Strategi Pemerintah Kabupaten Tegal dalam Mendukung Pertumbuhan UMKM
Pemerintah Kabupaten Tegal terus memperkuat strategi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan membuka akses langsung ke pasar ritel modern. Langkah ini diwujudkan melalui Pelatihan Manajemen Ritel dan Kurasi Produk UMKM yang digelar bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), di Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal, Jumat, 6 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti sekitar 80 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Tegal. Selain mengikuti pelatihan, para peserta juga memamerkan produk unggulan masing-masing, khususnya pada kategori makanan olahan, yang menjadi fokus utama dalam proses kurasi.
Pelatihan dan kurasi produk tersebut dihadiri jajaran manajemen Alfamart, di antaranya Regional Corporate Communication Alfamart Budi Santoso, Deputy Branch Manager Alfamart Cabang Tegal Asep Saeful Huda, serta Branch Merchandise Alfamart Cabang Tegal Haning Nur Adiptia. Kehadiran mereka menegaskan keterlibatan langsung dunia usaha dalam mendorong UMKM daerah agar siap bersaing di pasar modern.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melalui Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Tegal, Imam Rudy Kurnianto, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam struktur perekonomian daerah. Selain menyerap tenaga kerja, UMKM juga terbukti mampu menjadi penopang ekonomi kerakyatan di tengah berbagai tekanan dan tantangan ekonomi.
Menurut Rudy, pelatihan manajemen ritel dan kurasi produk ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas, daya saing, dan nilai tambah produk UMKM agar mampu memenuhi standar pasar modern.
“Melalui kurasi produk, pelaku UMKM tidak hanya dituntut menghasilkan produk yang enak atau menarik, tetapi juga harus memenuhi standar mutu, kemasan, keamanan pangan, serta kesiapan pemasaran sesuai kebutuhan ritel modern,” ujar Rudy.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Alfamart yang bersedia menjadi mitra pemerintah daerah dalam memberikan fasilitasi, pendampingan, sekaligus membuka peluang akses pemasaran bagi produk UMKM Kabupaten Tegal.
“Kami mengapresiasi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang telah berkenan mendampingi UMKM Kabupaten Tegal. Sinergi ini menjadi kunci agar UMKM benar-benar bisa naik kelas,” katanya.
Rudy menekankan pentingnya keberlanjutan program. Menurutnya, pelatihan dan kurasi harus ditindaklanjuti dengan pendampingan yang konsisten agar UMKM yang telah lolos kurasi tidak berhenti di tahap awal, tetapi mampu berkembang dan memperluas pasar.
“Kegiatan seperti ini harus berkesinambungan. Harapannya UMKM yang telah dikurasi mampu menembus pasar yang lebih luas dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia juga berharap para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal dengan terbuka terhadap masukan dan siap melakukan inovasi produk sesuai hasil evaluasi kurasi.
“Saya berharap pelatihan ini memberi manfaat nyata bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tutur Rudy.
Komitmen Alfamart dalam Mendukung UMKM Lokal
Sementara itu, Regional Corporate Communication Alfamart Budi Santoso menjelaskan bahwa pelatihan dan kurasi produk merupakan bagian dari komitmen Alfamart dalam mendukung UMKM lokal agar mampu masuk ke jaringan ritel modern.
Menurutnya, proses kurasi produk UMKM tidak disamakan dengan produk pabrikan skala besar. Persyaratan yang diterapkan dibuat lebih sederhana dan realistis agar pelaku UMKM tidak terbebani.
“Kurasi produk UMKM jauh lebih simpel dibandingkan produk pabrikan. Yang penting, produk sudah memenuhi persyaratan dasar,” kata Budi.
Ia menyebutkan beberapa syarat minimal agar produk UMKM bisa dipasarkan di ritel modern, khususnya Alfamart, di antaranya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta label atau sertifikat halal untuk produk makanan dan minuman. Adapun persyaratan lainnya dapat dilengkapi sambil berjalan.
“Untuk UMKM Kabupaten Tegal yang ingin masuk Alfamart, kami tidak memungut biaya sewa tempat. Produk juga akan kami letakkan di bagian depan agar mudah dilihat konsumen,” ujar Budi.
Budi menambahkan, peluang pasar yang tersedia sangat besar mengingat Alfamart saat ini memiliki sekitar 22 ribu gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal tersebut membuka kesempatan bagi produk UMKM Kabupaten Tegal untuk dipasarkan tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga secara nasional.
“Tentu produk harus mampu bersaing, baik dari sisi rasa, kemasan, maupun kualitas. Tapi kami akan terus membantu agar pelaku UMKM bisa berkembang dan produknya diterima pasar,” tegasnya.
Membangun Ekonomi Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan ritel modern ini, Pemkab Tegal berharap UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan menjadi bagian dari rantai pasok ekonomi nasional.











