"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Bisnis  

Distribusi trafik tidak merata jadi tantangan opsel selama Ramadan

Tantangan Operator Seluler Saat Ramadan dan Lebaran 2026

Pengamat telekomunikasi menyebutkan sejumlah tantangan yang dihadapi operator seluler saat periode Ramadan dan Lebaran 2026. Salah satu isu utama adalah peningkatan trafik layanan data yang diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Hal ini memicu perluasan pengelolaan jaringan dan peningkatan kapasitas infrastruktur.

Tantangan Utama dalam Pengelolaan Jaringan

Heru Sutadi, Direktur Eksekutif Indonesia Information and Communication Technology (ICT) Institute, menjelaskan bahwa distribusi trafik yang tidak merata menjadi tantangan utama tahun ini. Pergerakan masyarakat dalam waktu singkat, khususnya di wilayah tujuan mudik, menyebabkan lonjakan trafik yang tidak merata.

“Selain itu, kepadatan di titik-titik tertentu bisa menyebabkan lonjakan sesaat yang ekstrem,” ujar Heru kepada Bisnis, Minggu (15/2/2026). Ia menambahkan bahwa faktor cuaca, bencana, dan potensi gangguan infrastruktur juga menjadi perhatian. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi intensif, kesiapan teknis yang matang, serta respons cepat agar kualitas dan stabilitas jaringan tetap optimal sepanjang periode Ramadan dan Lebaran 2026.

Heru juga mengingatkan operator untuk melakukan mitigasi risiko apabila terjadi pemadaman listrik massal maupun bencana. Ia menilai hal ini penting, mengingat beberapa daerah sempat mengalami masalah serupa beberapa waktu lalu.

Perpindahan Trafik Selama Ramadan

Ian Joseph Matheus Edward, pengamat telekomunikasi dari ITB, menyoroti perpindahan trafik selama Ramadan yang terjadi sepanjang perjalanan mudik, saat hari raya, hingga arus balik. Menurutnya, saat ini diperlukan otomatisasi perubahan konfigurasi jaringan atau pemanfaatan AI untuk estimasi maupun peramalan trafik, sehingga optimasi dapat menyesuaikan dengan perpindahan trafik.

Sementara itu, Agung Harsoyo, pengamat telekomunikasi dari ITB lainnya, mengatakan setiap operator seluler telah memiliki data mengenai pola sebaran trafik pelanggan pada momen tahun baru, Imlek, Lebaran, dan musim liburan lainnya. Dari sisi teknologi, operator dapat melakukan rekonfigurasi kapasitas jaringan sehingga lonjakan atau perubahan sebaran trafik internet dapat diatasi.

“Komdigi sebagai regulator dapat melakukan drive test di tempat-tempat strategis sebagai mekanisme pengendalian kualitas layanan (QoS/QoE),” ungkapnya.

Persiapan Operator Seluler

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk mengungkapkan potensi lonjakan trafik layanan data sebesar 20–30% selama periode Ramadan dan Lebaran 2026. Puncak kenaikan trafik diprediksi mencapai 47.664 TB pada 20 Maret 2026, atau naik sekitar 27,01% dibandingkan periode Lebaran 2025.

Group Head Network Operation XLSMART, Agus Rohmat, menjelaskan bahwa perusahaan melakukan sejumlah langkah antisipasi, salah satunya melalui optimalisasi jaringan di berbagai titik prioritas. “Untuk area-area yang trafiknya akan melonjak kami sediakan mobil MBTS, terutama sepanjang jalur mudik,” kata Agus dalam acara Media Update Kesiapan Jaringan Jelang Ramadan dan Lebaran 2026.

Dia menjelaskan optimalisasi dilakukan di jalur mudik utama, titik-titik keramaian (point of interest/POI), serta 88 rest area di sepanjang jalur mudik. Sejumlah titik juga mengalami peningkatan kapasitas jaringan hingga dua kali lipat seiring integrasi jaringan yang telah diselesaikan.

Selain jalur darat, XLSMART juga memprioritaskan optimalisasi jaringan di jalur transportasi lain, seperti jalur kereta api dari Jakarta ke arah utara dan selatan hingga Yogyakarta, bandara, pelabuhan, rest area, serta kawasan wisata yang diprediksi ramai selama libur Lebaran.

“Jadi ada 248 titik yang kami lakukan optimalisasi dan juga penambahan kapasitas. Terutama area-area wisata, seperti di Jogja, di Jawa Barat Pangandaran,” katanya.

Perlindungan Pelanggan dari Ancaman Spam dan Scam

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) melalui brand IM3 menangkap peluang Ramadan dengan memperluas fitur Satuan Anti-Scam dan Spam Plus (SATSPAM+). Kini, fitur tersebut tidak hanya melindungi pelanggan dari ancaman penipuan melalui SMS dan panggilan reguler, tetapi juga WhatsApp Call.

Director & Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Bilal Kazmi, mengatakan terlepas dari proyeksi kenaikan trafik layanan data selama Ramadan dan Lebaran 2026, hal terpenting adalah memastikan pengalaman pelanggan tetap terjaga.

“Kami tidak lagi hanya sekedar meningkatkan kapasitas, namanya meningkatkan kapasitas saat Lebaran, saat Ramadhan, dan akhir tahun itu sudah kewajiban kami. Yang lebih penting adalah bagaimana memastikan layanan tambahannya,” kata Bilal saat ditemui usai acara IM3 Ramadan Campaign, Kamis (12/2/2026).

Bilal menyebut kenaikan trafik data selama Ramadan biasanya rata-rata mencapai sekitar 20%. Namun, menurutnya, persoalan utama saat ini bukan semata lonjakan trafik, melainkan meningkatnya gangguan berupa spam dan scam, khususnya melalui WhatsApp Call.

Dia menjelaskan kenaikan scam tercatat sekitar 34,7%, dengan hampir 90% kasus terjadi di WhatsApp dan sekitar 64% melalui panggilan. Menurutnya, perubahan pola ini terjadi karena pelaku penipuan beralih ke kanal yang dinilai lebih efektif, termasuk WhatsApp.

Kenaikan gangguan di WhatsApp disebut mencapai 87%, yang menjadi alasan IM3 meluncurkan perluasan layanan SATSPAM+. Jika sebelumnya fitur ini hanya berlaku untuk SMS dan telepon reguler, kini perlindungan anti-scam tersebut juga mencakup WhatsApp Call. Layanan ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia dan diluncurkan bertepatan dengan momen Ramadan yang dinilai paling relevan.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *