"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Anak Suderajat Minta Maaf, Ayah Dicap Pembohong dan Ngontrak Rumah

Penjelasan Anak Suderajat Mengenai Pernyataan Ayahnya yang Dianggap Tidak Jujur

Suderajat, seorang penjual es gabus asal Bogor, kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya di media sosial menimbulkan kontroversi. Anak Suderajat, Andi (49 tahun), memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut. Ia membenarkan bahwa ayahnya saat ini tinggal di rumah kontrakan dan menjelaskan alasan pernyataan ayahnya yang dianggap tidak sesuai fakta.

Andi menyampaikan permintaan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Ia menegaskan bahwa pernyataan ayahnya bukanlah niat untuk menipu, melainkan akibat kondisi mental yang sedang tidak stabil. Hal ini didasarkan pada hasil diagnosis sementara dari pihak Kecamatan Bojonggede.

Rumah Kontrakan dan Proses Renovasi

Andi menjelaskan bahwa Suderajat dan keluarga saat ini tinggal di rumah kontrakan sejak Desember 2025. Alasannya adalah karena rumah pribadi mereka sedang dalam proses renovasi melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Beliau memang punya rumah, tapi sedang dalam proses perbaikan atau renovasi melalui program RTLH. Proses renovasi sudah berjalan sejak Desember 2025,” ujar Andi.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi mental Suderajat memengaruhi kemampuan komunikasinya. “Kondisi gangguan tadi menyebabkan komunikasi secara verbal terhadap yang bersangkutan menjadi terbatas dan ada kesulitan,” jelas Andi.

Tanggapan dari Pihak Kecamatan Bojonggede

Pihak Kecamatan Bojonggede, wilayah tempat tinggal Suderajat, juga memberikan pernyataan serupa. Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, menjelaskan bahwa hasil asesmen lintas instansi menunjukkan adanya indikasi disabilitas mental pada Suderajat dan istrinya.

Perilaku Suderajat yang sering memberikan jawaban berubah-ubah, termasuk saat berbincang dengan Dedi Mulyadi, bukan semata-mata karena bohong. Menurut Tenny, hal itu disebabkan oleh gangguan mental pascatrauma yang memengaruhi kemampuan komunikasi verbal.

“Terkait banyak rumor tentang Pak Suderajat, mungkin jawabannya ketika ditanya (Dedi Mulyadi dalam video YouTube) selalu berubah-ubah dan terkesan seperti berbohong. Hasil dari asesmen kami, itu terdapat indikasi disabilitas, baik pada Pak Suderajat maupun istrinya,” katanya.

Tenny juga menambahkan bahwa tanda-tanda keterbelakangan psikologis dan mental Suderajat telah terlihat sejak lama. Kondisi ini diperparah oleh tekanan trauma setelah kejadian viral.

Peran RT dan RW Setempat

Menurut keterangan dari Ketua RT dan RW setempat, tampak tanda-tanda keterbelakangan secara psikologis dan mental pada Suderajat. Bahkan, kondisi istrinya terlihat lebih parah.

“Jadi Pak Suderajat itu memiliki disabilitas dan memerlukan perhatian khusus memang. Serta tekanan setelah kejadian (trauma) dan banyaknya orang datang ke rumah saat itu (gak terbiasa ketemu orang banyak),” bebernya.

Pemerintah kecamatan berharap penjelasan ini dapat menghentikan spekulasi publik dan mengembalikan persoalan Suderajat pada konteks yang sebenarnya, yakni upaya penanganan warga kurang mampu melalui program perbaikan rumah yang sedang berlangsung.

Tanggapan Polisi

Polda Metro Jaya tidak mempersoalkan pengakuan Suderajat yang kerap berubah-ubah. Kepolisian menyerahkan penilaian tersebut ke masyarakat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan bahwa pihaknya tetap menjalin komunikasi dan silaturahmi serta memperhatikan kondisi Suderajat.

“Pengakuan Pak Suderajat yang berubah biar masyarakat yang menilai,” kata Budi Hermanto.

Menurut Budi, sikap itu sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 13 tentang tugas pokok Polri, yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *