"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

15 Peristiwa Angin Kencang di 7 Kecamatan Banyumas

Cuaca Ekstrem Mengguncang Banyumas, 15 Kecamatan Terdampak

Cuaca ekstrem yang berupa angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas pada Sabtu (24/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mencatat sedikitnya 15 kejadian bencana yang secara dominan disebabkan oleh angin kencang dan cuaca ekstrem. Peristiwa ini menyebar di beberapa kecamatan dengan dampak utama berupa pohon tumbang yang menimpa rumah warga, jaringan listrik, hingga menutup akses jalan kabupaten.

Beberapa kecamatan yang terdampak antara lain Rawalo, Kebasen, Cilongok, Lumbir, Purwojati, Ajibarang, dan Pekuncen. Di Kecamatan Rawalo, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Desa Sidamulih RT 3 RW 7. Pohon tersebut menimpa kabel induk PLN serta rumah warga. Penanganan awal dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat. Sementara itu, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Banjarparakan RT 1 RW 9 dan masih dalam proses pendataan serta koordinasi penanganan.

Di Kecamatan Kebasen, pohon tumbang di Desa Cindaga RT 1 RW 6 sempat menutup akses jalan kabupaten. BPBD menyebutkan penanganan darurat telah dilakukan sehingga akses jalan kembali dapat dilalui kendaraan. Di Kecamatan Cilongok, pohon tumbang menimpa rumah milik Ilham di Desa Gununglurah RT 7 RW 6. Petugas BPBD telah melakukan pendataan awal terhadap dampak kerusakan.

Sementara itu, Kecamatan Lumbir mencatat dua kejadian angin kencang. Di Desa Canduk, Grumbul Sabrang Kidul RT 3 RW 3, pohon tumbang menimpa rumah milik Adis Hariyanto. Kejadian serupa juga terjadi di Desa Cirahab, Grumbul Beji RT 4 RW 2, yang menimpa rumah Narsudi Jana.

Di Kecamatan Purwojati, angin puting beliung dilaporkan menerjang Desa Kaliurip RT 1 RW 1 dan menimpa rumah Sumpeno. Selain itu, di Desa Kalitapen RT 2 RW 4, angin kencang menyebabkan pohon tumbang yang menimpa rumah milik Jakum. BPBD masih melakukan kaji cepat terhadap dampak kerusakan di lokasi.

Di Kecamatan Ajibarang, pohon tumbang menimpa rumah warga di Desa Tipar Kidul, Grumbul Cibodas RT 2 RW 13 (rumah Suyut) serta Desa Darmakradenan, Grumbul Sidoharjo RT 4 RW 9 (rumah Ruswoyo). Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan dan koordinasi penanganan darurat.

Sedangkan di Kecamatan Pekuncen, tercatat lima kejadian cuaca ekstrem yang tersebar di beberapa desa, yakni Desa Semedo (rumah Kusono), Desa Petahunan (rumah Nasrip), Desa Karangklesem (rumah Tasir Suharjo), Desa Candinegara (rumah Rino), serta Desa Pasiraman Kidul (rumah Zulkifli). Seluruh kejadian dipicu pohon tumbang akibat angin kencang dan masih dalam proses pendataan serta koordinasi penanganan.

BPBD Kabupaten Banyumas menyatakan telah melakukan kaji cepat di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan dinas terkait, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa untuk penanganan darurat serta pendataan kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan, mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. “Saya mengimbau pada semua warga yang ada di wilayah Kabupaten Banyumas agar dalam keadaan waspada. Pada kesempatan ini sudah ada laporan yang masuk terkait bencana cuaca ekstrem sebanyak 15 kejadian,” kata Dwi Irawan kepada , Sabtu (24/1/2026).

Ia juga menyebutkan adanya laporan terkait kondisi air sungai di wilayah Gunung Slamet yang keruh akibat hujan. “Selain itu, banyak laporan masuk terkait sungai-sungai di wilayah Gunung Slamet yang airnya keruh. Kami langsung mengirimkan tim BPBD untuk pemantauan di wilayah Gunung Slamet dan melakukan kaji cepat terhadap laporan yang masuk, khususnya kejadian angin kencang,” jelasnya.

Dwi menambahkan, potensi curah hujan pada akhir Januari hingga Februari diperkirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah sungai, kawasan perbukitan, serta daerah dengan banyak pepohonan besar. “Kami mengimbau semua pihak selalu waspada dan siaga. Kesiapsiagaan dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan, baik di rumah maupun di tempat kerja,” katanya.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kejadian darurat kepada perangkat desa atau petugas BPBD setempat agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *