"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Cuaca ekstrem memicu banjir lahar di Sungai Gendol Sleman

Banjir Lahar Hujan di Sleman Tidak Menimbulkan Kerusakan

Hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2026) menyebabkan banjir lahar hujan di aliran Sungai Gendol, Kabupaten Sleman. Peristiwa ini terjadi di wilayah timur Kepuharjo, Cangkringan, dengan air berwarna keruh yang membanjiri sungai. Namun, tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menyatakan bahwa kondisi di aliran Gendol, wetan Kepuharjo, saat ini aman. Meskipun demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk waspada karena potensi cuaca ekstrem masih terus berlanjut.

791 Titik Bencana di Sleman

Dalam dua bulan terakhir, Sleman sering dilanda cuaca ekstrem. BPBD Sleman mencatat sebanyak 791 titik kejadian bencana telah terjadi sepanjang Januari hingga Februari 2026. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode satu tahun 2025 yang hanya mencatat 462 titik kejadian.

Sebanyak 897 jiwa terdampak dari kejadian bencana ini, dengan 2 orang meninggal dunia dan 8 luka berat. Kerusakan infrastruktur juga cukup besar, antara lain 13 rumah rusak berat dan 548 rumah rusak ringan. Cuaca ekstrem juga menyebabkan 533 pohon tumbang serta merusak berbagai fasilitas umum, seperti jaringan telepon, listrik, tempat usaha, kandang, fasilitas pendidikan, ibadah, dan irigasi.

Lokasi terdampak paling parah berada di sekitar Sleman utara. Bambang menilai penyebab tingginya kejadian bencana adalah cuaca ekstrem yang terus terjadi.

Potensi Cuaca Ekstrem Berlanjut

BMKG memprediksi bahwa musim hujan akan mencapai puncaknya pada Januari hingga Februari 2026. Meski dasarian pertama di bulan Maret telah memasuki masa pancaroba, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Hal ini didukung oleh adanya tiga bibit siklon yang mendekati wilayah Indonesia, yaitu 90S di selatan Banten, 93S di barat laut Australia, dan 92P di selatan Papua.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, R. Haris Martapa, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada meskipun sudah memasuki masa pancaroba. Ia memperkirakan bahwa dalam 2-3 dasarian ke depan, masih terdapat potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Rekomendasi untuk Masyarakat

BPBD Sleman merekomendasikan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem. Salah satunya adalah dengan mengantisipasi risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah yang rawan.

Berdasarkan rekomendasi ini, masyarakat diimbau untuk:
* Membersihkan saluran irigasi dan lingkungan sekitar untuk mengurangi risiko banjir.
* Memangkas pohon-pohon tinggi yang rawan tumbang.
* Menghindari aktivitas di wilayah yang rentan terhadap bencana.
* Mempersiapkan perlengkapan darurat, termasuk tas siaga bencana.

Tas siaga bencana disebut sebagai salah satu alat penting yang harus disiapkan. Isi dari tas ini harus berisi peralatan yang sangat urgent dan diperlukan jika terjadi bencana, sehingga dapat membantu keselamatan masyarakat.


Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *