"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Vivi Lumajang Terkejut, Sumur Berubah Hitam, Bupati Tutup SPPG Bermasalah

Dapur SPPG di Lumajang Diduga Menyebabkan Pencemaran Air Sumur

Warga di Desa Labruk Lor, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi air sumur mereka yang kini keruh dan berbau. Mereka meyakini bahwa pencemaran ini terjadi akibat limbah dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Salah satu warga, Vivi, menyebutkan bahwa air sumurnya menjadi keruh dan berbau sejak ada SPPG di belakang rumahnya.

“Limbahnya itu meresap ke sumur bor saya, sehingga sumur bor saya itu tercemar berbau dan warnanya sudah berubah hitam,” kata Vivi. Ia mengaku bahwa sejak 2016 menempati rumahnya, ia tidak pernah mengalami masalah air bersih. Namun, dalam satu bulan terakhir, ia harus meminta air ke tetangga yang tidak terdampak pencemaran.

Vivi juga menyebutkan bahwa pihak SPPG disebutnya tidak pernah menggubris keluhan warga. “Saya keluhkan ke pengelola SPPG tapi mereka tidak menghiraukan,” ujarnya. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa pihak SPPG sebenarnya telah meminta tanda tangan persetujuan warga atas didirikannya dapur MBG di perumahan tersebut. Namun, menurut warga, yang dimintai persetujuan justru warga yang lokasi rumahnya jauh dari SPPG.

Penutupan Sementara Operasional SPPG

Menanggapi keluhan warga, Bupati Lumajang Indah Amperawati langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi pencemaran. Setelah dilakukan inspeksi, ditemukan bahwa pengolahan limbah di dapur SPPG tersebut tidak sesuai standar. Oleh karena itu, Bupati Indah mengambil keputusan untuk menutup sementara operasional SPPG di Desa Labruk Kidul.

Indah menyebutkan bahwa penutupan SPPG dilakukan lantaran banyak keluhan warga yang masuk ke Pemkab Lumajang terkait limbah yang dihasilkan setiap hari. Penutupan akan berlangsung hingga instalasi air limbah diperbaiki sesuai standar. “Penutupan sampai instalasinya air limbahnya diperbaiki sesuai standar,” tegas dia.

Selain itu, Bupati Indah juga akan mengirim laporan ke Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kondisi dapur dan alasan dilakukan penutupan sementara.

Ciri-Ciri Air Sumur yang Tercemar

Air sumur yang terkena pencemaran akibat limbah makanan dari suatu tempat pengolahan makanan biasanya menunjukkan beberapa perubahan yang dapat diamati secara fisik, kimia, maupun biologis. Berikut adalah ciri-ciri umum yang bisa dikenali:

  • Perubahan warna air

    Air sumur yang tercemar sering kali tidak lagi jernih, melainkan terlihat keruh, kekuningan, kecokelatan, atau bahkan keabu-abuan. Perubahan ini bisa disebabkan oleh sisa-sisa bahan makanan, minyak, lemak, atau partikel organik lain yang masuk ke dalam tanah lalu meresap ke sumber air tanah.

  • Bau tidak sedap pada air

    Limbah makanan biasanya mengandung bahan organik seperti sisa nasi, sayur, daging, minyak, dan bumbu dapur yang mudah membusuk. Ketika limbah ini terurai oleh mikroorganisme di dalam tanah atau di dalam air sumur, proses pembusukan tersebut menghasilkan gas seperti amonia atau hidrogen sulfida yang menimbulkan bau busuk, amis, atau seperti bau makanan basi.

  • Perubahan rasa air

    Air yang sebelumnya terasa segar dan tawar bisa berubah menjadi agak pahit, asam, atau terasa aneh ketika diminum. Perubahan rasa ini terjadi karena adanya zat-zat kimia atau senyawa organik hasil penguraian limbah makanan yang larut di dalam air.

  • Lapisan minyak atau busa di permukaan air

    Limbah dari tempat pengolahan makanan biasanya mengandung banyak minyak goreng dan lemak. Jika limbah tersebut tidak dikelola dengan baik dan meresap ke tanah, minyak dapat terbawa ke dalam sumur dan membentuk lapisan tipis di permukaan air. Selain itu, terkadang juga terlihat busa atau kotoran kecil yang mengapung di air sumur.

Informasi Lengkap dan Menarik

Berita terkini dan informasi menarik lainnya bisa ditemukan di berbagai sumber. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang perkembangan kasus ini, segera kunjungi sumber berita terpercaya.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *