dan kakaknya, Dimas Roni Saputra, sedang berada di rumah duka.
Bupati Arief Rohman turut menyampaikan rasa belasungkawa melalui unggahannya. Ia menyampaikan doa agar almarhum Sutrisno diterima di surga dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kesabaran dalam menghadapi cobaan ini.
Dukungan dari Keluarga dan Rekan
Tidak hanya keluarga besar, tetapi juga rekan-rekan dekat Pratama Arhan ikut merasakan duka atas kepergian ayahnya. Mantan istri Pratama Arhan, Azizah Salsha, bersama ibunya, Nurul Anastasya, hadir melayat di rumah duka. Dalam unggahan foto yang beredar, terlihat Nurul Anastasya memeluk erat mantan besannya sebagai bentuk dukungan.
Azizah Salsha juga turut memberikan dukungan lewat media sosial. Ia mengunggah kutipan doa yang berisi ucapan duka dan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Doa-doa seperti “Kullu nafsin dzaiqatul maut” dan “Allahumma firlahu” sering digunakan untuk mendoakan jenazah.
Selain itu, sahabat Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, juga menyampaikan rasa belasungkawa melalui Instastory. Ia berharap agar Pratama Arhan dapat kuat dan tabah dalam menghadapi kehilangan ini.
Peran Sutrisno dalam Kehidupan Keluarga
Sutrisno dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan selalu mendukung putranya dalam segala kesempatan. Saat Pratama Arhan bertanding, Sutrisno sering terlihat hadir di tribun penonton sebagai bentuk dukungan moril tanpa pamrih. Kehadirannya di sana menjadi bukti nyata bahwa ia adalah pilar keluarga yang tangguh dan penuh kasih.
Namun, kini sosok tersebut telah tiada, meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh keluarga. Sampai berita ini diturunkan, pihak Pratama Arhan belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar meninggalnya sang ayah tercinta.











