Persebaya Surabaya Jadi Tim dengan Nilai Pasar Terendah di Super League
Persebaya Surabaya kembali menjadi perhatian, kali ini bukan karena belanja besar, melainkan karena statusnya sebagai tim dengan nilai pasar terendah di antara 10 besar klub elite dalam putaran kedua Super League. Fakta ini muncul dalam daftar 10 tim termahal yang dirilis berdasarkan data Transfermarkt hingga 5 Februari 2026.
Green Force, julukan Persebaya, berada di posisi paling buncit dalam daftar tersebut. Hal ini menarik mengingat situasi kompetisi yang semakin panas menjelang penutupan bursa transfer tengah musim. Jendela transfer Super League 2025/2026 akan ditutup pada 6 Februari 2026 malam, tepatnya pukul 23.59 WIB. Artinya, klub hanya memiliki waktu tiga setengah hari untuk menyelesaikan seluruh proses administrasi transfer.
Jika nama pemain belum masuk FIFA Transfer Matching System (TMS) sebelum batas waktu, maka statusnya tidak akan sah. Tekanan waktu ini membuat mayoritas klub bergerak cepat untuk menyelesaikan negosiasi pemain.
Bursa transfer awal tahun ini dibuka sejak 10 Januari 2026. Sejak saat itu, banyak klub melakukan perombakan demi memperkuat kedalaman skuad di putaran kedua. Beberapa klub seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung tercatat paling aktif dalam proses transfer.
Klub-Klub Aktif di Bursa Transfer
Persija Jakarta, yang dikenal sebagai Macan Kemayoran, melakukan banyak pergerakan. Klub ini melepas dan meminjam beberapa pemain sambil mendatangkan amunisi anyar. Salah satu rekrutan terbaru adalah Mauro Zijlstra, yang didatangkan dari Vollendam FC dan langsung dikontrak selama 2,5 tahun hingga akhir musim 2027/2028.
Sementara itu, Persib Bandung juga tidak kalah agresif. Pemuncak klasemen sementara Super League berhasil mendatangkan mantan pemain Paris Saint-Germain, Layvin Kurzawa. Menjelang penutupan bursa transfer, Persib kembali dikaitkan dengan dua striker, yaitu Ragnar Oratmangoen dan Mariano Peralta.
Transfer Mariano Peralta dari Borneo FC digadang-gadang bakal menjadi rekor tertinggi sepak bola Indonesia. Namun, hingga saat ini, kedua klub masih bungkam dan belum memberi pernyataan resmi.
Tidak hanya klub papan atas, klub-klub yang berjuang menjauh dari degradasi juga aktif bergerak. Semen Padang, Persijap Jepara, dan PSBS Biak memanfaatkan sisa waktu untuk memperkuat tim mereka.
Daftar Tim dengan Nilai Pasar Tertinggi
Berdasarkan data Transfermarkt yang diolah hingga 5 Februari 2026, Persib Bandung memimpin daftar tim dengan nilai pasar tertinggi. Dengan 32 pemain, total nilai pasar Maung Bandung mencapai Rp 138,36 miliar dengan rata-rata Rp 4,32 miliar per pemain.
Persija Jakarta menyusul di posisi kedua dengan total nilai pasar Rp 118,63 miliar. Bali United FC berada di urutan ketiga dengan total nilai pasar Rp 100,73 miliar. Dewa United Banten FC menempati posisi keempat dengan total nilai pasar Rp 99,94 miliar.
Borneo FC Samarinda ada di peringkat kelima dengan total nilai pasar Rp 91,43 miliar. PSM Makassar menyusul di posisi keenam dengan total nilai pasar Rp 90,38 miliar. PSIM Yogyakarta menjadi kejutan di urutan ketujuh dengan total nilai pasar Rp 87,34 miliar.
Persik Kediri menempati posisi kedelapan dengan total nilai pasar Rp 87,08 miliar. Bhayangkara FC berada di urutan kesembilan dengan jumlah pemain asing terbanyak, yaitu 12 orang, dan total nilai pasar Rp 80,56 miliar.
Persebaya Surabaya menutup daftar di posisi kesepuluh dengan total nilai pasar Rp 76,48 miliar dari 27 pemain.
Tiga Poin Unik dalam Daftar
Ada tiga poin unik yang muncul dari daftar ini. Pertama, Persib Bandung memimpin sebagai klub dengan total nilai pasar tertinggi sekaligus rata-rata nilai pemain termahal. Kedua, Bhayangkara FC tercatat memiliki jumlah pemain asing terbanyak, yaitu 12 pemain. Ketiga, PSM Makassar menjadi tim dengan rata-rata umur skuad paling muda, yakni 25,5 tahun.
Label paling murah tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Persebaya Surabaya. Namun, nilai pasar bukan satu-satunya penentu prestasi di lapangan. Dengan waktu transfer yang makin menipis, menarik menanti apakah Persebaya Surabaya memilih bertahan dengan komposisi saat ini atau melakukan kejutan di detik-detik terakhir.
Putaran kedua Super League pun dipastikan kian panas, baik di bursa transfer maupun di atas lapangan.











