"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Jalan rusak picu kemacetan panjang di Muara Bulian Jambi

Kemacetan di Muara Bulian Terus Berlangsung Akibat Pengerjaan Jalan Rusak

Kemacetan yang terjadi di kawasan Muara Bulian masih berlangsung hingga siang hari ini, akibat adanya pengerjaan jalan yang rusak. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas terganggu secara signifikan, khususnya di titik-titik perbaikan jalan yang sedang dikerjakan. Kendaraan yang melintasi area tersebut harus melambat drastis, terutama saat melewati lubang-lubang besar yang sedang dalam proses perbaikan.

Titik pengerjaan jalan menjadi penyebab utama penumpukan kendaraan, termasuk truk batu bara dan mobil pribadi. Arus lalu lintas dari Sridadi hingga Desa Tenam dilaporkan masih tersendat parah. Warga setempat mengeluhkan lambatnya laju arus lalu lintas akibat pengerjaan fisik di tengah padatnya angkutan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Krisis kemacetan yang melumpuhkan urat nadi transportasi di Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, dilaporkan masih berlangsung hingga Sabtu siang (7/3/2026). Setelah sebelumnya sempat diwarnai insiden ambulans yang terjepit, kini terungkap bahwa biang kerok penumpukan ribuan kendaraan tersebut adalah adanya titik kerusakan jalan yang tengah dalam proses pengerjaan.

Dari video yang diterima, kondisi jalan rusak tersebut berada di simpang 3 Muara Bulian. Hingga siang ini, antrean panjang yang didominasi truk batu bara dan kendaraan pribadi masih mengular. Kecepatan kendaraan dipaksa melambat secara drastis saat melintasi lubang-lubang besar di badan jalan yang kini sedang diperbaiki oleh petugas di lapangan.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, penumpukan kendaraan terjadi karena arus lalu lintas harus bergantian melewati titik perbaikan. Hal ini memicu efek domino yang mengakibatkan antrean berkilo-kilometer sejak dini hari tadi. “Ini titik rusak yang masih dikerjakan, titiknya di lubang ini yang membuat arus (lalu lintas) lambat,” ucap seorang warga yang merekam kondisi terkini kepada, Sabtu (7/3/2026).

Kondisi infrastruktur yang buruk, ditambah dengan volume kendaraan angkutan batu bara yang masif, membuat jalur Sridadi hingga Desa Tenam seolah terkunci. Kendaraan pribadi yang terjepit di antara truk-truk besar terpaksa merayap pelan, bahkan banyak yang memilih mematikan mesin karena posisi kendaraan yang sama sekali tidak bergerak selama berjam-jam.

Dilema Perbaikan di Tengah Padatnya Arus

Masyarakat berharap pengerjaan jalan rusak ini bisa segera dirampungkan atau setidaknya ada pengaturan lalu lintas yang lebih efektif dari pihak terkait. Penumpukan yang berlangsung hingga siang hari ini sangat mengganggu aktivitas ekonomi warga, terutama bagi mereka yang sedang mengejar waktu di bulan Ramadan 2026.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda kemacetan akan mencair sepenuhnya. Para pengguna jalan diimbau untuk tetap bersabar atau mencari jalur alternatif jika tidak ingin terjebak dalam simpul macet yang melelahkan ini.

Ramadan 2026 yang Terusik Kemacetan

Kemacetan ini merupakan salah satu yang terparah di pertengahan Ramadan 2026 tahun ini. Percampuran antara kendaraan pribadi yang ingin mengejar waktu pagi dengan ribuan armada batu bara menciptakan simpul mati yang sulit diurai. Arus lalu lintas dilaporkan bergerak sangat lambat, bahkan lebih sering berhenti total selama berjam-jam.

Masyarakat yang hendak memulai aktivitas pagi selama Ramadan 2026 mengaku sangat dirugikan. “Mereka berharap adanya pengaturan lalu lintas yang lebih tegas agar kemacetan serupa tidak terus berulang,” tulis keterangan dalam unggahan akun Instagram @jambisharing.

Hingga pagi hari, antrean kendaraan dilaporkan masih belum terurai sepenuhnya. Kejadian ini kembali menjadi tampakan keras bagi regulasi angkutan batu bara di Jambi, di mana nyawa pasien di dalam ambulans harus dipertaruhkan demi antrean komoditas tambang.

Jeritan Minta Tolong kepada Kapolres

Perekam video, yang juga terjebak sejak dini hari, terdengar sangat emosional saat meminta bantuan kepada pihak kepolisian. Ketidakberdayaan melihat ambulans yang tertahan di tengah kemacetan “empat lapis” menjadi puncak keresahan warga. “Minta tolong sama Pak Kapolres Batang Hari, dak bisa bergerak lagi nah, dari jam 3 saya di sini tidak bergerak mobil saya, ada ambulans (terjebak macet) tidak bergerak, dari tadi tidak bergerak sudah 4 baris,” ucap pria dalam video tersebut dengan nada penuh desakan.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *