"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Berkah Ramadhan 2026, Rombongan Gadis Kalsel Bahagia Usai Shalat Tarawih Dapat Amplop Uang

Viralnya Tradisi Amplop di Sholat Tarawih dan Fenomena Tarawih Kilat

Sebuah video yang menampilkan sekelompok gadis asal Kalimantan Selatan sedang membuka amplop berisi uang tunai setelah melaksanakan sholat tarawih viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @selebgrambanua pada Senin (23/2/2026), dan langsung mendapat banyak perhatian dari warganet.

Dalam video tersebut, terlihat tiga orang gadis yang mengaku baru saja selesai menjalankan sholat tarawih. Saat hendak pulang, mereka kaget karena diberi amplop oleh seseorang yang mereka panggil Ibu Haji. Dalam unggahan, para gadis itu menulis, “Day 2 terawih dengan niat sunggung-sungguh.” Setelah sampai di rumah, mereka segera membuka amplop tersebut dan menemukan uang tunai sebesar Rp 25 ribu. Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli jajanan dan biaya transportasi.

“Kalo kayaini kisahnya kami handak betarusan ja terawih di sini, biar ha aku bulik pp habis begawi kesini,” ujar salah satu dari mereka. Meski lokasi mushola tidak disebutkan secara pasti, diduga kuat bahwa kejadian ini terjadi di wilayah Banjarbaru. “Jadi warga Banjarbaru aja sudah,” kata salah satu gadis lainnya.

Di dalam amplop tersebut terdapat dua lembar uang, yaitu pecahan Rp 20 ribu dan Rp 5 ribu. Para gadis itu pun tak henti mengucapkan terima kasih dan mendoakan Ibu Haji yang memberikan amplop tersebut. Setelah videonya viral, banyak warganet yang bertanya tentang lokasi pembagian amplop tersebut.

Fenomena Tarawih Kilat yang Kembali Viral

Masih ingat dengan Sholat tarawih kilat yang digelar di Pondok Pesantren Al-Qur’aniyah, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat? Pada Ramadan 2026, tradisi ini kembali menjadi sorotan. Sholat tarawih kilat ini telah bertahan selama 17 tahun terakhir, meskipun sempat menjadi perdebatan.

Dalam sholat ini, jemaah menjalankan 23 rakaat hanya dalam durasi kurang lebih enam sampai tujuh menit. Walaupun sangat cepat, puluhan jemaah baik laki-laki maupun perempuan, yang didominasi anak muda, tetap antusias mengikuti sholat di Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (22/2/2026) malam, gerakan sholat tidak berubah, namun ritmenya jauh lebih cepat dibandingkan biasanya. Beberapa jemaah tampak kewalahan mengikuti gerakan imam.

“Enggak ngerasa kelelahan juga, soalnya sudah dari tahun kemarin-kemarin juga tarawih di sini, jadi sudah kebiasaan,” ujar Akilah, salah satu jemaah perempuan.

Imam sekaligus Ketua Yayasan Ponpes Al-Qur’aniyah, KH Azun Mauzun, menjelaskan bahwa pelaksanaan sholat tarawih kilat ini dipisahkan di pelataran masjid, sementara di ruang utama sholat tarawih dilakukan dengan durasi normal. “Tradisi tarawih kilat masih tetap kita lestarikan. Namun tempatnya kita bedakan, kenapa? Karena ini tarawih merupakan tradisi yang sudah ada dari turun temurun, makanya tiap tahun kita pertahankan,” jelas KH Azun Mauzun.

Tanggapan dari Ustadz Abdul Somad dan Buya Yahya

Fenomena ini sempat dibahas oleh sejumlah ustadz, termasuk Ustadz Abdul Somad dan Buya Yahya. UAS dalam satu kesempatan ceramah pernah menanggapi pertanyaan mengenai shalat super cepat. Menurut UAS, selama makhroj dan pelafalannya jelas, imam diperbolehkan membaca surah saat sholat dalam satu tarikan napas. Namun, ia menekankan pentingnya adanya tuma’ninah atau jeda dalam bacaan.

Buya Yahya secara tegas menegaskan bahwa shalat yang dilaksanakan dengan super cepat haram hukumnya. Ia menekankan bahwa bacaan imam harus jelas dan benar. “Kalau anda mendengar orang membaca Al Quran dengan cara yang salah, ngebut sampai nggak ketahuan makhraj dan sebagainya itu hukumnya haram. Wajib bagi pemimpin mengambil imam tersebut untuk dicambuk,” tegasnya.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *