Bantuan Kemanusian dari Alumni Fakultas Ekonomi USK untuk Korban Banjir di Aceh
Tim kecil Fekon87, atau alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK) Angkatan Tahun 1987, melakukan aksi kemanusian dengan membantu korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (11/12/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama alumni yang terdampak bencana.
“Alhamdulillah Tim Kecil Fekon87 pada Kamis (11/12/2025) tiba di Gampong Meunasah Tuha, Kabupaten Pidie Jaya untuk melihat kondisi sahabat kami Cut Nur Azizah alumni Fekon87,” ujar Teuku Afrizal Syah atau yang akrab disapa Ampon Zal, alumni Fekon87.
Dikatakan Ampon Zal, banjir yang terjadi di kawasan tersebut dengan ketinggian lebih kurang 2 meter membuat warga harus berjuang menyelamatkan diri, termasuk Cut Nur Azizah. Kondisi ini membuat alumni Fekon87 ikut bersimpati dan membantu langsung Cut Nur Azizah.
Tim kecil Fekon87 terdiri dari Haji Zul EKP87, Ampon Zal EKP87, Fuddin EKM87, Maman EKA87, Dara Amin EKA87, Eli EKM87, dan Mala EKM87. Mereka menunjukkan solidaritas dan kepedulian dengan menyalurkan bantuan bagi sahabat Fekon87 yang terdampak banjir di Gampong Meunasah Tuha, Kabupaten Pidie Jaya.
Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana dari teman-teman seangkatan Fekon87 untuk diserahkan ke Cut Nur Azizah, salah satu korban banjir yang juga alumni Fakultas Ekonomi USK Angkatan 1987. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat kekompakan dan kepedulian sesama alumni tetap solid di tengah situasi sulit. Ini juga menunjukkan bahwa persaudaraan mereka tidak hanya sebatas organisasi, tapi kekompakan selalu terjaga.
Ampon Zal mengatakan, CEO Trans Continent, Ismail Rasyid yang juga alumni Fekon87 ikut berpartisipasi dalam membantu alumni FEB USK Angkatan 1987 yang menjadi korban banjir di Pidie Jaya. “Bang Ismail Rasyid ikut membantu dengan memberikan mobil dan BBM untuk antarbantuan serta sumbangan kepada korban Cut Nur Azizah sahabat kami,” ujarnya.
Bantuan Rp 100 Juta dari PT Trans Continent untuk Korban Banjir di Aceh
Sebelumnya, PT. Trans Continent, perusahaan yang bergerak di bidang Multimoda Transport & Logistics, menyalurkan bantuan kemanusian sebesar 100 juta Rupiah untuk korban banjir di Provinsi Aceh. Bantuan dari perusahaan milik putra Aceh Ismail Rasyid ini disalurkan dan akan didistribusikan melalui Yayasan Al-Sumatrani, lembaga sosial yang aktif mendukung anak yatim, pesantren, dan keluarga korban konflik.
Yayasan Al-Sumatrani didirikan oleh Muzakir Manaf (Mualem) dan H. Abdul Jalil, SH, MH pada tahun 2021 sebelum Mualem menjabat sebagai Gubernur Aceh. Kondisi banjir di Aceh saat ini masih sangat memprihatinkan. Hingga Senin (1/12/2025), data pada Posko penanganan bencana Pemerintah Aceh menunjukkan korban meninggal dunia sebanyak 156 orang dan 1.838 orang mengalami luka-luka.
“Bencana ini telah berdampak pada 955.322 jiwa atau 214.940 kepala keluarga (KK),” ungkap Murthalamuddin, Jubir Posko Komando Kantor Gubernur Aceh. Sejumlah infrastruktur vital, seperti jembatan di ruas jalan nasional dan provinsi, putus total akibat banjir bandang. Ratusan ribu warga dilaporkan masih bertahan di posko darurat dengan keterbatasan logistik.
Pemerintah Aceh telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi, mengerahkan BPBA, TNI, Polri, dan relawan untuk evakuasi serta distribusi bantuan. Ismail Rasyid, pendiri sekaligus CEO PT Trans Continent, berkomunikasi langsung melalui telepon dengan H. Abdul Jalil, SH, MH, pengelola Yayasan Al Sumatrani, yang sejak dua hari lalu mendampingi Gubernur Aceh meninjau lokasi banjir di Aceh Utara.
Menghubungi via telepon Senin (1/12/2025) malam tadi, Ismail Rasyid mengatakan dirinya baru kembali dari Banda Aceh pada Selasa 25 November lalu. Saat ini, Ismail sedang berada di luar negeri sehingga belum bisa mengunjungi Aceh. “Saya sangat prihatin dengan kondisi masyarakat, termasuk keluarga saya yang masih berada di Aceh. Meski sedang berada di luar negeri, saya ingin memastikan bantuan ini segera sampai kepada warga terdampak,” ujar Ismail.
Profil PT Trans Continent
Didirikan pada tahun 2003, PT Trans Continent berkembang sebagai salah satu perusahaan logistik nasional dengan layanan freight forwarding, air & ocean freight, inland transport, warehousing, hingga project logistics. Berkantor pusat di Tebet Jakarta, perusahaan ini kini memiliki lebih dari 21 kota pada 16 provinsi di Indonesia, dan 3 cabang luar negeri, yaitu Australia, Filipina, dan Malaysia.
PT Trans Continent dikenal sebagai mitra strategis dalam mendukung distribusi nasional, sektor energi, dan pertambangan. Bantuan Rp100 juta dari PT Trans Continent melalui Yayasan Al Sumatrani menjadi bukti nyata solidaritas dunia usaha terhadap masyarakat Aceh yang sedang menghadapi bencana hidrometeorologi besar.
Yayasan Al Sumatrani
Yayasan ini berdiri pada 2021 atas prakarsa Muzakir Manaf (Mualem) dan H. Abdul Jalil, SH, MH. Sejak awal, yayasan berkomitmen memberikan santunan rutin kepada anak yatim piatu, membina pesantren, serta membantu keluarga korban konflik. Kini, di tengah bencana banjir, yayasan kembali menjadi garda terdepan dalam menyalurkan bantuan langsung ke masyarakat.
Di tengah keterbatasan akses transportasi dan meningkatnya jumlah pengungsi, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta diharapkan mempercepat pemulihan. Aceh kembali menunjukkan semangat kebersamaan: menghadapi bencana dengan solidaritas, dan bangkit bersama dengan dukungan semua pihak.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











