"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Bisnis  

Kopkar Al Ghifari Kembangkan Usaha Non Simpan Pinjam untuk Kesejahteraan Anggota

Koperasi Karyawan Yayasan Al Ghifari Perkuat Ekonomi Berbasis Kerakyatan



Koperasi Karyawan (Kopkar) Yayasan Al Ghifari kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan. Melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025, koperasi ini mulai mengalihkan fokus strategisnya. Acara yang digelar pada Sabtu (24/1/2026) ini mengusung tema “Optimalisasi Usaha Non Simpan Pinjam, Pilar Strategis Peningkatan Peran dan Kesejahteraan Anggota”. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus 4 Al Ghifari, Jalan Inspeksi Pengairan No. 23, Kota Bandung.

Suasana Kampus 4 tampak ramai dihadiri oleh ratusan anggota dan para mitra strategis. Kemitraan ini mencakup unit-unit garapan di bawah naungan Yayasan Al Ghifari, mulai dari tingkat RA, SD, SMP, SMA, hingga SMK Plus Al Ghifari. Dalam kerja samanya, Kopkar Al Ghifari berperan vital sebagai penyedia buku dan seragam sekolah. Tak hanya itu, sektor riil juga diperkuat melalui kehadiran para pedagang kantin yang menjadi mitra usaha tetap koperasi.

Peran Penting Koperasi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota

Ketua Kopkar Yayasan Al Ghifari, Neneng Eva Farida, S.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa RAT bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ia menyebut momentum ini sebagai titik balik refleksi dan kebangkitan ekonomi bersama. “RAT adalah wadah perjuangan untuk menumbuhkan ekonomi keluarga besar Al Ghifari. Kita harus berani melangkah ke luar dan menciptakan optimalisasi usaha demi nilai tambah bagi anggota,” ujar Neneng.

Neneng menekankan pentingnya membangun koperasi yang sehat dan mandiri. Menurutnya, ketika koperasi memiliki fondasi usaha yang kuat, maka secara otomatis tingkat kesejahteraan para anggotanya pun akan ikut terdongkrak. Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengurus Yayasan Al Ghifari, Dr. H. Deden Suhendar, M.Si., memberikan apresiasi tinggi. Ia mengutip Al-Qur’an Surat Fathir ayat 3 mengenai pentingnya mengingat nikmat Allah SWT.

“Koperasi ini adalah wadah sepenanggungan. Di sinilah kita bersatu untuk saling membantu meningkatkan taraf hidup melalui jalinan silaturahmi yang membawa keberkahan rezeki,” tutur Dr. Deden Suhendar. Ia juga menyoroti keberhasilan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) tahun ini. SHU tersebut lahir dari program produktif seperti pengadaan seragam dan buku yang dikelola langsung secara mandiri oleh pihak koperasi.

Strategi Ekspansi dan Transformasi Digital

Ke depan, Dr. Deden mendorong ekspansi kerja sama hingga ke tingkat perguruan tinggi. Ia mengusulkan agar pengadaan baju toga, jaket almamater, hingga jas laboratorium dapat dikerjasamakan sepenuhnya dengan unit usaha Kopkar. Transformasi digital pun menjadi sorotan utama dalam arah kebijakan yayasan. Dr. Deden menyarankan pengembangan sistem belanja online agar dana koperasi semakin produktif untuk membiayai berbagai kegiatan usaha yang lebih luas.

“Jangan hanya fokus pada sisi negatif atau kendala yang ada. Ingatlah sisi positif dan kelebihan yang kita miliki agar koperasi ini terus tumbuh besar,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Al Ghifari, Dr. H. Gunawan Undang, M.Si., memaparkan data statistik perkembangan koperasi. Saat ini, tercatat ada 279 anggota yang bergabung dengan Kopkar yang merupakan badan otonom Yayasan Al Ghifari.

Dr. Gunawan mengungkapkan bahwa posisi Kopkar kini telah ditata lebih profesional sebagai badan otonom di bawah Pembina Yayasan. Ia mendorong adanya inovasi radikal, salah satunya adalah wacana pengembangan kluster perumahan sederhana. “Kita punya aset hampir Rp4 miliar dengan raihan SHU mendekati Rp500 juta. Ini adalah potensi besar, namun tantangannya adalah baru sekitar 11% anggota yang aktif berbelanja di Kopkar,” ungkap Dr. Gunawan.

Inovasi dan Diversifikasi Usaha

Ia mengimbau seluruh anggota untuk memanfaatkan koperasi dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok. Dengan perputaran pinjaman mencapai Rp3 miliar, loyalitas anggota untuk berbelanja menjadi kunci utama pertumbuhan aset di masa depan. Inovasi unik juga diusulkan oleh Dr. Gunawan, seperti pembentukan unit jasa penjahit, tukang cukur, hingga menyambut baik program bank sampah yang akan digulirkan Kopkar Al Ghifari. Diversifikasi usaha ini dinilai mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan riil masyarakat.

Setelah sesi sambutan, agenda berlanjut ke sesi inti yakni pembacaan tata tertib RAT. Peserta rapat menyimak dengan seksama laporan pertanggungjawaban pengurus untuk Tahun Buku 2025 sebagai bentuk transparansi pengelolaan dana. Acara ditutup dengan penyampaian laporan hasil pengawasan dari tim pengawas koperasi. Dengan sinergi antara unit pendidikan dan unit usaha, Kopkar Al Ghifari optimistis menjadi pilar kesejahteraan yang kokoh bagi seluruh keluarga besar yayasan.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *