"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Bisnis  

Seminar Emas Indonesia di Solo, Peternak Solo Raya Siap Hadapi Pasar Global

Pelatihan Swine Seminar 2026: Meningkatkan Kualitas dan Kompetensi Peternak Babi di Indonesia

Perusahaan penyedia pakan ternak Gold Coin Indonesia menggelar acara pelatihan bertajuk Swine Seminar 2026 dengan tema “Never Stop Improving Swine Genetic in The Pig Industry” di Hotel The Royal Heritage, Selasa (10/2/2026) sore. Acara ini dihadiri oleh puluhan peternak babi di Soloraya yang ingin memperluas wawasan mereka tentang pengembangan industri peternakan babi.

Pembicara dari Filipina Hadir untuk Berbagi Pengalaman

Salah satu pembicara utama dalam seminar tersebut adalah Direktur Teknik Plimico, George Carlos Gerle dari Filipina. Ia membahas pentingnya pemilihan induk dan garis keturunan babi serta manfaat ekonomi dari pengembangan genetik yang tepat. Menurutnya, industri peternakan babi selalu berkembang dan memerlukan data yang akurat untuk meningkatkan kualitas produksi.

Upaya Gold Coin Indonesia untuk Mendukung Peternak

First Vice President dan Country Director dari Gold Coin Indonesia, Siow Wee Lee, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membantu peternak menghadapi tantangan di era teknologi peternakan yang semakin berkembang. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa tujuan dari seminar ini adalah untuk berbagi pengalaman dan update teknologi terbaru kepada para peternak.

“Kami harap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi peternak babi di Indonesia karena kami tahu saat ini tantangannya sangat ketat termasuk dari segi kesehatan hewan,” ujarnya.

Lee menambahkan bahwa acara ini juga dimaksudkan agar peternak di Indonesia, khususnya di Soloraya, mampu bersaing dan mendapatkan keuntungan lebih besar. Ia menyebutkan bahwa selain tantangan dari penyakit hewan, peternak juga menghadapi persaingan dari produsen daging beku asing.

Peran Gold Coin Indonesia sebagai Mitra Peternak

Gold Coin Indonesia tidak hanya berperan sebagai produsen pakan ternak, tetapi juga sebagai mitra yang membantu peternak meningkatkan kualitas budidaya dan produk mereka. Lee menjelaskan bahwa perusahaan ini tidak bisa berdiri sendiri tanpa partisipasi aktif dari para peternak.

Oleh karena itu, Gold Coin Indonesia rutin menggelar berbagai pelatihan dan seminar yang melibatkan ahli-ahli dari berbagai bidang. Salah satunya adalah seminar yang mengundang George Carlos Gerle dari Filipina, yang dapat berbagi pengalaman nyata, data, dan angka dari peternakan yang sudah berpengalaman.

“Karena pas kebetulan headquarter Gold Coin di Filipina juga termasuk produsen babi terbesar ketiga di sana. Ini menjadi kesempatan kita akhirnya bisa mengundang Mr Carlos ke sini, dia bisa sharing pengalaman yang real, data-data, atau angka-angka yang akurat dari peternakan kita sendiri,” kata Lee.

Kolaborasi dengan Peternak untuk Peningkatan Genetik

Lee menegaskan bahwa seminar ini adalah bentuk tanggung jawab jangka panjang Gold Coin Indonesia untuk membantu peternak menjangkau pasar global. Ia berpendapat bahwa dibandingkan dengan negara lain, industri peternakan di Indonesia masih memiliki ruang untuk ditingkatkan lagi.

“Kita juga punya Swine tim, bukan hanya kita transaksi jual beli. Jadi tim itu terdiri dari ahli penyakit hewan, ahli nutrisi untuk menggelar diskusi dengan peternak dengan tujuan lebih cepat menjawab persoalan yang ditemui peternak di lapangan,” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Gold Coin Indonesia berharap peternak Swine di Indonesia bisa menembus pasar global seperti negara-negara tetangga.

Tanggapan Positif dari Peternak

Banyak peternak babi di Indonesia merasa senang dengan kolaborasi yang dilakukan oleh Gold Coin Indonesia. Salah satunya adalah Ketua Asosiasi Peternak Babi (Asperba) Jatim, drh Darmawan Mulyadi. Ia mengungkapkan bahwa sejak tiga tahun terakhir, dirinya merasa memiliki sahabat dalam mengembangkan budidaya babinya.

“Karena Gold Coin konsen pada pengembangan terutama juga konsen ke peternak-peternak sehingga terus terang seperti saya membutuhkan pabrik (produsen pakan) yang mau diajak kolaborasi untuk meningkatkan pakan, meningkatkan performa di kandang,” ujarnya.

Sementara itu, Alexander Kasim dari Koperasi Peternak Babi (Koperba) Solo juga memberikan apresiasi atas dukungan Gold Coin Indonesia. Ia menyebutkan bahwa sejak mengenal Gold Coin sejak tahun 2008, dirinya selalu mempercayakan pakan ternaknya kepada perusahaan tersebut.

“Kita kan problemnya terutama seperti peternakan saya itu di sisi kesehatan seperti diare dan nafsu makan berkurang. Tapi dengan adanya Gold Coin ini ada peningkatan dari segi kesehatannya,” ungkapnya.

Alexander berharap Gold Coin Indonesia bisa terus mensupport peternak Indonesia agar bisa mengejar ketertinggalan dan semakin memajukan peternak maupun budidaya Swine.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *