"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Kisah menyedihkan: Ibu hamil kelima lahirkan bayi di teras musala karena tak punya uang

Pengalaman Pilu Seorang Ibu di Palembang

Mata Nuraini, seorang ibu rumah tangga (IRT) di Palembang, Sumsel, mengalami pengalaman pahit yang tak terlupakan. Pada Selasa (13/1/2026), ia melahirkan anak kelimanya di teras musala Al Ikhlas, Palembang, karena kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Nuraini mengalami kontraksi hebat dan ketuban pecah, tetapi karena tidak memiliki biaya atau Kartu Indonesia Sehat (KIS), ia harus melahirkan dalam kondisi yang sangat sulit.

Nuraini mengungkapkan bahwa kejadian ini terjadi karena ia dan suaminya hanya memiliki KTP sebagai modal. “Pilu, Pak, kalau diceritakan. Sejak malam perut saya sudah sakit, tapi kami bingung mau ke rumah sakit karena tidak punya KIS dan tidak ada biaya,” ujarnya sambil menangis.

Keesokan harinya, pada Senin (12/1/2026), Nuraini dan suaminya, Sakimin (40), berangkat menuju rumah sakit dan bidan, meski tanpa membawa uang sepeser pun. Namun, di tengah perjalanan, Nuraini mengalami kontraksi hebat dan ketuban pecah. Dalam keadaan panik, Sakimin menurunkan istrinya di pinggir jalan untuk mencari pertolongan.

Nuraini sempat ditinggal seorang diri hingga akhirnya ditolong warga sekitar yang kemudian membawanya ke teras Musala Al Ikhlas. “Ketuban saya sudah pecah. Alhamdulillah ada warga yang baik hati menolong saya ke mushola. Tanpa persiapan apa-apa, hanya kain seadanya, saya dibantu warga melahirkan di teras mushola,” tuturnya.

Perasaan Campur Aduk Saat Melahirkan di Teras Mushola

Sekitar 15 menit kemudian, Nuraini melahirkan bayi perempuan dengan selamat. Tangis sang bayi menjadi penguat di tengah rasa sakit, malu, dan pasrah akibat keterbatasan ekonomi yang dialaminya. “Air mata ini tidak berhenti, Pak. Haru sekali saat mendengar anak saya menangis,” katanya lirih.

Nuraini mengungkapkan bahwa kendala utama yang membuatnya tidak melahirkan di fasilitas kesehatan sejak awal adalah ketiadaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan biaya. Ia juga mengaku pernikahannya belum tercatat secara resmi karena permasalahan administrasi surat nikah yang belum tuntas. “Kami sudah mencoba mengurus, tapi sampai sekarang belum selesai. Mau buat KIS juga terkendala. Akhirnya kami pasrah,” ungkapnya.

Dengan kondisi ekonomi keluarga yang sulit dan suami yang sedang tidak bekerja, Nuraini berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kota Palembang. “Saya berharap ada bantuan dari pemerintah kota, khususnya Bapak Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, untuk meringankan beban kami,” pungkasnya.

Wali Kota Palembang Tegaskan Nakes Jangan Tolak Pasien

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan komitmennya agar seluruh fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan (nakes) di Kota Palembang tidak menolak pasien dengan alasan apa pun, meskipun pasien hanya membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Penegasan tersebut disampaikan Ratu Dewa sebagai bentuk penguatan pelayanan dasar di sektor kesehatan, seiring upaya Pemerintah Kota Palembang meningkatkan kualitas layanan.

“Jangan pernah menolak pasien, walau hanya bermodal KTP. Sekali lagi, semuanya gratis,” tegas Ratu Dewa, Selasa (13/1/2026).

Ia menargetkan setiap puskesmas di Palembang memiliki minimal satu dokter spesialis serta pelayanan yang responsif dan humanis. Menurutnya, kesehatan dan pendidikan merupakan fondasi utama untuk mewujudkan Palembang sebagai kota yang sejahtera dan berdaya saing.

Di awal 2026, Ratu Dewa juga menekankan penataan kota secara menyeluruh, mulai dari pelayanan dasar, infrastruktur, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN). Pemkot Palembang bahkan menyiapkan sistem penghargaan bagi ASN dan pelajar berprestasi, termasuk penyandang disabilitas.

Video Viral Menggugah Perhatian Publik

Di sektor ekonomi, Ratu Dewa menyebut terdapat lebih dari 97 ribu pelaku UMKM di Palembang yang terus diberdayakan. Pertumbuhan ekonomi kota dalam 10 bulan terakhir tercatat mencapai 5,82 persen, dengan iklim investasi yang dinilai aman dan kondusif.

Di sisi lain, komitmen pelayanan kesehatan ini menguat setelah viralnya video seorang ibu rumah tangga bernama Nuraini (32) yang terpaksa melahirkan di teras Mushola Al Ikhlas, Jalan KH Balqi Lorong Banten VI, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, Senin (12/1/2026) pagi.

Dalam video berdurasi sekitar 53 detik tersebut, Nuraini terlihat melahirkan secara normal hanya beralaskan sehelai kain dan dibantu warga sekitar. Peristiwa itu terjadi saat Nuraini dan suaminya hendak menuju bidan, namun di tengah perjalanan korban mengalami kontraksi hebat dan ketuban pecah.

Salah seorang warga, Kamsah, mengatakan Nuraini akhirnya dipapah ke teras mushola dan melahirkan dengan bantuan empat warga. Bayi perempuan yang merupakan anak kelima Nuraini lahir dalam kondisi selamat. Tak lama kemudian, seorang bidan datang untuk memotong tali pusat dan membawa bayi ke tempat praktik terdekat.

Video kejadian tersebut diviralkan warga sebagai bentuk kepedulian agar pemerintah dan masyarakat dapat membantu keluarga Nuraini yang diketahui tidak memiliki KIS dan keterbatasan ekonomi.

Kasus ini menjadi perhatian publik sekaligus pengingat pentingnya akses pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi bagi seluruh warga Kota Palembang.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *