"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Kontrak Fantastis Yamaha, Fabio Quartararo Fokus Temukan Jati Diri

Fabio Quartararo Bertahan di Yamaha Hingga 2026

Fabio Quartararo, pembalap asal Prancis yang dikenal dengan julukan El Diablo, resmi memperpanjang kontraknya bersama tim Yamaha hingga tahun 2026. Nilai kontrak yang ditawarkan mencapai sekitar 12 juta Euro per tahun, setara dengan Rp200 miliar. Keputusan ini diambil setelah pihak Yamaha memberikan kesempatan bagi Quartararo untuk tetap berada di tim selama dua musim ke depan.

Namun, performa Quartararo dalam beberapa musim terakhir tidak sepenuhnya memuaskan. Selama masa kontrak tersebut, ia hanya mampu meraih satu podium balapan utama. Hal ini disebabkan oleh penurunan kinerja Yamaha secara keseluruhan, yang membuat tim tersebut terjebak di posisi terbawah dalam klasemen pabrikan.

Dalam sebuah film dokumenter baru dari motogp.com, Quartararo mengungkapkan ambisinya saat menandatangani kontrak saat ini. Ia ingin “memberikan kembali hasil yang sangat bagus bagi Yamaha”. Namun, kini ia lebih fokus pada tujuan pribadi dan kebahagiaan di lintasan.

“Satu-satunya hal yang bisa meyakinkan saya adalah ketika saya naik ke atas motor dan merasa bahwa saya cepat serta saya menikmatinya,” ujar Quartararo. Ia juga menyatakan bahwa saat ini, ia ingin mencari jati diri dan fokus pada masa depannya sendiri.

Bursa Transfer Pembalap MotoGP 2027

Quartararo juga menyatakan bahwa ia tidak ingin terbebani dalam balapan berikutnya. Meski ia masih memiliki kontrak hingga 2026, ia menginginkan kebebasan untuk menentukan arah karier di masa depan. Keputusan ini membuat banyak pihak khawatir, terutama karena nilai kontrak yang besar membuat Quartararo menjadi salah satu target utama bagi tim-tim lain.

Kondisi ini juga memengaruhi kompetitor Quartararo, seperti Johann Zarco. Pria asal Prancis ini sempat menolak tawaran untuk bergabung dengan Aprilia, karena melihat besarnya nilai kontrak yang diberikan kepada Quartararo.

Jadwal MotoGP Brasil 2026 Terancam Molor

Sementara itu, rencana penyelenggaraan MotoGP Brasil 2026 yang seharusnya digelar pada 20–22 Maret di Autódromo Internacional de Goiania – Ayrton Senna kini terancam molor. Progres renovasi sirkuit baru mencapai 84 persen, namun masih ada keraguan apakah seluruh pekerjaan bisa selesai tepat waktu.

Musim MotoGP 2026 dipastikan akan dimulai lebih dulu di Chang International Circuit, Thailand, pada 27 Februari–1 Maret, sebelum berlanjut ke Brasil sebagai seri kedua. Proses homologasi yang ketat sering kali membuat lintasan harus menjalani perombakan besar-besaran, bahkan tak jarang berujung pada penundaan atau pembatalan balapan.

Progres Renovasi Sirkuit Goiania

Masuknya sirkuit baru ke dalam kalender MotoGP memang selalu memunculkan antusiasme. Situasi serupa kini mengiringi Grand Prix Brasil, yang dijadwalkan menjadi seri kedua MotoGP pada 20–22 Maret di Autódromo Internacional de Goiania – Ayrton Senna.

Hingga saat ini, sirkuit tersebut masih dalam tahap renovasi besar, sehingga muncul keraguan apakah seluruh pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Pemerintah Negara Bagian Goias pun angkat bicara. Melalui badan infrastruktur dan transportasi setempat, Goinfras, disampaikan bahwa progres renovasi sirkuit baru mencapai 84 persen.

Target awal proyek memang rampung pada Desember. Namun, setelah dilakukan inspeksi oleh Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) dan promotor MotoGP, Dorna Sports, muncul sejumlah persyaratan tambahan. Kondisi itu, ditambah keterlambatan teknis di lapangan, membuat jadwal penyelesaian bergeser.

Beberapa fasilitas utama masih dalam proses pembaruan, mulai dari paddock, pit, tribun penonton, pusat media, hingga menara kontrol. Area administrasi juga ikut direnovasi, serta pembangunan pusat medis baru. Di lintasan, pihak pengelola telah melakukan pengaspalan ulang, termasuk penambahan kerb, pembatas keselamatan, dan perluasan area run-off demi memenuhi standar keselamatan MotoGP.

Pada fase akhir, pekerjaan difokuskan pada pengaspalan jalur servis, penyempurnaan area run-off, serta instalasi sistem elektronik untuk pencatatan waktu, komunikasi, dan kebutuhan siaran televisi. Pekan ini, sirkuit Goiania dijadwalkan kembali menjalani inspeksi oleh FIM, yang sejak beberapa bulan terakhir terus memantau perkembangan proyek dan menilai tidak ada alasan untuk merasa khawatir.

Menteri Olahraga Goias, Rudson Guerra, memastikan proyek tersebut sudah mendekati tahap akhir. “Kami hampir menyelesaikan seluruh pekerjaan. Kami terus berkoordinasi dengan federasi internasional balap motor dan mobil untuk memastikan semua standar terpenuhi. Goiania akan menjadi satu-satunya sirkuit di Brasil yang memiliki homologasi tertinggi untuk balap motor dan balap mobil,” kata Guerra.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *