"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Bojan Hodak Tahan Diri, Bungkam Soal Aksi Kontroversial Wasit dalam Laga Sengit Persebaya vs Persib

Pertandingan Sengit antara Persebaya dan Persib Berakhir Imbang 2-2

Pertandingan antara Persebaya dan Persib di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, berlangsung dengan tensi tinggi. Laga ini berakhir imbang 2-2 setelah kedua tim saling bertukar gol dalam waktu tambahan selama 11 menit.

Persebaya berhasil memimpin lebih dulu melalui penalti Bruno Moreira pada menit ke-44. Namun, Persib mampu menyamakan skor melalui gol Luciano Guaycochea di menit ke-51 dan Andrew Jung di menit ke-73. Di akhir pertandingan, Francisco Rivera mencetak gol untuk membawa Persebaya kembali meraih angka.

Hasil ini membuat Persib tetap berada di puncak klasemen Super League 2025/26 dengan 54 poin dari 23 laga, unggul empat angka dari Persija Jakarta yang berada di posisi kedua.

Komentar Pelatih Persib

Setelah pertandingan, pelatih Persib, Bojan Hodak, menggelar konferensi pers seperti biasanya. Namun, fokus pembicaraannya tidak terkait taktik atau jalannya laga, melainkan lebih menekankan penghargaan terhadap insan media.

Hodak menegaskan bahwa kehadirannya adalah bentuk penghormatan terhadap profesi jurnalis. “Saya selalu menghormati media dan menghargai pekerjaan kalian,” ujarnya.

Meskipun banyak polemik terkait wasit dan penggunaan VAR, Hodak memilih untuk tidak berkomentar. Ia mengatakan bahwa setiap ucapan bisa memiliki konsekuensi, sehingga lebih baik tidak memberikan pernyataan apa pun agar tidak terkena sanksi.

Drama VAR di Babak Pertama

Di babak pertama, Persebaya langsung menekan sejak kick-off. Namun, upaya mereka gagal karena kiper Teja Paku Alam mampu mengamankan gawang. Peluang balasan muncul di menit ke-14, namun bola hanya berbuah sepak pojok.

Beberapa insiden terjadi di babak pertama, termasuk kartu kuning yang diterima Hodak di menit ke-21. Meski begitu, lini belakang Persib tetap solid menahan serangan Bajul Ijo.

Di menit ke-40, wasit meninjau VAR setelah Bruno Moreira berbenturan dengan Barba. Hasilnya, Persebaya mendapatkan hadiah penalti. Bruno sukses menjalankan tugasnya dan membawa tuan rumah unggul 1-0.

Babak pertama memasuki tambahan waktu lima menit. Di menit ke-45+2, Barros diganjar kartu kuning. Di menit ke-45+5, Kakang hampir mencetak gol, namun VAR tidak mengesahkan gol tersebut. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Bentrokan di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Persib melakukan tiga pergantian sekaligus. Hasilnya cepat terlihat. Di menit ke-51, Guaycochea memanfaatkan umpan Adam Alis dan melepaskan sepakan terarah ke pojok gawang. Skor berubah menjadi 1-1.

Persib kemudian unggul 2-1 di menit ke-72 setelah Andrew Jung mencetak gol. Persebaya tidak tinggal diam dan berhasil menyamakan skor di menit ke-83 melalui gol Rivera.

Pertandingan memasuki tambahan waktu 11 menit. Di periode itu, pelatih Persebaya Bernardo Tavares dinilai mengulur waktu hingga memicu reaksi Kakang, dan wasit mengganjarnya dengan kartu kuning.

Kedua tim sama-sama tampil terbuka pada menit akhir. Sejumlah peluang tercipta, namun tak ada gol tambahan tercipta. Pertandingan pun ditutup dengan skor 2-2.

Klasemen Super League 2025/26

Berikut adalah klasemen sementara Super League 2025/26:

  • Persib: 23 laga, 17 menang, 3 imbang, 3 kalah, 39 gol mencetak, 13 gol kemasan, +26, 54 poin
  • Persija Jakarta: 23 laga, 16 menang, 2 imbang, 5 kalah, 42 gol mencetak, 19 gol kemasan, +23, 50 poin
  • Borneo FC: 22 laga, 16 menang, 1 imbang, 5 kalah, 40 gol mencetak, 21 gol kemasan, +19, 49 poin
  • Malut United: 23 laga, 12 menang, 5 imbang, 6 kalah, 46 gol mencetak, 28 gol kemasan, +18, 41 poin
  • Persebaya: 24 laga, 10 menang, 9 imbang, 5 kalah, 36 gol mencetak, 25 gol kemasan, +11, 39 poin
  • Persita: 24 laga, 11 menang, 5 imbang, 8 kalah, 31 gol mencetak, 23 gol kemasan, +8, 38 poin
  • Bhayangkara FC: 24 laga, 11 menang, 5 imbang, 8 kalah, 30 gol mencetak, 26 gol kemasan, +4, 38 poin
  • PSIM: 23 laga, 9 menang, 9 imbang, 5 kalah, 33 gol mencetak, 30 gol kemasan, +3, 36 poin
  • Dewa United: 24 laga, 10 menang, 3 imbang, 11 kalah, 29 gol mencetak, 30 gol kemasan, -1, 33 poin
  • Arema FC: 23 laga, 8 menang, 7 imbang, 8 kalah, 32 gol mencetak, 30 gol kemasan, +2, 31 poin
  • Bali United: 23 laga, 7 menang, 9 imbang, 7 kalah, 31 gol mencetak, 31 gol kemasan, 0, 30 poin
  • Persik: 23 laga, 7 menang, 5 imbang, 11 kalah, 30 gol mencetak, 41 gol kemasan, -11, 26 poin
  • PSM Makasar: 24 laga, 5 menang, 8 imbang, 11 kalah, 26 gol mencetak, 31 gol kemasan, -5, 23 poin
  • Madura United: 23 laga, 4 menang, 8 imbang, 11 kalah, 22 gol mencetak, 36 gol kemasan, -14, 20 poin
  • Persijap: 23 laga, 5 menang, 4 imbang, 14 kalah, 20 gol mencetak, 39 gol kemasan, -19, 19 poin
  • PSBS Biak: 23 laga, 4 menang, 6 imbang, 13 kalah, 26 gol mencetak, 49 gol kemasan, -23, 18 poin
  • Persis: 23 laga, 3 menang, 7 imbang, 13 kalah, 25 gol mencetak, 44 gol kemasan, -19, 16 poin
  • Semen Padang: 23 laga, 4 menang, 4 imbang, 15 kalah, 19 gol mencetak, 41 gol kemasan, -22, 16 poin









Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *