Semen Padang FC Terancam Degradasi, Suhatman Iman Beri Harapan
Semen Padang FC gagal meraih kemenangan dalam pertandingan melawan PSIM Yogyakarta. Skor akhirnya berakhir 0-0 di Stadion Haji Agus Salim. Hasil ini memperparah posisi Kabau Sirah di klasemen, yang kini semakin terancam degradasi.
Legenda klub, Suhatman Iman, menilai bahwa peluang untuk keluar dari zona degradasi masih ada. Ia menekankan pentingnya kerja keras, kolektivitas tim, dan kepercayaan antar pemain. Suhatman juga mengimbau suporter tetap memberikan dukungan positif kepada tim saat berjuang.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Suhatman saat ditemui di kediamannya, Parak Karakah, Kota Padang, Kamis (5/3/2026). Sebelumnya, PSIM Yogyakarta berhasil menahan imbang Semen Padang FC dengan skor 0-0 pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Gor Haji Agus Salim (GHAS), Rabu (4/3/2026) malam.
Hasil tersebut membuat Semen Padang FC semakin terpuruk dan terancam degradasi ke Liga 2. Meski demikian, Suhatman tetap optimis terhadap mantan klubnya tersebut. Ia menyebut potensi terbebas dari degradasi masih ada, asalkan tim memiliki daya juang tinggi dan saling percaya satu sama lain.
“Peluang tetap ada, tergantung Semen Padang FC sendiri, selagi mau bekerja keras, bertekad kuat untuk menang, motivasi, kolektifitas yang bagus dan saling percaya, insyallah tuhan memberi jalan,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Suhatman juga menyoroti bahwa Semen Padang FC masih memiliki beberapa jatah pertandingan sebelum musim berakhir. Akan tetapi, tim harus bersungguh-sungguh dalam sisa pertandingan agar bisa terbebas dari degradasi.
“Intinya, ke depan harus bisa menang dalam sisa pertandingan,” terangnya.
Namun, ia menyayangkan performa Semen Padang FC yang menurun dalam beberapa pertandingan terakhir. Bahkan, dalam laga di kandang sendiri, tim tidak mampu mempertahankan tiga poin kemenangan, salah satunya lawan PSIM Yogyakarta.
Untuk itu, Suhatman menyarankan agar tim menambah pemain berkualitas dan memperkuat motivasi secara menyeluruh. “Selama ini saya lihat, itu yang kurang sekarang. Saya berharap bisa memenangkan pertandingan berikutnya, para supporter juga harus mensupport positif, jangan dihujat,” tambahnya.
Strategi yang Kurang Efektif
Menurut analisa Suhatman, Semen Padang FC salah strategi saat menghadapi PSIM Yogyakarta. Pada pertandingan pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim (GHAS), Padang pada Rabu (4/3/2026) malam, tim gagal memberikan tekanan terhadap pertahanan lawan.
“Saya lihat pertandingan kemarin malam tidak memberikan pressure, ini malah banyak bertahan di zona pertahan sendiri,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Kamis (5/3/2026).
Bagi Suhatman, jika tekanan diberikan secara terus menerus terhadap pertahanan PSIM Yogyakarta, Semen Padang FC berkemungkinan bisa menang di kandang. Ia menyarankan agar tim melakukan pertahanan di zona lawan, bukan di zona pertahan sendiri.
“Kalau mau bertahan, lakukan di zona lawan, bukan di zona pertahan sendiri, makanya tidak bisa menjebol gawang PSIM. Bahkan, pemain lawan pun hanya 10 orang,” pungkasnya.
Performa Pemain Menurun
Di sisi lain, Suhatman juga menyoroti performa pemain Semen Padang FC yang menurun pada putaran kedua. Padahal, kata Suhatman, pada awal-awal putaran pertama Semen Padang FC cukup mampu menekuk pertahanan lawan dan mencuri poin.
“Namun akhir-akhir ini saya melihat performa pemainnya merosot, ada apa sebenarnya,” tanya Suhatman.
Diketahui, Semen Padang FC hanya meraih 4 kemenangan selama pertandingan BRI Super League 2025/2026 dan 15 kali kekalahan. Posisinya sekarang berada di zona degradasi, dan dikhawatirkan terlempar ke liga 2.
Pertandingan Antara Semen Padang FC dan PSIM Yogyakarta
Semen Padang FC harus puas berbagi poin dengan PSIM Yogyakarta usai bermain imbang 0-0 pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) malam. Pertandingan yang dipimpin wasit Naufal Adya Fairuski itu dimulai pukul 21.00 WIB.
Babak Pertama: PSIM Kartu Merah, Skor Tetap 0-0
Sejak kick-off, Kabau Sirah langsung mengambil inisiatif serangan. Semen Padang berupaya menguasai ritme permainan, sementara PSIM tampil lebih hati-hati dan menunggu momentum lewat serangan balik.
Peluang pertama hadir pada menit keempat setelah Alhasan Wakaso dilanggar di luar kotak penalti. Angelo yang maju sebagai eksekutor melepaskan sepakan keras, namun bola masih melayang di atas mistar gawang.
Menit ke-9, Semen Padang hampir membuka keunggulan. Kasim Botan melakukan serangan balik cepat dari lini tengah tanpa kawalan. Ia menusuk hingga melepaskan sepakan terukur ke arah gawang Cahya Supriadi, tetapi bola hanya membentur tiang.
PSIM juga sempat mengancam pada menit ke-19 melalui Fahreza Sudin yang lolos dari kawalan. Namun upayanya berhasil digagalkan Angelo Meneses yang sigap melakukan cover.
Semen Padang terus menekan. Peluang demi peluang lahir lewat Firman Juliansyah, Kazaki, hingga Guillermo Hernandez Hierro, tetapi belum mampu memecah kebuntuan.
Insiden krusial terjadi pada menit ke-36. Fahreza Sudin melakukan pelanggaran keras terhadap Samuel Christianson Simanjuntak. Setelah mengecek VAR, wasit mengeluarkan kartu merah untuk Fahreza pada menit ke-38. Samuel yang mengalami cedera digantikan Ricky Ariansyah.
Meski unggul jumlah pemain dan terus menggempur hingga tambahan waktu lima menit, Semen Padang tetap gagal mencetak gol. Babak pertama berakhir 0-0.
Babak Kedua: Dominan, Tapi Tembok PSIM Sulit Ditembus
Memasuki babak kedua, Semen Padang langsung tampil menekan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, termasuk sepakan keras Wakaso pada menit ke-50 yang masih melambung.
Satu menit berselang, Kianz Gonzalez Froese mendapat peluang emas dari sisi kanan, tetapi sepakannya juga melebar.
Pada menit ke-57, pelatih Dejan Antonic melakukan dua pergantian pemain dengan memasukkan Zidane Afandi dan Maicon Souza menggantikan Ravy Dieulerinche Tsouka Dozi serta Firman Juliansyah. Masuknya dua pemain ini membuat intensitas serangan tuan rumah meningkat.
Namun hingga menit ke-60, rapatnya lini pertahanan PSIM membuat Kabau Sirah kesulitan mencetak gol.
Kiper PSIM, Cahya Supriadi, tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan krusial. Pada menit ke-69, ia kembali menggagalkan sepakan keras Ricky Ariansyah dari luar kotak penalti.
Meski bermain dengan 10 orang, PSIM beberapa kali melancarkan serangan balik berbahaya. Menit ke-73, Norberto Ezequiel Vidal mengeksekusi tendangan bebas dari luar kotak penalti, namun bola masih melambung. Menit ke-79, tim tamu kembali mengancam lewat sepakan jarak jauh yang berhasil ditepis kiper Semen Padang.
Hingga menit ke-90, skor tetap 0-0. Wasit memberikan tambahan waktu empat menit, tetapi tak ada gol tercipta sampai peluit panjang dibunyikan.
Dengan hasil imbang ini membuat kedua tim harus berbagi poin. Semen Padang naik ke peringkat 17 dengan 17 poin, unggul satu angka dari Persis Solo.
Sementara PSIM Yogyakarta naik ke posisi 8 dengan koleksi 37 poin.
Susunan Pemain
Semen Padang FC:
Rendy Oscario (GK), Ravy Dieulerinche Tsouka Dozi, Jaime Andres Giraldo Ocampo, Guillermo Hernandez Hierro, Kianz Gonzalez Froese, Samuel Christianson Simanjuntak (Ricky Ariansyah), Kazaki Nakagawa, Angelo Meneses, Alhasan Wakaso, Firman Juliansyah (Maicon Souza), Kasim Botan.
PSIM Yogyakarta:
Cahya Supriadi (GK), Johannes Daniel Maria Van Der Avert, Yusaku Yamadera, Franco Gaston Ramos Mingo, D.S. Sheva Maresca Amavisca, Norberto Ezequiel Vidal, Raka Cahyana Rizky, Riyatno Abiyoso, Rahmatshoh Rahmatzoda, Fahreza Sudin, Nermin Haljeta.











