Pengalaman Buruk Anggi Pamungkas dengan Influencer PS
Seorang pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi, Anggi Pamungkas (26), mengalami pengalaman tidak menyenangkan setelah bekerja sama dengan seorang influencer berinisial PS. Niat sederhana untuk mempromosikan usahanya justru berubah menjadi masalah yang berlarut-larut. Berikut adalah kronologi lengkap dari kasus ini.
Awal Mula Kerja Sama
Kasus ini dimulai pada 23 Januari 2026 ketika Anggi menghubungi PS untuk mengundangnya menghadiri pembukaan usaha mi ayam dan bakso miliknya pada 29 Januari 2026. Anggi memilih PS karena memiliki banyak pengikut di wilayah Cikarang dan sekitarnya. Pada awalnya, PS menawarkan tarif promosi sebesar Rp 15 juta, yang membuat Anggi terkejut dan sempat membatalkan rencana. Setelah negosiasi, tarif turun menjadi Rp 5 juta lalu Rp 3 juta. Namun, Anggi hanya mampu menyediakan anggaran sebesar Rp 1 juta dan menyampaikan keterbatasan tersebut secara terbuka.
PS akhirnya menyetujui kerja sama dengan tarif Rp 1 juta. Kesepakatan pun tercapai, pembayaran dilakukan, dan kunjungan ke lokasi usaha berjalan lancar pada hari pembukaan.
Konten Promosi yang Tak Pernah Tayang
Masalah mulai muncul ketika konten promosi yang dijanjikan tidak diunggah. Pada malam setelah kunjungan, Anggi melihat PS mengunggah konten lain terkait banjir, bukan video endorsement usaha mi ayamnya. Padahal, sebelumnya telah disepakati bahwa promosi akan tayang di TikTok pada hari pembukaan.
Beberapa hari kemudian, PS mengaku sakit dan menyatakan tidak bisa mengunggah konten. Ia menawarkan pengembalian dana atau refund. Anggi menyetujui opsi tersebut dengan harapan persoalan segera selesai. Namun hingga waktu berlalu, dana Rp 1 juta itu tak kunjung kembali.
Kunjungan ke Rumah PS
Anggi mengaku telah lima kali mendatangi rumah PS. Empat kunjungan pertama masih diterima dengan respons baik, tetapi pada kunjungan kelima ia mengaku diusir oleh orangtua PS.
Dugaan Korban Lain
Dalam perkembangannya, Anggi menyebut tidak hanya dirinya yang mengalami kejadian serupa. Ia mengklaim terdapat lima korban dengan pola peristiwa yang mirip. Kekhawatiran muncul bahwa jika tidak diseriusi, akan ada korban berikutnya.
Penanganan oleh Polisi
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Jerico Lavian Chandra, menyatakan bahwa hingga saat itu belum ada laporan resmi yang masuk. Meski demikian, pihak kepolisian berencana memfasilitasi mediasi atas permintaan para korban.
Wakasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKP Perida Sisera Apriani, juga mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengundang PS ke Kantor Resmob pada Sabtu (28/2/2026). PS disebut menyatakan kesediaannya untuk bertemu para korban dan berjanji akan membayarkan kewajibannya. Ia berdalih sebelumnya sakit sehingga belum merespons.
Video Tiba-Tiba Diunggah
Di tengah polemik, PS akhirnya mengunggah video promosi grand opening melalui akun Instagram dan TikTok pribadinya pada Sabtu (28/2/2026). Namun langkah tersebut dinilai Anggi tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Menurut Anggi, pengunggahan video dilakukan tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Ia menyayangkan tidak adanya komunikasi atau permintaan maaf secara langsung. Bahkan, Anggi mengaku sempat mendapat komentar tidak menyenangkan di Instagram dan InstaStory dari PS.
Tak hanya itu, Anggi juga menyebut akun Instagram dan TikTok miliknya telah diblokir oleh PS setelah kasus ini viral. Ia hanya bisa melihat unggahan terbaru menggunakan akun lain yang baru dibuat.
Mediasi yang Belum Terlaksana
Meski polisi telah mengupayakan pertemuan, hingga Senin (2/3/2026) mediasi belum terlaksana. Dalam fase ini, masalah pun masih menggantung tanpa penyelesaian konkret. Kepolisian menegaskan tidak dapat mengambil langkah hukum lebih jauh karena belum ada laporan resmi dari para korban.
Perida menekankan bahwa dalam kasus pedagang mie ayam tertipu, penegakan hukum adalah langkah terakhir. Jika memungkinkan, penyelesaian secara kekeluargaan lebih diutamakan. Namun Polres Metro Bekasi memastikan siap membantu apabila korban memutuskan menempuh jalur hukum.
Harapan Anggi
Kini, Anggi menyatakan lebih mengutamakan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka dibanding sekadar pengembalian dana. Ia bahkan mengaku tidak akan memperpanjang persoalan apabila ada itikad baik dari pihak influencer.
“Kalau sekarang, kayaknya yang penting dia klarifikasi buat minta maaf, sudah masalah clear. Karena dari kemarin juga susah untuk minta uang refund-nya,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Selasa (3/3/2026). Begitulah kronologi pedagang mi ayam tertipu yang tengah menuai sorotan publik.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











