"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

SDN Nglarang Dipindah ke Tanah Kas Desa Usai Terdampak Tol Yogya-Solo, Orangtua Siswa Setuju



YOGYAKARTA,

– Tanah Kas Desa (TKD) seluas sekitar 4.000 meter persegi dipilih menjadi lahan pengganti gedung baru SDN Nglarang di Tlogoadi, Mlati, Sleman.

Sekolah tersebut harus direlokasi karena terdampak pembangunan jalan Tol Yogya-Solo paket 2.2.

Orangtua murid SDN Nglarang, Suprihatin Widyastuti, menyatakan telah menerima informasi mengenai titik terang lahan pengganti tersebut pada minggu lalu.

“Kemarin juga sudah diundang juga untuk site plan-nya kan, Mas, minggu kemarin tuh sudah diundang untuk site plan-nya juga,” ujar Suprihatin saat dihubungi, Jumat (9/1/2026).

Suprihatin menjelaskan bahwa sebelumnya orangtua murid mendapat informasi izin lahan pengganti berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau Lahan Sawah Dilindungi (LSD) tidak dapat ditembus.

Usulan alternatif menggunakan TKD yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi SDN Nglarang saat ini pun muncul.

“Waktu itu kan ada pilihan tetap di sekolahan mau ditanggul, terus pihak dari Keraton memberi usulan untuk pindah lokasi yang di sebelah timur SD Nglarang sekitar 500 meter, itu kan ada tanah kas desa juga, sekarang kan ditanami kangkung sama kolam,” ucapnya.

Ia mengungkapkan bahwa keputusan memilih lahan TKD diambil karena pertimbangan perizinan yang lebih mudah dan cepat.

“Tanahnya agak turun, tapi justru itu yang malah lebih mudah perizinannya dan bisa ditembus,” ucapnya.

Suprihatin menilai lokasi yang dipilih mendukung kegiatan belajar mengajar karena jauh dari pembangunan jalan tol.

“Iya kalau dari orangtua murid setuju, yang penting kita pindah lokasi. Kita enggak di lokasi yang lama karena sangat tidak menyenangkan di situ kan, bahaya juga (untuk para murid),” tuturnya.

Masukan Orangtua Murid

Saat presentasi perencanaan pembangunan, orangtua murid memberikan sejumlah masukan, termasuk meminta pengurukan lahan pengganti ditinggikan untuk mencegah genangan air saat hujan.

“Kita minta pengurukannya agak tinggi, karena kan daerahnya rendah jadi kalau hujan itu kemungkinan air itu ke arah sekolah. Nanti kan kita minta pengurukannya agak tinggi. Jadi tetap aman untuk anak-anak,” ungkapnya.

Selain itu, orangtua murid mengusulkan adanya aula sekolah dan public area yang bisa dimanfaatkan orangtua saat menjemput anak.

“(Lokasinya) Lumayan mendukung, cuman kan agak terpencil juga karena mepet kali (sungai). Sebenarnya lebih enak di situ agak sepi, tapi dari faktor keamanan juga harus diperhatikan besok di sana itu,” pungkasnya.

Titik Terang Relokasi

Sebelumnya, persoalan lahan pengganti SDN Nglarang yang terdampak pembangunan jalan Tol Yogya-Solo paket 2.2 akhirnya menemui titik terang.

TKD seluas sekitar 4.000 meter di Kalurahan Tlogoadi dipilih sebagai lahan pengganti.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Agung Armawanta, menyatakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meminta agar dicari alternatif lokasi lain yang bukan berstatus LP2B atau LSD.

“ATR/BPN intinya rekomnya adalah cari alternatif. Kita sebetulnya pernah diskusi terbatas area sini dimana saja yang bukan LSD, LP2B,” ujar Agung Armawanta di Pemkab Sleman, Rabu (7/1/2026).

Agung menambahkan, pemerintah provinsi juga menyarankan pencarian alternatif lokasi yang dekat dengan SDN Nglarang saat ini dan bukan LP2B serta LSD.

Dari diskusi tersebut, muncul dua opsi lokasi yang ditawarkan kepada pemerintah kalurahan.

“Ada dua lokasi, kita ke lurah tawarkan, kita undang kalau mau cepat pilihanya cuma ini,” tuturnya.

Pemerintah kalurahan akhirnya memilih lahan di sebelah timur SDN Nglarang saat ini, yang berstatus TKD dan berjarak sekitar 300 meter lebih.

“Akhirnya rembugan ke desa, dipilih yang di dekat SDN Nglarang, yang di sebelah timurnya, jaraknya kira-kira 300 an meter lebih sedikit (dari SDN Nglarang). Artinya sudah fix di situ,” tuturnya.

Agung mengungkapkan luas lahan yang dipilih sekitar 4.000 meter persegi, yang sebagian kini digunakan untuk kolam ikan.

“Sekarang ada kolam-kolam, sebagian kolam tapi intensitasnya tidak terlalu ini banget, (nanti) ada pengurukanya,” ucapnya.

Perencanaan tata letak bangunan SDN Nglarang telah dipaparkan minggu lalu dan masih dalam tahap meminta masukan pemerintah kalurahan.

“Site plan-nya sudah dipaparkan minggu kemarin. Prinsip tempat di situ sehingga nanti segera prosesnya bisa dipercepat,” ucapnya.

Agung menuturkan pembiayaan dan pembangunan fisik gedung SDN Nglarang yang baru sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor jalan tol sebagai pengganti sekolah yang terdampak.

“Untuk sementara proses belajar mengajar para siswa masih di gedung yang lama,” pungkasnya.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *