.CO.ID-JAKARTA.
BRI Group terus berkomitmen untuk mendukung program Asta Cita Pemerintah serta mencapai target 3 juta rumah dengan memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Upaya ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif, termasuk pembiayaan perumahan berbasis Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selain itu, BRI juga menyediakan Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai fasilitas kredit modal kerja bersubsidi dari pemerintah. Dengan langkah-langkah ini, BRI Group tidak hanya memperluas akses hunian layak, tetapi juga memperkuat sistem pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kebijakan terbarunya, BRI Group mengumumkan penurunan suku bunga pembiayaan PNM Mekaar hingga 5%. Penurunan ini merupakan langkah strategis yang dilakukan untuk memberikan manfaat langsung kepada nasabah, terutama para pelaku usaha ultra mikro. Selain itu, BRI juga melakukan penyerahan simbolis pembiayaan FLPP dan KPP sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Strategi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
BRI Group, melalui PNM sebagai Holding Ultra Mikro, mengambil langkah bersejarah dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil melalui program Mekaar. Program ini menawarkan layanan pembiayaan kelompok bagi perempuan prasejahtera yang merupakan pelaku usaha ultra mikro. Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, menyampaikan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar, tingkat suku bunga yang sebelumnya tidak pernah berubah diturunkan hingga 5%.
“Kami dari BRI Group mengambil sebuah langkah bersejarah, untuk pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar, tingkat suku bunga yang selama ini tidak pernah berubah kami turunkan hingga 5% dari biaya bunga sebelumnya,” ujarnya dalam siaran pers.
Penurunan suku bunga ini akan secara langsung mengurangi besaran angsuran yang dibayarkan oleh nasabah, sehingga memberikan ruang lebih lega bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya. Lebih dari sekadar kebijakan pembiayaan, Riko menyebut langkah ini sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada para perempuan wirausaha ultra mikro di seluruh Indonesia.
Langkah yang Selaras dengan Arahan Presiden
Langkah BRI ini selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta pada Jumat (13/2/2026). Presiden menegaskan bahwa penerapan konsep Indonesia Incorporated menjadi strategi nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha besar, menengah, dan kecil.
“Saya namakan strategi saya adalah Indonesia Incorporated. Yang besar, yang kuat, yang menengah, yang kecil, yang kurang, semua bekerja sama. Yang besar maju tarik yang kurang kuat. Yang kuat tarik yang lemah,” ujar Presiden Prabowo.
Konsep Indonesia Incorporated bertujuan membangun fondasi ekonomi nasional yang saling menopang, sehingga pertumbuhan tidak hanya dinikmati oleh segelintir kelompok, melainkan merata ke seluruh lapisan masyarakat.
Peran BRI dalam Memperkuat Ekonomi Nasional
Sebagai mitra strategis pemerintah, BRI berkomitmen memperluas akses pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan, melalui skema akses hunian bagi MBR melalui FLPP dan KPP. Pada 2025, kuota FLPP BRI ditingkatkan dari 32.000 unit menjadi 60.000 unit atau tumbuh hampir 100% secara tahunan (YoY). Hingga 11 Februari 2025, BRI telah menyalurkan pembiayaan FLPP untuk 3.174 unit rumah. Capaian ini menempatkan BRI sebagai salah satu bank dengan penyaluran FLPP tertinggi di antara perbankan nasional.
Selain itu, BRI juga memperkuat pembiayaan Kredit Program Perumahan (KPP). Skema ini merupakan fasilitas pembiayaan investasi dan modal kerja dari subsidi pemerintah yang ditujukan guna menggerakkan roda ekonomi dan aktivitas UMKM dari sisi supply and demand, khususnya di sektor bahan bangunan dan konstruksi, sehingga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Tercatat, pada 2026, BRI telah menyerap kuota KPP sebesar Rp 2,3 triliun yang disalurkan kepada 17.443 debitur, atau mencapai 28,75 % dari target penyaluran Rp 8 triliun tahun ini. Capaian tersebut menempatkan BRI sebagai bank dengan penyaluran KPP tertinggi, dengan kontribusi sekitar 52,2% dari total penyaluran nasional.
Komitmen untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Ke depan, BRI berkomitmen untuk terus menjadi enabler pembangunan dalam memperkuat ekonomi masyarakat Indonesia. “Mengingat backlog kepemilikan rumah yang masih mencapai 32,3 juta menjadi tantangan bersama yang perlu ditangani secara kolaboratif. Oleh karena itu, BRI terus memperluas akses pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mengintegrasikannya dengan penguatan ekonomi keluarga agar kesejahteraan masyarakat dapat terjaga dalam jangka panjang,” ucap Riko.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi keberpihakan BRI terhadap masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Ia menegaskan bahwa kepemilikan rumah harus diiringi dengan dukungan akses pembiayaan yang terjangkau agar masyarakat tetap memiliki ruang untuk berkembang secara ekonomi. Maruarar secara khusus menyoroti langkah BRI Group dalam menurunkan suku bunga PNM Mekaar yang menyasar kelompok ultra mikro, terutama pelaku usaha ultra mikro.
“Terima kasih BRI. Presiden Prabowo tentu sangat senang, karena dia menginginkan setiap kebijakan benar-benar berbuah baik bagi rakyat. Terlebih, penurunan suku bunga dari BRI Group ini adalah jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat. Dengan bunga yang lebih ringan, keluarga tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup, menjalankan usaha, dan menjaga ketahanan ekonomi jangka panjang,” ujar Maruarar.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











