Kehidupan di Tepi Sungai Alalak
Sorak-sorai warga bergembira bercampur haru saat jasad santri berinisial MY (13) yang tenggelam di Sungai Alalak kawasan Kelurahan Berangas Barat, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan dengan cepat berhasil ditemukan oleh tim Water Rescue, Kamis malam (22/1/2026). Ratusan warga memenuhi tepi sungai, menanti dengan penuh harap sejak sore hingga malam. Suasana malam semakin gelap dengan hanya lampu rumah-rumah desa tepi sungai yang remang.
Cahaya senter terang relawan di atas perahu klotok dan speedboat terus bergerak menyoroti tepi sungai. Penyisiran permukaan sungai dilakukan sejak laporan remaja berinisial MY (13) dilaporkan tenggelam di kawasan tersebut sore hari jelang maghrib waktu setempat. Warga menanti, lirih doa terdengar dipanjatkan agar proses pencarian berlangsung lancar dan lekas membuahkan hasil.
Malam itu air sungai mulai naik ke tepi jalan, arus mulai terlihat deras menuju arah timur laut. Namun harapan serta semangat petugas dan warga terus terpancar. Lewat waktu shalat Isya, sekitar pukul 21.39 Wita, Tim Selam Tradisional Water Rescue pun tiba. Sorot mata pun beralih dari sungai ke arah para petugas selam yang tiba dengan membawa peralatan lengkap.
Petugas membawa peralatan dari titik parkir unit mobil menggunakan gerobak kayu milik warga setempat. Harapan pun semakin tinggi, suara-suara doa agar jasad MY cepat ditemukan terdengar di tengah-tengah kerumunan warga yang sejak sore tadi menanti hasil. Petugas selam pun langsung menurunkan peralatan dari gerobak memindahkannya ke perahu kelotok yang telah siap di tepi sungai, sementara mereka mempersiapkan peralatan, sebagian lain memantau titik lokasi.
“Kita dari Tim Water Rescue, mencoba melakukan pencarian di dasar sungai. Kita berdoa bersama-sama mudah-mudahan korban yang diduga tenggelam, segera cepat ditemukan. Kita semua relawan bersama-sama berdoa agar korban cepat ditemukan,” ujar Zainal Abdi dari Tim Selam Tradisional Water Rescue Alalak Selatan Banjarmasin.
Setelah memantau dan memastikan titik lokasi dilaporkannya MY tenggelam, dua perahu klotok yang membawa dua penyelam dikerahkan. Sekitar pukul 21.54 Wita, proses penyelaman dan penyisiran dasar sungai dilakukan. Tak jauh dari lokasi titik dilaporkannya MY tenggelam, teriakan dari salah seorang tim Water Rescue di tengah sungai terdengar keras.
“Ketemu dah, tenang warga tenang,” teriak seorang petugas Water Rescue di tengah sungai di atas petahu kelotoknya sambil memegangi tali penyelam. Kerumunan warga pun semakin padat, kalimat syukur terucap, di antara kerumunan bahkan ada yang mengusap air mata haru. Suasana gelap dengan kelap-kelip senter petugas menambah warna suka duka penuh haru malam itu.
Jasad berhasil ditemukan tepat pukul 22.04 Wita, hanya butuh 10 menit. Di tengah pasang sungai yang terus naik dan arus yang bisa dibilang deras, petugas selam Water Rescue berhasil menemukan jasad MY. Jasad kemudian diangkat ke badan perahu, petugas pun bersiap mengevakuasi. Perahu petugas kemudian menepi, kerumunan warga mendekat.
Sebagian petugas Water Rescue dan sejumlah relawan dari tim gabungan menanti di tepi sungai, menyiapkan kantong jenazah dan tandu. Beberapa dari mereka mencoba mengkondisikan kerumunan warga yang semakin padat. Kerumunan warga tak terbendung, hingga membuat tim harus bekerja keras untuk memecah kerumunan. Mereka berkerumun karena ikut senang bercampur haru, sebagian lain penasaran. Namun proses evakuasi harus berjalan dengan aman.
“Beri jalan, beri jalan. Tolong beri jalan dulu,” teriakan seorang relawan di tengah padatnya kerumunan warga. Sementara jasad terus dirangkul dengan wajah ditutupi kain oleh salah seorang petugas Water Rescue di atas perahu klotok, mencoba menghindari sorotan kamera warga. Sesampainya di tepi sungai, jasad disambut, lagi-lagi kalimat syukur terucap, beberapa warga masih mengusap air mata haru.
“Alhamdulilah, ketemu inya,” terdengar kalimat tersebut dari padatnya kerumunan warga. Jenazah kemudian diantar ke Masjid Pesantren terdekat, menanti kedatangan ayah dan ibunya yang dikabarkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi.
“Alhamdulilah untuk korban berhasil ditemukan, terimakasih untuk relawan wilayah Batola, Basarnas, Polairud, TNI dan rekanan PMK, BPK yang ada di wilayah Banjarmasin dan Batola. Malam ini untuk arus awal-awal naik dan pasang, untuk korban masih berada didasar tidak bergeser jauh dari titik dilaporkannya tenggelam. Alhamdulillah berlangsung cepat,” terang Zainal Abdi.
Water Rescue dan beberapa relawan di lokasi pun saling bersalaman mengucapkan kalimat syukur (alhamdulillah) karena dengan cepat berhasil menemukan MY, remaja (13) yang tenggelam di Sungai Alalak kawasan Berangas, Batola. “Nggih, Ibu-Bapak kami dari Pelaihari Mas. Nggih sudah menuju ke sini,” ujar Kakak MY yang tak ingin disebut namanya.
Proses pencarian selesai, kerumunan warga pun mulai meninggalkan lokasi.











