"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Antisipasi Kemacetan Puncak Cianjur Saat Libur Nataru: Titik Macet, Jalur Alternatif, dan Solusi



Cianjur,

Petugas kepolisian telah mengidentifikasi empat titik yang rentan terjadi kemacetan di sepanjang Jalur Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya memberikan panduan bagi para pengunjung maupun pengguna jalan yang ingin melintasi kawasan tersebut. Empat titik rawan tersebut adalah simpang Hanjawar, simpang Cibodas, simpang Beunying, dan area padat di depan Pasar Cipanas.

Beberapa strategi telah diterapkan untuk mencegah kemacetan parah akibat lonjakan kendaraan di jalur wisata internasional tersebut. Misalnya, penerapan rekayasa lalu lintas seperti kanalisasi kendaraan dan skema satu arah (one way) ketika arus kendaraan padat.

Pasar Cipanas Jadi Titik Hambat Utama

Menurut Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Cianjur, Inspektur Dua Ika Cakra Mustika, area di depan Pasar Cipanas menjadi lokasi paling rawan karena tingginya aktivitas ekonomi masyarakat setempat serta perilaku angkutan kota (angkot) yang sering menaikkan dan menurunkan penumpang di bahu jalan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak Dishub melakukan pembatasan operasional angkot di jalur tersebut. Selain itu, petugas juga melakukan kanalisasi di ruas jalan tertentu saat terjadi kepadatan arus kendaraan.

Penerapan Contraflow dan One Way

Selain kanalisasi, petugas juga menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow one way secara bergantian dari kedua arah, baik dari arah Bogor menuju Cianjur maupun sebaliknya. Penghentian sementara arus kendaraan pada salah satu lajur diberlakukan saat terjadi kepadatan arus kendaraan di satu kawasan tertentu.

Cakra mengimbau pengendara untuk tetap tertib dan sabar saat rekayasa lalu lintas diberlakukan. Pengendara diminta tidak saling mendahului atau keluar dari antrean agar pengaturan di lapangan dapat berjalan lancar.

Imbauan Keselamatan dan Jalur Alternatif

Petugas juga mengingatkan pengemudi untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Mengingat Jalur Puncak sering diguyur hujan dengan intensitas tinggi di akhir tahun, keselamatan kendaraan menjadi prioritas utama.

Cakra meminta pengendara untuk meningkatkan kehati-hatian selama berkendara dan memeriksa kelaikan kendaraannya, terutama fungsi rem dan ban. Pengguna jalan juga bisa memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh pihak kepolisian jika membutuhkan bantuan darurat.

Bagi pengendara dari arah Jabodetabek yang hendak menuju Cianjur atau Bandung, petugas menyarankan menggunakan jalur alternatif apabila terjadi kepadatan luar biasa di Jalur Puncak utama. Opsi jalur lain yang tersedia adalah jalur Jonggol atau melalui Tol Bocimi, Cicurug, Sukabumi.

Pembatasan Angkot dan Kompensasi Sopir

Dinas Perhubungan (Dishub) Cianjur juga menerapkan kebijakan khusus untuk membantu kelancaran lalu lintas, yaitu dengan membatasi operasional angkutan kota. Kebijakan ini dinilai efektif dalam mengurangi beban volume kendaraan di pusat-pusat kemacetan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Cianjur, Muhamad Iqbal Safaruddin, menyatakan bahwa kebijakan ini sudah teruji pada momen perayaan Natal beberapa hari lalu. Penurunan angka kepadatan kendaraan dirasakan sangat signifikan di ruas kawasan Cipanas.

Berdasarkan data teknis, rasio volume kendaraan terhadap kapasitas atau v/c ratio di kawasan tersebut menurun tajam dari angka 0,87 menjadi 0,48. Artinya, ada pengurangan beban kendaraan sebesar 32 persen yang membuat arus lalu lintas menjadi lebih lancar.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memberikan perhatian kepada para sopir angkot yang terdampak kebijakan ini. Sebanyak 670 kendaraan angkot dari 16 trayek akan menerima kompensasi sebesar Rp 200.000 per hari, sehingga total kompensasi mencapai Rp 800.000 per orang yang disalurkan langsung melalui rekening masing-masing.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *