"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Gempa M2,2 Guncang Tasikmalaya Jelang Subuh, BMKG: Pusat di Dekat Pantai

Gempa Terkini di Priangan Jawa Barat: Update Informasi dan Tindakan yang Perlu Dilakukan

Pada Senin (15/12/2025) jelang subuh, gempa bumi kembali mengguncang wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat. Berdasarkan laporan dari BMKG Wilayah II, gempa terjadi pada pukul 03.29 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,2. Pusat gempa berada di laut dekat pantai, tepatnya 58 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kedalaman gempa mencapai 11 km.

Sebelumnya, pada Sabtu (13/12/2025) sore, gempa juga terjadi di Tasikmalaya dengan kekuatan Magnitudo 2,7. Pusat gempa berada di laut, 86 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kedalaman gempa mencapai 31 km. Gempa ini terjadi sekitar pukul 14.40 WIB.

Selain di Tasikmalaya, gempa juga terjadi di Garut, Jawa Barat. Pada Sabtu (13/12/2025) pagi dan dinihari, dua gempa tercatat. Pertama terjadi pada pukul 08.10 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,9. Pusat gempa berada di darat, 5 km Barat Laut Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan kedalaman 28 km. Kedua gempa terjadi pada pukul 03.46 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,6. Pusat gempa berada di darat, 10 km Selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan kedalaman 93 km.

Sebelumnya, pada Selasa (9/12/2025) sore, gempa juga terjadi di Garut dengan kekuatan Magnitudo 2,3. Pusat gempa berada di laut, 91 km Barat Daya Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan kedalaman 10 km.

Skala Gempa dan Tingkat Dampaknya

Berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity), berikut adalah tingkatan dampak gempa:

  • I MMI: Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
  • II MMI: Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan seperti lampu gantung bergoyang.
  • III MMI: Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
  • IV MMI: Dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
  • V MMI: Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang.
  • VI MMI: Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak.
  • VII MMI: Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur.
  • VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh.
  • IX MMI: Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal.
  • X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
  • XI MMI: Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah.
  • XII MMI: Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Tindakan yang Harus Dilakukan Saat Gempa Terjadi

  1. Tetap tenang

    Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

  2. Di dalam rumah

    Jika sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, atau papan.

  3. Di luar ruangan

    Jika sedang berada di luar ruangan, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun karena biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.

  4. Di kerumunan

    Gempa bisa terjadi kapan saja. Jika saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk menghindari hal tersebut, perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.

  5. Di gunung atau dataran tinggi

    Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hindari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.

  6. Di laut

    Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.

  7. Di dalam kendaraan

    Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.


Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *