"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Bisnis  

4 Cara Baek Ki Tae Berbisnis di Drakor Korea

Strategi Baek Ki Tae dalam Mengembangkan Bisnis Narkoba di Drakor Made in Korea

Di drakor Made in Korea, karakter utama yang diperankan oleh Hyun Bin, yaitu Baek Ki Tae, memiliki latar belakang yang sangat menarik. Selain menjadi kepala departemen intelijen, ia juga memiliki ambisi untuk memproduksi narkoba dan menjualnya ke Jepang. Meskipun awalnya hanya mengamati, akhirnya ia memutuskan untuk terlibat langsung dalam bisnis tersebut. Berikut adalah beberapa cara yang digunakan Baek Ki Tae untuk menjalankan bisnisnya secara rahasia.

1. Mengendalikan Gangster

Baek Ki Tae bekerja di KCIA atau badan intelijen cabang Busan. Di sana, ia sering berinteraksi dengan Geng Manjae, kelompok preman yang memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian kota Busan. Geng ini dipimpin oleh Jo Man Jae dan bergerak di bawah perlindungan Direktur Jenderal Hwang Guk Pyeong (Park Yong Woo), atasannya yang bertanggung jawab atas seluruh cabang KCIA di Busan.

Hwang Guk Pyeong membunuh Jo Man Jae karena merasa kesal ketika mengetahui bahwa polisi mulai mencurigai hubungan mereka. Setelah itu, Baek Ki Tae memerintahkan Kang Dae Il (Kang Gil Woo), wakil ketua Geng Manjae, untuk terus mengarahkan anak buahnya bekerja. Meski Kang Dae Il ragu karena gengnya sudah hancur, Baek Ki Tae meyakinkan bahwa bisnis geng tersebut masih hidup dan bisa dijalankan kembali.

2. Bekerja Sama dengan Yakuza

Setelah memastikan bahwa ia akan membuat bisnis produksi narkoba, Baek Ki Tae menemui Choi Yu Ji (Won Ji An), anak angkat Osamu Ikeda (Lily Franky) yang tak lain adalah yakuza terkenal di Jepang. Ia menemui perempuan keturunan Korea itu bersama Bae Geum Ji (Cho Yeo Jeong), perempuan simpanan para politikus. Baek Ki Tae berhasil menjalin kerja sama dengan Choi Yu Ji setelah meyakinkan perempuan itu tentang peluang kesuksesan mereka.

3. Menyediakan Tempat Produksi Beserta Peternakan Babi

Baek Ki Tae memilih tempat produksi sabu-sabu yang jauh dari keramaian. Letak gedung produksi narkoba itu berada tepat di belakang peternakan babi. Tujuan tata letak yang demikian adalah agar produksi sabu-sabu tidak mudah diketahui karena bau menyengat dari sabu-sabu akan tertutup oleh bau kotoran babi. Baek Ki Tae berusaha agar produksi sabu-sabu yang dilakukan Geng Manjae berjalan lancar dan tidak diketahui oleh kepolisian dan jaksa bernama Jang Geon Young (Jung Woo Sung) yang sudah lama mengincarnya.

4. Menjanjikan Uang Setoran ke Atasannya

Baek Ki Tae sebenarnya ingin merahasiakan bisnis yang ia jalankan dari orang-orang di KCIA. Ia sadar keputusannya itu punya risiko yang tinggi karena ia bekerja di badan intelijen negara. Namun, aksinya itu tetap diketahui oleh Hwang Guk Pyeong. Ia diadukan oleh koleganya yang bernama Pyo Hak Su (Roh Jae Won). Atasannya itu murka karena ia diam-diam berani mengambil keputusan tanpa berdiskusi.

Baek Ki Tae yang ingin cari aman tentu menjanjikan uang setoran yang besar kepada Hwang Guk Pyeong. Ia mengatakan akan menyerahkan setidaknya 200 juta setiap bulan dan berjanji akan membantu Hwang Guk Pyeong masuk ke blue house. Hwang Guk Pyeong lalu tergiur dan memerintahkan Baek Ki Tae agar menyetor 300 juta kepadanya jika ingin bisnis narkoba ke Jepang berjalan lancar.

5. Ambisi yang Mendorong Tindakan

Beberapa cara Baek Ki Tae menjalankan bisnis di atas dilakukan atas dasar ambisi. Penonton dibuat deg-degan dengan setiap langkah yang diambil Baek Ki Tae karena jika salah, nyawa yang menjadi taruhannya. Dengan strategi yang cermat dan keberanian untuk mengambil risiko, Baek Ki Tae terus berjuang untuk mencapai tujuannya, meskipun harus menghadapi ancaman dari berbagai pihak.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *