"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Atlet Serang Walikota, Bonus Berkurang Drastis

Atlet Kota Pasuruan Protes Pemangkasan Bonus, GM FKPPI Desak Wali Kota Serius

Atlet asal Kota Pasuruan kembali menyampaikan protes terhadap kebijakan pemangkasan bonus yang diberikan kepada para atlet peraih medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur pada Tahun 2025. Aksi ini dilakukan oleh puluhan anggota Gerakan Muda Forum Komunikasi Putera-Puteri TNI Polri (GM FKPPI) Kota Pasuruan yang menggelar demonstrasi di depan Kantor Walikota Pasuruan.

Kebijakan Pemangkasan Bonus yang Menimbulkan Kekecewaan

Pemangkasan bonus tersebut dinilai sebagai tindakan tidak adil dan ingkar janji terhadap prestasi atlet. Sebelumnya, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo telah menjanjikan nilai puluhan juta rupiah bagi atlet peraih medali. Namun, saat ini besaran bonus justru berkurang drastis.

Contohnya, pada Porprov VIII Jatim 2023, Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan memberikan bonus sebesar Rp 30 juta untuk medali emas, Rp 20 juta untuk medali perak, dan Rp 10 juta untuk medali perunggu. Sementara itu, pada Porprov IX Jatim 2025, bonus hanya diberikan sebesar Rp 10 juta untuk medali emas, Rp 7,5 juta untuk medali perak, dan Rp 5 juta untuk medali perunggu.

Menurut Ayik Usaha, Ketua GM FKPPI Kota Pasuruan sekaligus koordinator aksi, hal ini dianggap sebagai tindakan tidak pantas dilakukan oleh kepala daerah. “Namun, faktanya berkurang dengan alasan efisiensi. Itu namanya ingkar janji,” ujar Ayik.

Desakan dari GM FKPPI

Dalam aksinya, GM FKPPI mendesak agar Wali Kota Pasuruan serius dalam menjaga prestasi para atlet. Salah satu cara yang disarankan adalah dengan memberikan bonus yang sepadan, bukan memangkas besaran bonus yang sudah dijanjikan.

“Kalau tidak mampu memberikan bonus pada atlet yang prestasi, lebih baik mundur,” katanya.

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, telah merencanakan untuk memberikan tambahan bonus atlet sebagai ganti dari kebijakan pemangkasan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menyatakan bahwa konstruksi di perubahan APBD akan mencoba memenuhi apa yang sesuai dengan tahun-tahun sebelumnya.

Prestasi Nurul Akmal yang Mengundang Perhatian

Selain masalah bonus atlet Kota Pasuruan, isu nasib atlet lain juga menjadi sorotan. Nurul Akmal, lifter andalan Indonesia yang berasal dari Aceh, mengalami kesedihan setelah resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Banda Aceh.

Meskipun ia berstatus PPPK Paruh Waktu, Nurul mengunggah foto mengenakan seragam Korpri dengan keterangan tulisan bersyukur meski hanya berstatus PPPK Paruh Waktu, ditambah dengan emotikon sedih. Kekecewaan ini muncul karena nasib Nurul dinilai tidak seberuntung atlet berprestasi lainnya.

Ayah Nurul, Hasballah, menyampaikan harapan agar Presiden RI Prabowo Subianto mendengar cerita ini. “Semoga Presiden RI Prabowo Subianto mendengar cerita ini. Ada anak bangsa yang dilupakan walau sudah memberikan seluruh jiwa raganya untuk negara ini,” katanya.

Dari Angkut Padi hingga Cetak Sejarah Olimpiade

Bakat Nurul Akmal mulai tercium saat ia duduk di bangku kelas satu SMA pada 2010. Saat itu, pelatih lifter Aceh, Efendi Eria, menemukan bakat terpendam Nurul ketika melihatnya sedang mengangkut padi di kampung halamannya, Desa Serbajaman Tunong.

Ketekunannya berlatih membawanya menjadi lifter putri pertama Indonesia yang mampu lolos di kelas berat pada Olimpiade 2020 Tokyo. Catatan ini spesial karena Indonesia biasanya hanya meloloskan atlet di kelas ringan. Selain itu, Nurul menjadi atlet asal Aceh pertama yang tampil di Olimpiade setelah penantian selama 33 tahun.

Deretan prestasinya pun mentereng, mulai dari medali emas Asian Games 2018 (test event), medali perak Islamic Solidarity Games 2017, hingga raihan medali di SEA Games 2021 dan 2023.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *