JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menetapkan target yang ambisius bagi Danantara dalam mencapai tingkat return on asset (ROA) sebesar 7% dalam waktu dekat. Namun, para pengamat melihat bahwa target ini cukup sulit untuk dicapai mengingat kondisi saat ini.
Return on assets (ROA) adalah rasio keuangan yang mengukur kemampuan suatu entitas dalam menghasilkan laba bersih dari total aset yang dimilikinya. Dalam laporan terbaru, Danantara telah meraup laba bersih sebesar Rp285 triliun pada 2025, sementara asetnya mencapai US$900 miliar atau setara dengan Rp15.152 triliun. Dengan angka tersebut, ROA Danantara diperkirakan masih berada di kisaran 1,88%.
Herry Gunawan, pengamat BUMN dari NEXT Indonesia Center, menyatakan bahwa upaya mencapai ROA 7% akan sangat menantang, bahkan nyaris mustahil dilakukan dalam jangka pendek. Ia menilai bahwa perlu ada upaya serius dari pengelola BUMN dan Danantara untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan milik negara. Menurutnya, tidak boleh hanya menjalankan bisnis seperti biasanya tanpa inovasi.
Strategi Untuk Meningkatkan ROA
Menurut Herry, dua langkah utama yang bisa diambil oleh Danantara untuk meningkatkan ROA adalah efisiensi dan ekspansi. Efisiensi dapat dilakukan dengan lebih optimal dalam pengelolaan aset, termasuk penggunaan sumber daya dan biaya. Jika efisiensi tidak meningkat, maka ROA akan tetap stagnan.
Di sisi lain, ekspansi juga menjadi faktor penting. Khususnya untuk BUMN perbankan, Danantara perlu berani memperluas penyaluran kredit. Saat ini, rasio kredit yang disalurkan terhadap dana pihak ketiga (DPK) bank BUMN masih di bawah 90%, sehingga masih ada ruang untuk peningkatan.
Kinerja BUMN Perbankan
Pengelolaan risiko menjadi hal penting dalam ekspansi. Setiap perusahaan, termasuk BUMN, memiliki batas risiko yang bisa dikelola. Jika risiko tetap dalam batas toleransi, maka ekspansi harus terus didorong melalui inovasi produk atau layanan baru.
Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa meski Danantara baru dibentuk pada Februari 2025, hasil efisiensi dan reformasi yang dilakukan telah menunjukkan capaian signifikan. Ia menyebut bahwa capaian tersebut empat kali lipat dibandingkan 2024. Meski demikian, ia menegaskan bahwa capaian ini belum menjadi titik akhir dan menuntut standar kinerja yang lebih tinggi.
Upaya Danantara untuk Mencapai Target
Danantara telah merancang strategi untuk mencapai target ROA sebesar 7%. CIO Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa perusahaan akan fokus pada proyek-proyek dengan imbal hasil tinggi. Ia juga menyebut bahwa standar investasi akan ditingkatkan.
Investasi Danantara saat ini sebagian besar terdiri dari obligasi dan public equity. Pandu menekankan bahwa perusahaan yang dipilih harus memiliki fundamental yang baik, valuasi yang wajar, serta likuiditas yang memadai agar bisa mudah keluar masuk.
Target Laba 2026
Sebelumnya, Danantara menargetkan laba BUMN mencapai sekitar Rp350 triliun pada 2026. Target ini didasarkan pada transformasi dan restrukturisasi yang telah dilakukan dalam satu tahun terakhir. COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa laba BUMN secara normalisasi pada 2025 mencapai Rp332 triliun, namun setelah penyesuaian nilai aset, laba turun menjadi sekitar Rp280 hingga Rp285 triliun.
Dony menambahkan bahwa target laba Rp350 triliun pada 2026 akan didukung oleh konsolidasi menyeluruh dan penurunan beban operasional. Selain itu, peningkatan performa juga diharapkan datang dari sektor-sektor strategis seperti industri, logistik, energi, dan jasa keuangan.
Restrukturisasi dan Penyederhanaan
Danantara juga sedang melakukan restrukturisasi keuangan secara selektif. Injeksi modal hanya diberikan kepada BUMN yang memiliki model bisnis jelas dan mampu memberikan kontribusi margin positif. Dony menyatakan bahwa jika modal diberikan kepada perusahaan yang belum siap, maka itu sama saja dengan “menggarami laut”.
Selain itu, Danantara juga akan menyederhanakan jumlah entitas BUMN dari sekitar 1.000 menjadi sekitar 300 perusahaan. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan skala usaha yang lebih besar, efisien, dan kompetitif.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











